Nasihat Bijak Tentang Hidup dan Pekerjaan

 Nasihat Bijak Tentang Hidup dan Pekerjaan

BIBLIOTIKA - Pernahkah Anda meluangkan waktu sejenak untuk memberikan ruang pada akal dan pikiran serta hati Anda untuk bicara? Pernahkah Anda mencoba mendengarkan apa yang mereka inginkan? Pernahkah Anda memikirkan kehidupan macam apa yang ingin Anda jalani? Akan menjadi seperti apakah Anda di masa yang akan datang; lima tahun, sepuluh, lima belas, dua puluh tahun lagi? Anda ingin mempunyai pekerjaan yang seperti apa?

Berapa banyak penghasilan yang Anda inginkan, yang Anda harapkan bisa membiayai hidup dan keinginan-keinginan Anda? Berapakah penghasilan yang Anda inginkan dalam waktu lima tahun, sepuluh, lima belas dan dua puluh tahun lagi? Rumah macam apakah yang ingin Anda tempati? Teman-teman seperti apakah yang Anda inginkan? Apakah bepergian ke suatu tempat adalah termasuk keinginan dalam hidup Anda? Bagaimana dengan masa liburan?  Kehidupan keluarga…?

Sekali lagi, pernahkah Anda mencoba meluangkan waktu sejenak untuk memikirkan semuanya itu? Kalau belum, mungkin Anda bisa mulai memikirkannya hari ini.

Selangkah demi selangkah

Ketika kita sudah sampai pada titik ketika kita dapat mengetahui apa yang kita inginkan, mengapa kita menginginkannya, siapa yang akan membantu kita, dan banyak hal lain, maka bahan paling penting untuk menentukan apakah kita akan berhasil meraih keinginan itu adalah tindakan kita. Sekali lagi, tindakan kita.

Untuk memandu tindakan, kita harus membuat rencana langkah demi langkah. Kalau kita ingin membuat rumah, apakah kita hanya membuat rencana ke luar, mengambil kayu, beberapa paku dan sebuah palu, gergaji, lalu mulai bekerja? Akankah kita mulai menggergaji dan memasang paku dan melihat apa yang akan terjadi? Akankah semua ini membawa keberhasilan? Sepertinya tidak.

Untuk membangun rumah, kita perlu gambar rencananya (blue print, cetak biru). Kita perlu urutan kerja dan suatu kerangka sehingga tindakan-tindakan kita saling melengkapi dan mendukung. Kalau tidak, kita hanya akan menghasilkan tumpukan papan tak beraturan.

Sama halnya dengan hidup kita. Sebab itulah, kita perlu rencana gambaran yang jelas mengenai hidup seperti apa yang ingin kita bangun, dan kemudian memulainya dengan langkah demi langkah menuju arah pembangunannya.

Tahu ke mana Anda menuju

Siapa yang pernah mengatakan bahwa hidup ini mudah? Untuk bisa mendapatkan tiket kereta api saja kita harus antre di belakang puluhan orang lain. Untuk bisa masuk ke sebuah perguruan tinggi kita harus menjalani test bersama ribuan calon mahasiswa yang lain.

Untuk bisa menjadi seorang karyawan pabrik kita harus bersaing dengan ribuan calon karyawan yang lain. Untuk menjadi seorang guru atau pegawai kita harus melalui seleksi yang ketat di antara sekian banyak calon yang lain. Untuk bisa membangun sebuah usaha kita harus merintisnya dari bawah, mencari modal dan dukungan finansial, lalu bersaing dengan puluhan, ratusan atau bahkan ribuan usaha serupa. Untuk bisa menggapai cita-cita kita harus memperebutkannya dari ribuan orang lain yang juga memiliki cita-cita yang sama.

Untuk bisa menjadi pemimpin, kita harus menjadi bawahan terlebih dulu. Untuk bisa sukses kita pun harus bekerja keras, membanting tulang, terus belajar, jatuh dan bangun.

Tetapi, kalau Anda telah menyalakan bara api semangat yang menyala-nyala dalam jiwa Anda, dan Anda dengan penuh keyakinan bertekad, “Saya akan mengerjakan itu betapapun sulit dan beratnya,” maka yakinilah bahwa dunia akan mendukung Anda, dunia akan mencarikan jalan untuk Anda. Para filsuf mengingatkan, “Kalau engkau tahu kemana akan menuju, kehidupan akan menunjukkan jalan untukmu.”

Mengemas hidup dengan lebih baik

Pernahkah Anda mengemas koper dan memperhatikan masih berapa banyak lagi yang bisa Anda muat ke dalamnya kalau saja Anda rapikan dan atur pakaian-pakaian itu ketimbang asal memasukkannya ke dalam koper? Sungguh mengejutkan. Pakaian-pakaian yang tadinya berserakan dan rasanya sudah tak bisa muat lagi kini bisa masuk secara rapi dalam koper itu.

Begitu juga dengan hidup ini. Semakin baik kita menata diri, maka semakin banyak pula yang akan bisa kita ‘kemas’ dalam hidup. Penataan diri ini seringkali berhubungan dengan waktu.

Semakin baik kita me-manage waktu yang kita miliki, maka semakin banyak yang bisa kita lakukan dengannya. Lebih banyak waktu untuk diri sendiri, lebih banyak waktu untuk keluarga, lebih banyak waktu untuk pekerjaan, lebih banyak waktu untuk lingkungan, lebih banyak waktu untuk hal-hal utama dalam hidup.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.