Mengapa Kita Perlu Memiliki Asuransi?

 Mengapa Kita Perlu Memiliki Asuransi

BIBLIOTIKA - Bayangkan Anda menaiki sebuah kapal untuk menuju ke sebuah tempat yang harus mengarungi lautan. Anda yakin bahwa kapal itu sangat kuat, dinakhodai oleh orang yang memang telah berpengalaman dalam rute lautan, dan Anda pun merasa yakin kalau kapal itu akan selamat sampai di tujuan. Namun, Anda kemudian diberitahu kalau kapal itu tidak memiliki sekoci atau kapal pelampung. Apakah Anda masih akan merasa aman dan nyaman saat menaiki kapal itu?

Nah, begitu pula halnya dengan asuransi. Kepemilikan atas sebuah asuransi jiwa bukan berarti mengharapkan agar kita mati muda. Mengikuti suatu asuransi kesehatan bukan berarti kita berharap agar sering kena sakit. Asuransi adalah sekoci; sebuah kapal penyelamat yang dipersiapkan apabila hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.

Yang aneh dari asuransi adalah; meskipun keberadaannya sudah ada sejak lama, dan memberikan manfaat yang jelas, namun masyarakat sepertinya belum dapat menjadikannya sebagai gaya hidup.

Mungkin ini berkaitan dengan image asuransi yang terkesan membuang-buang uang, sekaligus juga karena pengalaman buruk sebagian masyarakat yang pernah merasa kecewa karena klaim mereka dipersulit pembayarannya oleh penyelenggara asuransi.

Masyarakat awam mungkin masih berpikir; buat apa ikut asuransi kesehatan kalau nyatanya kita tak pernah atau jarang sakit? Bukankah itu hanya berarti membuang-buang uang saja?

Nah, kalau memang begitu dasar pertimbangan mengapa tidak mengikuti suatu program asuransi, maka kabar gembiranya adalah bahwa sekarang ada program asuransi yang sekaligus berfungsi sebagai investasi—atau menabung sekaligus asuransi.

Kalau selama ini Anda merasa berat untuk mengikuti suatu program asuransi karena berpikir Anda bisa kehilangan uang Anda apabila tidak ada klaim selama keanggotaan atas asuransi itu, maka sekarang Anda dapat menggunakan jenis asuransi model baru ini; Anda mengikuti suatu program asuransi, namun Anda tetap dapat memperoleh uang yang Anda bayarkan itu setelah waktu program keanggotaan selesai, dan Anda bahkan akan memperoleh hasil dari investasi yang telah Anda bayarkan selama mengikuti asuransi.

Jadi, apabila dalam waktu keanggotaan itu Anda memerlukan program asuransinya (mungkin Anda sakit dan perlu dirawat di rumah sakit), maka Anda dapat mengajukan klaim dan memperoleh fasilitas asuransi.

Namun, apabila selama dalam keanggotaan itu Anda sehat wal afiat dan tidak ada klaim apa-apa atas asuransi Anda, maka Anda akan mendapatkan kembali uang Anda yang dianggap sebagai investasi. Bukankah ini memberikan keuntungan yang berganda?

Ada pula jenis lain yang masih berkaitan dengan asuransi, yakni tabungan plus asuransi. Fasilitas ini sudah banyak ditawarkan oleh bank-bank di Indonesia dan Anda dapat mencari informasi selengkapnya di sana. Model menabung plus asuransi ini juga layak dipertimbangkan untuk diikuti, karena selain akan mendisiplinkan diri kita dalam menabung, juga akan memberikan kita rasa aman dalam menjalani hidup.

Sebagaimana yang dinyatakan di atas, meskipun Anda sudah yakin bahwa kapal tidak akan tenggelam, namun Anda tentunya akan merasa lebih nyaman kalau tahu bahwa sekoci atau kapal penyelamat telah dipersiapkan.

Begitu pula dalam hidup. Meskipun kita tak pernah berharap sakit hingga perlu dirawat di rumah sakit, namun tentunya kita akan merasa lebih aman dan lebih nyaman kalau kita tahu bahwa ada biaya cadangan yang dapat digunakan kalau hal yang tidak diinginkan itu benar-benar terjadi.

Bila kapal yang kita tumpangi selamat sampai di tujuan tanpa ada kejadian apa-apa, kita tentu saja bersyukur dan bahagia. Jika selama mengikuti program asuransi plus investasi itu ternyata kita sehat-sehat saja, maka kita pun bisa mendapatkan keuntungan dari investasi yang telah kita lakukan. Bukankah ini pilihan yang sama-sama menguntungkan…?

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.