Panduan Agar Proposal Diterima dan Bantuan Diberikan

 Panduan Agar Proposal Diterima dan Bantuan Diberikan

BIBLIOTIKA - Yang pertama harus kita ingat dalam hal ini adalah bahwa tidak semua perusahaan atau institusi memiliki anggaran atau alokasi sejumlah dana untuk tujuan membantu seperti yang diuraikan di bab sebelumnya. Jadi, ada perusahaan-perusahaan tertentu yang meskipun besar namun tidak menganggarkan sejumlah dana untuk tujuan-tujuan sosial. Begitu pula dengan institusi-institusi pemerintahan pun tidak selamanya memiliki anggaran untuk hal itu.

Karenanya, sebelum mengirimkan suatu proposal permintaan bantuan dana kepada suatu perusahaan atau institusi pemerintahan, maka sebaiknya diperhatikan terlebih dulu beberapa hal berikut ini:

Cermati kesediaan anggaran dana

Cermati dan cari tahulah terlebih dulu apakah suatu perusahaan atau institusi yang akan kita kirimi proposal tersebut memang mengalokasikan dana untuk bantuan sosial semacam itu ataukah tidak. Karena, kalau memang mereka tidak menyediakannya, maka proposal yang kita kirimkan pun hanya akan berakhir sia-sia.

Ada perusahaan-perusahaan tertentu yang memang tidak memiliki alokasi dana untuk membantu organisasi yang mengirimkan proposal permintaan bantuan kepada mereka. Hal itu bisa terjadi karena memang perusahaan itu sama sekali tak memiliki dana untuk itu, atau bisa pula karena perusahaan tersebut telah mengalokasikan dana untuk itu kepada suatu organisasi tertentu yang kemudian bertugas untuk menyebarkannya atau membagikannya kepada pihak-pihak lain. Dalam hal ini berarti bahwa pihak perusahaan tak ingin repot atau direpotkan dengan urusan-urusan proposal yang masuk ke kantor mereka.

Begitu pula dengan institusi-institusi pemerintah. Tidak selamanya mereka memiliki anggaran dana untuk memberikan bantuan, karena bisa saja disebabkan oleh karena pemasukan atau anggaran yang ada tidak mencukupi untuk hal itu, atau bisa pula karena institusi tersebut telah memiliki saluran yang telah pasti dalam hal menyalurkan bantuan dananya yang telah diatur oleh kebijakan birokrasi mereka.

Bagaimana dengan pihak perorangan? Tak jauh beda. Pihak-pihak perorangan yang bisa dikatakan kaya atau bahkan konglomerat pun tidak selamanya mau memberikan bantuan atas proposal permintaan bantuan dana yang masuk kepada mereka.

Karenanya, sekali lagi, cermati dan cari tahu terlebih dulu apakah suatu perusahaan, institusi dan perorangan itu memang menyediakan anggaran dana untuk itu dan terbiasa memberikan bantuan dana atas proposal yang masuk kepada mereka ataukah tidak. Jika jawabannya ya, maka kita bisa mengirimkan proposal permintaan bantuan dana kepada mereka. Namun jika jawabannya tidak, maka sebaiknya tidak usah repot-repot mengirimkan proposal kepada mereka.

Perhatikan format proposal

Masing-masing pihak yang biasa memberikan bantuan terhadap organisasi atau perorangan yang diperantarai dengan pengiriman proposal itu cenderung memiliki kebijakan tersendiri dalam penerimaan proposal yang diajukan.

Untuk pihak perorangan biasanya tidak terlalu mementingkan bentuk dan format proposal yang diajukan, namun untuk perusahaan apalagi institusi pemerintah biasanya memiliki aturan-aturan tersendiri mengenai bagaimana format dan bentuk proposal yang telah mereka tentukan.

Karenanya, biasakan untuk mencari tahu terlebih dulu mengenai bagaimana bentuk serta format proposal yang biasa diajukan kepada lembaga, institusi atau perusahaan, kemudian gunakan bentuk dan format proposal tersebut untuk membuat proposal milik kita yang akan kita ajukan kepada mereka.

Pencarian informasi mengenai hal itu dapat dilakukan secara langsung kepada pihak perusahaan atau institusi tersebut, atau bisa pula dengan menanyakannya pada organisasi-organisasi lain yang biasa berhubungan dengan lembaga / institusi / perusahaan tersebut.

Mengapa bentuk atau format ini menjadi penting? Karena ada kalanya suatu perusahaan atau institusi menginginkan bentuk proposal yang profesional serta format proposal yang lengkap, tidak hanya surat permohonan dananya saja, melainkan juga pemaparan mengenai program kerja atau kegiatan yang dilakukan, jumlah dana yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut, sampai kepada nama-nama para pengurus atau panitianya.

Karenanya, jangan sampai proposal yang kita kirimkan itu menjadi berakhir sia-sia hanya karena kita malas untuk mencari tahu hal tersebut. Sebaiknya, kalau kita memang kurang tahu seperti apa bentuk dan format proposal yang diinginkan oleh suatu perusahaan atau institusi, maka buat saja bentuk proposal yang lengkap dengan format yang juga lengkap. Ini untuk mengurangi kemungkinan ditolak. Mengenai bagaimana bentuk dan format proposal yang lengkap akan dijelaskan di bab selanjutnya di dalam buku ini.

Lihat kesamaan visi dan tujuan

Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, suatu pihak perusahaan atau institusi atau lembaga tertentu membuka kemungkinan untuk membantu memberikan dana bantuan, salah satunya adalah karena adanya kesamaan visi atau adanya kepentingan tertentu, selain tentu saja karena memang mereka telah menganggarkan sejumlah dana yang diperuntukkan untuk kepentingan bantuan sosial.

Karena itu, biasakan untuk melihat secara lebih jauh, apakah lembaga yang kita kirimi proposal itu memang memiliki anggaran dana untuk hal semacam itu atau tidak.

Maksudnya, kalau perusahaan atau lembaga yang kita kirimi proposal tidak memiliki anggaran yang memang dikhususkan untuk sumbangan sosial, maka kita harus menentukan terlebih dulu apakah program kerja atau kegiatan yang kita lakukan itu sesuai dengan visi mereka atau tidak, sebelum kita mengirimkan proposal kepada mereka.

Lembaga-lembaga ‘Green and Peace’, misalnya, mungkin mereka tidak memiliki anggaran dana yang pasti untuk menyumbang acara-acara sosial. Namun bukan berarti kalau mereka tidak mau mengulurkan tangan sama sekali kepada pihak lain yang mungkin memerlukan bantuan mereka.

Umpama kita ingin melaksanakan suatu program kerja yang berhubungan dengan lingkungan hidup, misalnya, bisa saja organisasi ‘Green and Peace’ ini akan membantu, entah dalam bentuk dana atau yang lainnya, karena mereka mungkin akan menganggap bahwa kegiatan yang kita lakukan tersebut sesuai dengan visi mereka.

Dengan mematuhi aturan-aturan kecil di atas, maka kita bisa berharap kalau proposal pemintaan bantuan yang kita kirimkan kepada lembaga atau organisasi atau perusahaan maupun institusi tersebut akan bisa sukses, dalam arti memperoleh bantuan dari mereka.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.