Mengenal Rencana Pembelian Saham Karyawan

 Mengenal Rencana Pembelian Saham Karyawan

BIBLIOTIKA - Secara garis besar, rencana pembelian saham karyawan atau ESPP (Employee Stock Purchase Plans) sangat mirip dengan ISO (incentive stock option). Pemotongan gaji setiap bulan terhadap karyawan oleh pihak perusahaan selama dalam periode penawaran bisa dibilang sebagai sesuatu yang menguntungkan pihak karyawan—khususnya apabila si karyawan bersangkutan tidak mampu atau tidak siap menyediakan dana yang diperlukan secara sekaligus. Dana yang dipotong dari gaji si karyawan setiap bulannya ini kemudian akan disetorkan kepada sebuah account di bank sampai jumlahnya terakumulasi sebanyak yang ditentukan.

Nah, bagi seorang karyawan, ESPP ini bisa dibilang sebagai salah satu investasi yang sangat bagus sekali. Tapi meskipun begitu, karena dunia investasi mewajibkan adanya diversifikasi, maka karyawan yang telah memiliki opsi saham di perusahaannya pun haruslah tetap untuk mengingat diversifikasi bagi saham yang dimilikinya. Sehingga dana yang dimiliki tidak dimasukkan semua ke dalam saham perusahaan yang ditawakan, namun juga diinvestasikan ke dalam program investasi yang lain.

Lalu bagaimana kalau perusahaan yang ingin memberikan penawaran opsi saham bagi karyawannya ini belum terdaftar di bursa? Pertanyaannya, bagaimana penentuan harga bagi saham yang akan diberikan kepada para karyawannya itu?

Jawabannya adalah bahwa pihak perusahaan dapat menentukan harga sahamnya berdasarkan dikon dari harga buku, dengan syarat harus lebih besar dari nilai nominal saham perusahaan yang bersangkutan. Untuk hal ini, tentu saja pihak perusahaan harus terbuka atau transparan dalam menunjukkan nilai buku perusahaannya, meskipun hal itu mungkin dapat memicu komentar negatif di kemudian hari.

Sebagaimana yang telah disinggung di atas, di dalam opsi saham karyawan ini, selain ada ESPP juga ada ESOP atau Employee Stock Ownership Plans (rencana kepemilikan saham karyawan).

Nah, ESOP adalah rencana pensiun yang memenuhi syarat untuk mentransfer sejumlah saham perusahaan dalam jumlah tertentu kepada seorang karyawan. Secara mudahnya, ESOP adalah alat transfer kepemilikan dari sebuah perusahaan kepada seorang karyawan dalam bentuk manfaat yang akan diterima oleh si karyawan di kemudian hari.

ESOP ini biasanya memiliki sebuah lembaga atau badan yang disebut sebagai wali amanat atau trustee, dan wali amanat inilah yang membeli saham perusahaan atas nama si karyawan bersangkutan. Jadi pihak perusahaan akan memberikan keuntungan kepada si karyawan yang diserahkan melalui ESOP, dan kemudian ESOP akan membeli saham perusahaan dan akan mengatur jumlah saham yang akan diterima oleh si karyawan yang didasarkan pada jumlah gaji, lamanya waktu bekerja, sekaligus juga beberapa pertimbangan lainnya.

Hal-hal yang menjadi dasar atau alasan untuk mengalokasikan saham kepada seorang karyawan bervariasi, tergantung dari ESOP yang didirikan oleh perusahaan bersangkutan. ESOP dapat melakukan pinjaman uang dan melakukan pembelian saham, kemudian pihak perusahaan memberikan dana sebagai kontribusi untuk pelunasan pinjaman atau hutang tersebut.

Saham yang dibeli oleh ESOP tersebut bisa saham yang merupakan milik si pemilik saham bersangkutan atau dari portofolio saham perusahaan. Sedang saham yang dimiliki oleh karyawan biasanya dapat diperoleh sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati ketika ESOP tersebut didirikan. Misalnya ketika karyawan bersangkutan telah pensiun atau ketika si karyawan melakukan pengunduran diri dari perusahaan tempatnya bekerja.

Nah, saham perusahaan yang dimiliki oleh karyawan dapat langsung dijual kepada ESOP pada waktu ia keluar dari ESOP, baik karena telah pensiun atau karena mengundurkan diri dari perusahaannya, sehingga karyawan tersebut hanya dapat memperoleh uang tunai.

ESOP tersebut juga dapat melakukan pembelian saham perusahaan lain, dan tindakan pembelian ini akan dianggap sebagai bagian dari diversifikasi atas investasi ESOP tersebut, sehingga risiko yang dihadapi oleh pihak karyawan bersangkutan akan menjadi lebih kecil dibandingkan apabila ESOP hanya memiliki satu jenis saham perusahaan saja.

Dana yang dimiliki ESOP bisa diperoleh dari pihak perusahaan atau juga dari pihak si karyawan sendiri. Dana dari perusahaan adalah dana manfaat atau kontribusi yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada si karyawan, sedangkan dana dari pihak karyawan adalah kontribusi bulanan yang didasarkan dari gaji yang diperoleh oleh si karyawan bersangkutan.

Harga saham perusahaan yang dibeli ESOP adalah harga yang sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani ketika ESOP didirikan. Namun, harga perusahaan lain yang dibeli ESOP adalah sesuai dengan harga pasar dari saham perusahaan yang bersangkutan. Selain itu, ESOP juga bisa memberikan dividen kepada pihak karyawan karena ESOP memperoleh dividen dari pihak perusahaan tempatnya bekerja, dan perusahaan lain tempat ESOP memiliki saham di dalamnya.

Apapun jenis opsi saham karyawan ini, ESPP ataupun ESOP, memiliki cukup banyak manfaat bagi kedua belah pihak (pihak perusahaan dan pihak karyawan), beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Mempertahankan karyawan agar tidak pindah ke perusahaan lain, khususnya bagi karyawan atau pekerja yang memiliki kualitas skill, atau juga karyawan yang telah cukup lama mengabdi kepada perusahaan.

Meningkatkan motivasi karyawan agar memiliki semangat kerja yang lebih giat dan lebih konstruktif, karena karyawan bersangkutan akan menganggap bahwa dirinya ikut memiliki perusahaan tempatnya bekerja itu. Dengan adanya opsi saham karyawan ini, maka karyawan bersangkutan akan mendapatkan dividen setiap tahunnya, selain bonus dan hasil prestasi kerja yang telah dicapainya dalam waktu setahun itu.

Memberikan perusahaan suatu alat dalam melakukan pembiayaan. Dengan menjual saham perusahaan kepada karyawan, maka secara langsung ataupun tak langsung pihak perusahaan akan mendapatkan dana tambahan yang selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan pengembangan perusahaan, ekspansi, sehingga keberlangsungan perusahaan akan lebih terjamin.

Meningkatkan citra baik perusahaan di mata masyarakat, karena pemilik perusahaan dan manajemennya dinilai memberikan perhatian yang lebih kepada para karyawannya. Umumnya, perusahaan yang telah memberlakukan ESPP dan ESOP dianggap sebagai perusahaan yang telah menerapkan manajemen yang baik serta good corporate governance.

Sedang manfaat paling pasti bagi pihak karyawan adalah memperoleh tambahan penghasilan, memiliki jaminan keuangan yang lebih baik, dan dapat mempunyai bekal yang lebih dari cukup saat ia tidak lagi bekerja ketika masa pensiun tiba.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.