Membaca Peluang Bisnis dari Internet (1)

Membaca Peluang Bisnis dari Internet

BIBLIOTIKA - Memang benar apa yang dikatakan oleh orang-orang yang bergelut di bidang bisnis, bahwa apapun yang terjadi di dunia ini selalu dapat dijadikan sebagai sebuah peluang bisnis baru yang dapat mendatangkan keuntungan. Begitu pula halnya dengan makin berkembangnya internet di negeri kita ini.

Menurut data dari APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), pengguna internet di Indonesia telah mencapai jumlah 25 juta. Itu adalah statistik pada akhir tahun 2007, dan tentu saja jumlahnya saat ini telah semakin besar seiring dengan bertambahnya waktu.

Para pengguna internet terdiri dari berbagai macam orang dengan berbagai kepentingan dan kebutuhan. Ada yang menggunakan internet sebagai sumber informasi, menambah pengetahuan, mencari suatu barang tertentu, atau sekedar untuk hiburan atau mencari kenalan baru melalui chatting. Namun apapun bentuk kepentingannya, internet memang telah menjadi bagian dari gaya hidup orang Indonesia saat ini.

Saat ini, ada begitu banyak perusahaan yang merasa belum profesional kalau belum memiliki website di internet. Perguruan-perguruan tinggi juga merasa perlu memiliki website di internet untuk semakin mempopulerkan nama perguruan tinggi atau universitasnya. Begitu pula dengan artis atau group band, mereka pun seperti berlomba-lomba untuk dapat memiliki website di internet untuk memudahkan para penggemar mereka yang ingin selalu dapat mengakses kabar terbaru artis idolanya.

Jangankan orang-orang yang terkenal, bahkan orang-orang biasa (bukan artis atau selebriti) pun sepertinya juga ingin sekali dapat ikut nampang di internet. Fenomena menjamurnya situs blog saat ini dapat dijadikan sebagai bukti bahwa orang memang sangat menginginkan dapat tampil di internet, dengan berbagai kepentingan dan maksud serta tujuannya.

Dilihat dari sudut ini, maka kita bisa melihat adanya setitik peluang dari fenomena internet saat ini. Jika kita kebetulan memiliki pengetahuan atau bahkan keahlian dalam membuat website di internet, maka ini benar-benar suatu peluang bisnis yang cukup menggiurkan.

Bayangkan saja, hampir setiap orang menginginkan dapat memiliki website di internet, namun tidak setiap orang dapat membuat website yang layak tampil di internet. Jangankan merancang website, bahkan setiap orang pun tidak banyak yang cukup mampu untuk menampilkan situs blognya dengan baik (padahal kebanyakan penyedia layanan situs blog sudah memberikan template yang mudah digunakan).

Karenanya, jika kita memiliki cukup keahlian dalam membuat dan merancang website yang baik dan layak tampil sekaligus unik, maka kita dapat menggunakan keahlian itu untuk memetik penghasilan dari internet. Caranya tentu saja dengan mempromosikan keahlian tersebut pada para pengguna internet yang memiliki keinginan untuk dapat memiliki website di internet.

Cara promosi melalui internet yang paling bagus tentu saja melalui website kita sendiri. Artinya, kita harus memiliki website sendiri yang kita bangun dengan bagus, menarik dan unik, sebagai sarana untuk mempromosikan keahlian kita sekaligus menawarkan jasa pembuatan website pada para pengguna internet yang mengingikannya.

Dengan memiliki website sendiri, maka secara langsung ataupun tidak langsung para pengguna internet akan dapat melihat bagaimana keahlian dan ketrampilan kita dalam merancang sebuah website di internet. Kalau mereka memang cocok dengan tampilan website kita, sesuai dengan yang mereka inginkan, maka pintu bisnis pun akan segera terbuka. Jalan menjadi perancang website profesional pun akan mulai terbentang, dan kita akan mulai dapat memetik penghasilan dari sana.

Mengapa orang ingin memiliki website

Seperti yang dikatakan di atas, internet sudah menjadi semacam bagian dari gaya hidup orang modern. Sebagian orang bahkan secara spesifik menyatakan bahwa internet adalah bagian dari ‘kemajuan’ atau salah satu ciri modernisasi.

Karenanya, dengan stempel ‘kemajuan’ dan ‘modern’ semacam itu, tidak heran kalau ada begitu banyak orang, lembaga, institusi dan perusahaan yang berlomba-lomba membangun website di internet, seolah untuk menunjukkan bahwa mereka tidak ketinggalan jaman, bahwa mereka mengikuti arus kemajuan yang semakin modern.

Perusahaan

Perusahaan-perusahaan menginginkan memiliki website, biasanya dengan tujuan untuk memperkenalkan keberadaan diri mereka pada publik, sekaligus juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan hal-hal tertentu yang kemungkinan perlu diketahui oleh masyarakat, semisal adanya lowongan kerja atau hal-hal semacamnya.

Dengan menggunakan website-nya sendiri di internet, maka perusahaan-perusahaan ini akan melakukan penghematan pengeluaran yang luar biasa besar dalam mensosialisasikan suatu hal pada masyarakat dibanding kalau mereka menggunakan media massa cetak (semisal surat kabar) seperti sebelumnya mereka lakukan.

Selain itu, perusahaan-perusahaan ini tahu betul bahwa orang-orang yang mengakses internet bisa dikatakan sebagai orang-orang yang ‘cukup pengetahuan’ (karena di Indonesia masih jarang ditemukan orang-orang yang tak lulus SD namun mengakses internet).

Karenanya, perusahaan-perusahaan ini pun merasa akan lebih efektif mensosialisasikan suatu hal tertentu melalui website di internet ketika membutuhkan karyawan atau pekerja baru dibanding mensosialisasikannya melalui surat kabar (karena pembaca surat kabar bisa terdiri dari berbagai kalangan yang tidak sespesifik para pengguna internet).

Selain itu, dengan menggunakan website di internet, maka pemberitahuan apapun yang mereka rilis untuk dibaca oleh publik akan semakin luas jangkauannya karena internet tidak hanya diakses oleh orang Indonesia, namun juga dari seluruh dunia. Kalau surat kabar hanya bisa menjangkau kawasan tertentu, maka internet mampu ‘menelusup’ kemana pun di pelosok bumi.

Institusi

Institusi perguruan tinggi atau suatu organisasi kemasyarakatan juga merasa perlu menampilkan dirinya di internet melalui website dengan tujuan yang tak jauh berbeda dengan perusahaan-perusahaan yang tampil di website-nya. Institusi-institusi ini tahu bahwa ada sekian juta orang yang mengakses internet, 24 jam setiap hari, 7 hari dalam seminggu, dan apapun yang mereka rilis melalui internet dapat diakses setiap orang kapan pun waktunya.

Kalau dulu perguruan-perguruan tinggi mempromosikan dan memperkenalkan nama mereka melalui jalur konvensional yang melelahkan, sekarang mereka tidak terlalu sulit lagi dalam menjangkau masyarakat melalui website di internet.

Dulu, perguruan-perguruan tinggi ini (khususnya yang belum populer) menghabiskan dana yang cukup besar untuk memperkenalkan diri kepada para lulusan SMA atau sederajat agar para lulusan ini mengenal keberadaan mereka. Namun sekarang, dengan adanya internet, mereka tinggal membangun sebuah website, dan kemudian orang-orang (masyarakat) pun akan mulai mengetahui keberadaan mereka.

Baca lanjutannya: Membaca Peluang Bisnis dari Internet (2)

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.