Memahami Cara Komputer Bekerja

Memahami Cara Komputer Bekerja

BIBLIOTIKA - Meskipun komputer dapat dikatakan sebagai piranti yang serba guna, dimana di dalamnya kita dapat melakukan apa saja; dari menulis, membaca, memainkan musik, bermain game, menonton film dan lain-lainnya, namun pada hakikatnya komputer adalah mesin yang bekerja dengan cara melakukan penghitungan-penghitungan matematis.

Jadi, secara mudahnya, komputer bekerja dengan cara memanipulasi data dengan melakukan perhitungan-perhitungan matematis, bahkan ketika kita tengah memainkan musik di dalamnya.

Pekerjaan tersebut, sebagaimana yang dinyatakan di atas itu, dilakukan oleh prosesor dengan dibantu oleh komponen-komponen lainnya, semisal harddisk, memori, VGA card, bus dan berbagai komponen lainnya.

Bila diumpamakan dengan manusia, maka prosesor dapat dianggap sebagai semacam otak dalam tubuh manusia, sementara RAM sebagai semacam memori atau mesin ingatan yang akan menyimpan data atau pengetahuan yang ada di dalam harddisk. Kemudian, bus komputer dapat diumpamakan sebagai semacam urat-urat syaraf yang menjadi jalur-jalur transmisi data pada tubuh manusia.

Data-data itu diproses dan dilewatkan ke komponen yang lainnya melalui bus data. Ada pula jalur alamat yang menentukan ke alamat mana data harus diambil atau dikirimkan. Sementara telinga, mata dan indera-indera manusia lainnya dapat diumpamakan dengan input pada komputer yang berupa mouse, keyboard, audio speaker dan lain-lainnya.

Kalau hasil pekerjaan yang dilakukan oleh manusia dapat dimunculkan dalam selembar kertas, misalnya, maka komputer menghasilkan pekerjaannya melalui layar monitor.

Komputer adalah salah satu peralatan elektronik yang dikendalikan dengan menggunakan sinyal-sinyal elektronik. Sinyal-sinyal ini adalah saluran-saluran tegangan yang dinamakan sebagai sinyal 0 dan atau sinyal 1, dimana sinyal 1 adalah tegangan sebesar 5 volt dan sinyal 0 adalah tegangan 0 volt. Karena itu, semua data dan intruksi yang ada di komputer itu dianggap sebagai bilangan 0 dan bilangan 1.

Bahasa komputer yang disebutkan di atas itu biasanya lebih dikenal sebagai bahasa mesin yang sulit dipahami oleh cara bahasa manusia. Nah, agar manusia awam kemudian dapat menggunakan dan mengendalikan komputer, maka kemudian dibuatlah atau ditulislah program-program yang dapat dimengerti dan dipahami manusia. Program itulah yang kemudian disebut sebagai sistem operasi atau OS (Operation System).

Ketika komputer dinyalakan atau dihidupkan, maka prosesor akan mengambil intruksi dari memori untuk dijalankan. Intruksi ini dilewatkan melalui bus data. Setelah itu, prosesor akan memilih lokasi intruksi yang diinginkan oleh memori.

Nah, pada komputer juga ada jalur alamat atau address bus yang berisi alamat data atau intruksi yang akan diakses pada memori. Biasanya, prosesor pertama kali harus memanggil sistem operasi agar penggunanya dapat mengontrol komputer. Sistem operasi berada di lokasi tertentu pada harddisk. Prosesor mengirimkan sinyal baca dan mengisi address bus dengan alamat tertentu untuk dapat mengambil sistem operasi.

Kemudian, setelah itu, sistem operasi dimuatkan pada RAM. Jadi, tipe sistem operasi memang sangat berhubungan dengan kapasitas RAM, dan hal ini bisa menjadi jawaban dari pertanyaan mengapa untuk sistem operasi dan software tertentu biasanya selalu disebutkan ‘minimum requirement’, yaitu kebutuhan minimal hardware untuk dapat menjalankan suatu sistem operasi atau software tersebut.

Pada komponen tertentu, aliran data dapat terjadi dengan cara dua arah. Misalnya pada RAM yang dapat dibaca dan ditulisi. Berbeda halnya dengan printer, misalnya, yang hanya dapat menerima data dari sistem. Ketika sistem operasi sudah dimuatkan ke dalam memori, maka video controller akan melakukan refresh monitor untuk menampilkan informasi yang sudah dimuatkan ke memori video.

Secara otomatis, layar monitor pun yang tadinya gelap akan mulai berganti dengan gambar atau tampilan sistem operasi yang digunakan. Setelah itu, misalkan kita mengetikkan huruf ‘K’ di keyboard, maka kontroler keyboard akan menerima sinyal bahwa huruf ‘K’ telah ditekan.

Setelah itu, kontroler akan membangkitkan sinyal interupt, yang intinya adalah mengabarkan kepada prosesor bahwa tombol ‘K’ pada keyboard telah ditekan. Prosesor kemudian memuatkan huruf ‘K’ tersebut ke dalam memori, dan kapasitas RAM dalam komputer yang kita gunakan pun seketika akan berkurang lagi sebesar 1 byte, dan piksel-piksel berbentuk huruf ‘K’ akan dimuatkan ke dalam video memori. Ketika kontroler melakukan refresh yang berikutnya, maka huruf ‘K’ sudah tampil pada monitor komputer.

Kecepatan refresh yang dilakukan oleh kontroler tersebut berlangsung dengan sangat cepat sekali sehingga perubahan yang terjadi itu tidak dapat kita lihat atau kita rasakan. Video memori memang merupakan komponen yang penting untuk dapat menampilkan hasil pekerjaan prosesor pada monitor. Kapasitas video memori yang kecil tentunya akan mengalami masalah apabila data yang ditampilkan sangat besar dalam waktu yang bersamaan.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.