Mengundang Keberuntungan dengan Beramal

Mengundang Keberuntungan dengan Beramal

BIBLIOTIKA - Pernahkah Anda mencermati isi lemari pakaian Anda dan menyaksikan rak-rak di dalamnya? Tumpukan pakaian yang Anda miliki barangkali sudah menyesaki isi lemari itu. Dan pernahkah Anda mencoba mencermati apakah semua pakaian itu masih Anda pakai, atau sudah satu tahun lebih tak pernah terpakai lagi?

Selain isi lemari, pernahkah pula Anda memperhatikan segala yang ada di dalam rumah? Yang tersudut di pinggir dapur? Atau yang teronggok di dalam gudang? Barang-barang ini mungkin bukan barang mewah atau bawang mahal, namun Anda sepertinya merasa sayang untuk membuangnya meski mungkin tak pernah lagi memakai atau menggunakannya.

Nah, sesungguhnya, barang-barang tak terpakai yang ada di rumah kita itu tetap membutuhkan biaya pemeliharaan meskipun mungkin kita tak pernah mencermatinya. Tumpukan pakaian yang tak terpakai di lemari tetap membutuhkan perawatan dan pemeliharaan; dari lemari yang baik sampai penggunaan kapur barus atau kamfer untuk menjauhkan kutu dan ngengat. Begitu pula dengan barang-barang yang lain yang ada di rumah, di pojokan dapur ataupun di dalam gudang, meskipun barang-barang itu tak lagi digunakan.

Sekilas, ini memang tidak memboroskan uang kita, apalagi jika kita cuek atau tidak terlalu menghiraukan barang-barang itu. Namun tumpukan barang yang tak terpakai itu, disadari ataupun tidak, akan menghambat rezeki kita. Segala sesuatu yang menumpuk namun tak terpakai adalah mubazir. Dan segala yang mubazir atau berlebih-lebihan akan mendatangkan hal yang negatif.

Saya pernah membaca buku yang sangat bagus yang ditulis oleh Louis L. Hay, berjudul Life: Reflection on Your Journey. Di dalam buku itu, Louis L. Hay menyatakan bahwa apabila isi rumah kita telah penuh, maka kehidupan ini pun akan berhenti mengisinya. Namun, apabila kita rela melepaskannya untuk diberikan kepada orang lain yang lebih membutuhkan, maka kehidupan pun akan memberikan ganti yang lebih baik.

Merasa sayang dengan pakaian-pakaian lama yang pernah kita miliki dan kemudian menyimpannya? Mengapa tidak berpikir bahwa kita akan memiliki yang lebih baik, lebih bagus dan lebih trendi kalau saja kita mau dan rela melepaskannya untuk dimanfaatkan orang lain…?

Karenanya, daripada membuang uang hanya untuk memelihara dan merawat barang-barang lama yang sudah tak digunakan, lebih baik kumpulkan saja barang-barang itu, hadiahkan pada badan amal, dan biarkan orang lain memanfaatkannya.

Dengan begitu, isi rumah kita akan banyak berkurang, ruangan yang ada akan terlihat lebih lapang, dan yakinilah bahwa tidak ada amal baik yang terbuang sia-sia. Kehidupan akan menggantikan segala yang telah kita lepaskan, dan Tuhan akan memberikan yang lebih baik dari yang telah kita berikan.

Sebagaimana air akan terus bening jika dibiarkan mengalir, segala yang kita miliki dalam hidup pun akan tetap jernih jika dibiarkan mengalir…

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.