Membaca Bisa Menguatkan Otak dan Kepribadian

 Membaca Bisa Menguatkan Otak dan Kepribadian

BIBLIOTIKA - Kalau tubuh membutuhkan makanan yang bergizi untuk tetap dapat sehat sehingga dapat melakukan segala aktivitas dan tugasnya dengan baik, maka otak kita juga membutuhkan gizi yang sama baiknya agar dapat mengerjakan tugasnya secara lebih baik. Untuk dapat meningkatkan kemampuan berpikir, otak membutuhkan gizi berupa bacaan-bacaan yang baik, yang dapat merangsang imajinasi, kreativitas serta daya pikir kita.

Kalau kita melihat tubuh olahragawan yang atletis dan bugar, maka tentunya kita pun menyadari bahwa tubuh yang bugar dan atletis itu tidak terbentuk secara sendirinya. Tubuh yang bugar dan atletis itu terbentuk karena dilatih secara rutin dan dijaga serta dirawat dengan baik. Begitu pula halnya dengan otak dan pikiran kita.

Orang yang cerdas dan kreatif tidak terbentuk secara sendirinya. Otak yang cerdas terjadi karena otak itu terus-menerus dilatih untuk menyerap ilmu-ilmu baru, pengetahuan-pengetahuan baru, dengan aktivitas membaca. Otot yang sering dilatih akan semakin kuat, otak yang sering dilatih pun akan semakin hebat. Sebaliknya, otot sekuat apapun akan melemah jika tak pernah digunakan, dan otak sehebat apapun akan kehilangan kehebatannya jika tidak pernah dimanfaatkan.

Menguatkan kepribadian

Orang yang banyak membaca akan memupuk pikirannya dengan banyak ilmu. Jika pikiran itu umpama tanah yang subur, maka ilmu yang baik adalah pupuk yang sangat bagus. Dengan bertambahnya ilmu, dengan makin banyaknya pengetahuan, maka kita pun akan lebih baik dan lebih kuat dalam menghadapi kehidupan. Kita jadi tidak mudah terombang-ambing oleh sesuatu.

Dengan ilmu, orang akan dapat melihat segala sesuatunya secara lebih baik. Dengan banyaknya wawasan, orang akan dapat mengenali mana yang salah dan mana yang benar secara lebih objektif. Dengan dalamnya pengetahuan, orang pun akan dapat menentukan pilihan hidupnya secara lebih baik karena dia tidak meghadapinya secara sembarangan.

Banyak membaca akan memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk kepribadian seseorang, karena luasnya ilmu selalu mendorong orang untuk dapat lebih arif, lebih tenang, juga lebih bijaksana.

Membawakan gerbang perubahan

Tidak terhitung banyaknya orang yang hidupnya berubah karena membaca buku. Sudah banyak kisah tokoh-tokoh besar yang mengalami perubahan hidup secara drastis karena suatu buku yang dibacanya. Ketika membaca buku, orang menemukan suatu pemikiran baru, sudut pandang baru, serta cara-cara baru dalam menghadapi dan memperbaiki hidup.

Billy PS. Lim, misalnya, adalah seorang anak lelaki miskin di Malaysia yang hidupnya berubah karena sebuah buku. Dia menceritakan kisahnya itu dalam sebuah buku yang kemudian ditulisnya sendiri, berjudul Dare to Fail (di Indonesia, buku ini diterjemahkan dengan judul Berani Gagal). Billy PS. Lim bercerita bahwa semasa kecilnya, dia diberi tugas untuk menjaga warung milik orangtuanya sepulang dari sekolah.

Suatu hari, saat menjaga warungnya yang tengah sepi, Billy tanpa sengaja menemukan sebuah buku di bawah meja warungnya. Untuk menghilangkan rasa kantuk, dia pun mengambil buku itu, dan kemudian dibacanya. Buku yang dibaca Billy itu berjudul Think and Grow Rich, ditulis oleh Napoleon Hill. Karena menyukai isinya, Billy terus membaca buku itu sampai habis, bahkan kemudian mempraktekkan isi buku itu. Saat Billy kemudian lulus dari Perguruan Tinggi-nya, dia menjadi mahasiswa terbaik. Pada saat ini, Billy telah memimpin perusahaannya sendiri, menulis buku, serta menjadi pembicara yang tidak jarang juga diundang ke Indonesia.

Jika ada keajaiban di dunia ini, buku yang baik adalah salah satu keajaiban itu. Karenanya, ayo kita mulai membaca buku!

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.