Mengamankan Komputer dari Serangan Virus (2)

 Mengamankan Komputer dari Serangan Virus

BIBLIOTIKA - Di artikel sebelumnya (Mengamankan Komputer dari Serangan Virus 1), kita telah mempelajari beberapa faktor yang dapat menjadikan komputer rentan terkena serangan virus. Beberapa faktor itu di antaranya adalah versi Windows yang digunakan, update security patches, kepedulian atas kesehatan komputer, dan jenis koneksi internet. Berikut ini adalah uraian lainjutannya.

Keberadaan firewall di komputer

Secara umum, firewall bisa dikatakan sebagai dinding pertahanan bagi komputer. Tentu saja yang dimaksud petahanan di sini adalah pertahanan dari aktivitas-aktivitas yang tidak kita inginkan. Contohnya virus dan worm tadi. Mereka yang memasang perangkat firewall di komputernya biasanya akan mendapatkan keamanan yang relatif lebih tinggi dibanding mereka yang tidak.

Bagaimana cara kerja firewall ini? Firewall akan mengawasi semua aktivitas dan lalu-lintas yang keluar maupun masuk ke komputer. Setiap pesan, atau paket yang keluar masuk akan diperiksa secara ketat. Dari mana, kemana, dan program apa yang mengirim atau menerimanya. Jika ternyata ada paket yang melanggar aturan (aturan ini diatur melalui setting), maka firewall tadi akan memberikan peringatan, atau akan langsung memblokirnya.

Aktivitas berisiko tinggi

Seberapa sering suatu komputer di gunakan untuk koneksi jaringan akan bisa menjelaskan seberapa tinggi risikonya terjangkit virus. Seberapa sering suatu komputer berhubungan, bagaimana cara dia berhubungan, juga seberapa dekat hubungannya dan dengan siapa saja dia berhubungan, semuanya itu akan memberikan efek pada tingkat kesehatannya.

Nah, apa saja contoh dari aktivitas yang bisa digolongkan sebagai berisiko tinggi itu? Berikut ini beberapa contohnya:

Wireless hot spots

Pada masa sekarang ini sudah banyak tempat-tempat yang menyediakan akses internet melalui wireless. Tempat-tempat ini biasanya menyediakan akses internet bagi para konsumennya. Ada yang memungut bayaran, ada pula yang gratisan. Misalnya hotel, cafe, atau restoran. Tempat-tempat yang menyediakan akses internet melalui wireless ini dinamakan Hot Spot.

Siapapun yang mempunyai laptop dan bisa mengakses jaringan wireless, maka akan bisa memanfaatkan area hot spots ini untuk mengakses internet. Dari sini Anda sudah bisa menebak sendiri apa bahayanya. Para cracker biasanya senang mencari tempat-tempat seperti ini. Sama seperti kasus akses internet tadi, di area hot spot inilah para cracker akan mencari korbannya. Karena itu, berhati-hatilah kalau mengakses internet di area hot spots.

Download atau pertukaran file

Rasanya hal ini tidak perlu kita ragukan lagi. File merupakan media yang paling populer digunakan untuk menyembunyikan dan juga untuk menyebarkan virus. Virus-virus sangat betah hidup dan bernaung di bawah file-file, terutama file program. Semakin sering kita mendownload file dari situs yang tidak kita kenal, maka semakin besar pula risikonya. Begitu juga dengan aktivitas tukar-menukar, atau kopi-mengkopi file.

Instant messaging

Di internet, aktivitas ini semakin lama semakin digemari. Jadi, jangan heran kalau para cracker juga mengincar para pemakai Instant Messaging ini. Makin hari makin banyak virus yang pintar menyembunyikan diri di belakang program-progam Instant Messaging.

Karena itu, berhati-hatilah saat mendownload, mengkopi dan menginstal suatu program Instant Messaging.

Penggunaan e-mail address

Berhati-hatilah saat memberikan alamat e-mail Anda, khususnya kepada orang yang tak dikenal. Jangan memberikannya pada orang yang tidak benar-benar Anda percayai. Jangan pula menuliskan alamat e-mail Anda di sembarang situs. Sebab, para spammer akan menggunakan alamat e-mail Anda tersebut sebagai sasarannya.

Mereka biasanya menggunakan program khusus yang dirancang untuk mencari dan mengumpulkan alamat e-mail di internet. Setelah diperoleh, maka sejumlah virus, worm dan trojan pun akan mereka kirimkan.

Menghindari virus dari koneksi internet

Pada saat ini, virus dapat masuk ke setiap komputer yang terkoneksi dengan jaringan internet, salah satunya melalui fasilitas e-mail. Untuk mengamankan komputer dari serangan virus yang berbahaya, ikuti tips berikut ini:

Jangan membuka e-mail bila Anda tidak mengenal siapa pengirimnya. Jangan pula membuka file attachment bila Anda tak mengetahui secara persis nama pengirim file tersebut. Para pembuat virus, pada umumnya memakai e-mail dan file attachment yang terdapat pada e-mail, sebagai media yang mengantar virus menuju seluruh komputer yang terkoneksi di jaringan internet.

Proteksi komputer Anda dengan software penangkal virus. Hal ini berguna untuk menolak virus yang masuk melalui jaringan internet. Anda bisa mendapatkannya melalui Outlook Service atau mendownloadnya dari internet, seperti ZDNet.com atau Cnet.com.

Upayakanlah untuk selalu meng-upgrade software antii virus yang Anda miliki, karena setiap hari ada saja orang yang membuat virus-virus baru. Hal ini dapat dilakukan secara berkala, misanya setiap tiga bulan atau enam bulan sekali.

Cek seluruh sistem yang ada di komputer Anda secara periodik, untuk memastikan apakah komputer Anda benar-benar bersih dari virus. Hal ini dapat dilakukan secara lebih intensif, seperti satu bulan sekali. Dengan demikian, file-file yang ada dalam dokumen Anda pun lebih terjamin dari serangan virus.

Menjaga dokumen dari serangan virus

Setiap hari virus beredar di komputer, dan setiap hari virus-virus baru dilahirkan untuk menyerang komputer. Virus bisa masuk ke dalam komputer Anda dengan berbagai cara, baik melalui disket, flash disk atau internet.

Salah satu cara mengatasinya biasanya adalah dengan menggunakan piranti lunak serum anti virus. Tetapi sebetulnya, Excel juga bisa membantu melindungi dokumen Anda karena makro Excel berpotensi memuat virus yang berbahaya. Untuk melindungi sistem Anda dari virus-virus ini, ikuti langkah berikut:
  1. Pilih Tools*Macro*Security.
  2. Klik tab Security Level.
  3. Aktifkan opsi Medium, High atau very high.
  4. Klik OK.

Setelah Anda meng-upgrade level security, maka Excel akan memberikan kesempatan untuk menonaktifkan makro setiap kali Anda membuka workbook yang berisi makro.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.