Memahami Visi dalam Wawancara Kerja

Memahami Visi dalam Wawancara Kerja

BIBLIOTIKA - Bayangkan diri kita adalah siswa SMA yang akan menghadapi ujian akhir. Kita tahu bahwa ujian akan berlangsung tiga hari yang akan datang, namun kita santai-santai saja dalam menghadapinya, tidak mau membuka buku untuk belajar, terus asyik bermain dan menggeluti keasyikan kita, dan menganggap bahwa kelak kita pasti akan bisa menghadapi ujian dengan baik, karena kita bisa mengira-ngira seperti apa soal-soal yang akan diberikan.

Dan kemudian masa ujian itu tiba, sebelum kita sempat belajar dengan baik. Masa belajar yang kita lakukan hanyalah satu jam sebelum bel mulai ujian berlangsung. Kita duduk di salah satu kursi di dalam kelas, lalu kertas ujian mulai dibagikan. Suasana kelas hening, masing-masing orang menghadapi kertas ujiannya sendiri-sendiri, begitu pula kita.

Dan di saat itulah kemudian kita tahu bahwa kita sama sekali tidak memahami soal-soal yang ada dalam kertas ujian tersebut. Soal-soal yang telah kita bayangkan bisa kita pahami itu ternyata jauh di luar perkiraan kita—dan kita pun jadi bingung, panik, bahkan putus asa.

Itu tak jauh beda dengan saat kita akan menghadapi tes wawancara kerja dengan perusahaan yang memanggil kita karena kita mengirimkan surat lamaran pada mereka. Mungkin bagi kita yang terbiasa atau pernah menghadapi tes wawancara semacam itu tidak terlalu pusing memikirkannya, namun siapa yang menjamin kalau pertanyaan wawancara kali ini akan sama dengan pertanyaan-pertanyaan wawancara terdahulu yang pernah kita ikuti?

Di sinilah kita perlu persiapan yang matang (benar-benar matang) dalam menghadapi tes wawancara kerja itu. Pelajari semuanya (semua yang kita bisa) dari bidang pekerjaan yang kita lamar itu, refleksikan (bayangkan) kalau kita telah memiliki pekerjaan itu, bagaimana kita akan menyikapinya, dan semua hal yang sekiranya akan ditanyakan dalam sesi wawancara. Karena, si pewawancara dalam acara tersebut terkadang melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah kita bayangkan.

Sebagai contoh, ada begitu banyak pelamar kerja yang kebingungan ketika dihadapkan pada pertanyaan seperti ini, “Bagaimana Anda melihat hidup Anda dalam waktu lima tahun mendatang?”

Itu bisa disebut sebagai pertanyaan prinsip; suatu pertanyaan yang sesungguhnya sudah kita tahu jawabannya kalau saja kita memang telah mempersiapkan hidup kita dengan baik sesuai dengan rencana cita-cita yang ingin kita raih.

Namun anehnya, kebanyakan orang (dalam hal ini pelamar kerja yang menghadapi sesi wawancara) kebingungan ketika dihadapkan pada pertanyaan seperti itu—khususnya para pelamar yang baru kali itu menghadapi sesi wawancara. Reaksi mereka biasanya terdiam, atau melirik ke atas (ke langit-langit ruangan kantor), atau tersenyum malu-malu, kemudian berkata dengan bingung, “Hm... bagaimana ya...?”

Mungkin kalau mau menggunakan bahasa yang sarkastis, kita bisa saja menjawab, “Itu bukan urusan Anda!” ketika dihadapkan pada pertanyaan seperti itu. Tapi tentu saja kita tahu bahwa jika kita memberikan jawaban seperti itu, maka hasil akhirnya sudah dapat ditebak; kita tidak akan diterima oleh perusahaan itu!

Setiap perusahaan menginginkan seorang pekerja yang bervisi atau memiliki visi, baik visi untuk dirinya sendiri, maupun visi untuk pekerjaannya, dan secara lebih luas; visi untuk perusahaan tempatnya bekerja.

Pertanyaan yang dilontarkan seperti di atas tersebut adalah untuk melihat apakah seorang pelamar memiliki visi ataukah tidak. Dan jika kita tak bisa menjawab apa yang akan kita lakukan pada hidup kita sendiri, bagaimana mungkin mereka akan percaya kalau kita tahu apa yang akan kita lakukan pada pekerjaan kita atau pada perusahaan tempat kita bekerja?

Ada banyak orang yang gagal dalam wawancara karena tak bisa menangkap maksud dari pertanyaan penting itu. Karenanya, sebelum menghadapi suatu wawancara kerja yang bisa dikatakan akan ikut menentukan masa depan kita (khususnya dalam hal karir dan pekerjaan), maka siapkan waktu untuk lebih mengenali diri, memahami kehidupan yang kita jalani, dan kenalilah mimpi yang ingin kita raih.

Dalam jangka pendek semuanya itu akan bermanfaat untuk membantu kita berhasil dalam tes wawancara, dalam jangka panjang semuanya itu akan membawa kita kepada kehidupan yang lebih memiliki visi. Dan di dalam hidup maupun di dalam pekerjaan, apa yang lebih penting dari visi...?

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.