Langkah-langkah Membangun Bisnis di Internet

  Langkah-langkah Membangun Bisnis di Internet

BIBLIOTIKA - Saat ini, hampir semua pengguna internet di dunia mengenal situs bernama ‘Amazon.com’. Ini adalah situs yang menjual aneka barang (lebih khusus buku) yang telah dipercaya oleh jutaan pelanggannya dari seluruh dunia. Amazon.com yang didirikan oleh Jeff Bezos ini telah menjadi seperti mesin uang yang menghasilkan milyaran dolar setiap tahunnya kepada pemiliknya. Transaksi yang terjadi di situs ini mencapai jutaan dolar setiap bulan, dan pelanggan situs ini pun terdapat di banyak negara di seluruh dunia.

Situs ini juga menjadi semacam trendsetter buku-buku baru bagi para pembaca dan pecinta buku, karena biasanya situs ini akan memberikan semacam resensi (dengan penilaian tertentu pada buku baru yang dirilis itu).

Tak ayal lagi, para pecinta buku dari seluruh dunia seringkali menggunakan Amazon.com sebagai salah satu referensi dalam mencari dan mendapatkan buku baru, dan situs ini pun mendapatkan keuntungannya yang amat besar. Amazon.com telah mempermudah jutaan orang di dunia dalam memperoleh buku-buku baru terbitan mana pun, dan sebagai hasilnya, pemilik Amazon.com pun menjadi milyuner.

Tetapi bukan hanya Jeff Bezos seorang yang berhasil menjadi milyuner lewat internet. Apakah Anda mengenal nama Kevin Ham? Mungkin nama ini tidak terlalu terkenal di ‘dunia nyata’. Namun di ‘dunia maya’ internet, Kevin Ham adalah seorang superstar. Lebih khusus lagi, seorang milyuner.

Yang unik menyangkut kehebatan sosok bernama Kevin Ham ini adalah; dia menjadi seorang milyuner hanya dengan ‘berwirausaha’ di internet. Dia memiliki 300.000 (tiga ratus ribu) website, dan dengan domain-domain yang dimilikinya itu ia memperoleh penghasilan sebesar 70 juta dolar US pertahun, dengan omset total mencapai 300 juta dolar US. Semua ini dihasilkan dari website-website yang dimilikinya di internet itu.

Apakah ini cukup menakjubkan? Setidaknya, semoga saja hal ini cukup memberikan ilham.

Sekarang coba pikirkan bagaimana si milyuner Kevin Ham ini dalam memperoleh penghasilannya yang luar biasa itu. Dia mendapatkan penghasilan sebesar 70 juta dolar US pertahun dari 300 ribu website miliknya. Itu artinya, dia mendapatkan penghasilan perbulan sekitar 5,8 juta dolar. Apabila jumlah itu dibagi dengan 300 ribu website yang dimilikinya, maka artinya setiap satu website-nya menghasilkan 19 dolar US perbulan. Jika dihitung perhari, maka berarti tiap satu website hanya menghasilkan 0,63 sen dolar!

Bayangkan! Dari jumlah yang kecil (bahkan bisa dibilang sangat kecil) itu, hasilnya bisa menjadikan pemiliknya memperoleh penghasilan yang luar biasa besar. Sekali lagi, hanya 0,63 sen dolar perhari! Apakah Anda tertarik untuk mengikuti jejak Kevin Ham yang unik namun luar biasa ini? Tentu saja kita bisa menirunya dan mengikuti jejaknya, sekaligus juga bisa berharap berhasil seperti dirinya.

Bagaimana membangun domain

Nah, kalau kita punya pikiran yang sama, yakni ingin mencoba memasuki bisnis melalui internet ini, maka setidaknya ada dua hal menyangkut pembuatan nama domain yang perlu diperhatikan. Dua hal itu adalah:

Cari dan tentukan nama domain

Saat ini, ketika pembelian dan pembuatan website bisa dibilang terjadi setiap hari dan ribuan orang terus membuat website-website baru, maka nama domain pun semakin sulit ditentukan yang benar-benar pas. Kadang-kadang kita merasa cocok atau suka dengan nama domain tertentu, namun ternyata nama itu telah dimiliki oleh orang lain.

Namun tetap cari dan tentukanlah nama domain yang cocok dan seunik mungkin. Cari yang sekiranya belum pernah digunakan oleh orang lain. Kemungkinan untuk menjadi mirip dengan nama domain orang lain tentu saja ada karena jumlah website yang sudah begitu banyak saat ini, tapi tetaplah gunakan nama yang benar-benar cocok menurut kita.

Pelajari nama domain yang dipilih

Setelah kita menentukan suatu nama domain yang terasa cocok, jangan buru-buru putuskan untuk membelinya. Cek dan pelajari terlebih dulu nama domain itu. Apakah nama domain itu pernah digunakan sebelumnya? Apakah nama domain itu pernah terdaftar? Apakah nama domain itu pernah memperoleh ‘hukuman’ dari search engine (mesin pencari)? Apakah nama domain itu pernah digunakan untuk melakukan kejahatan (setidaknya digunakan untuk mengirimkan spam)?

Karena, jika ternyata nama domain yang akan kita beli tersebut pernah mengalami atau melakukan hal-hal di atas, maka kita akan kesulitan ketika mulai menggunakannya, setidaknya akan membutuhkan kerja keras untuk dapat masuk ke search engine lagi. Buntutnya tentu saja akan menghambat jalan kita dalam upaya mensukseskan website dengan nama domain tersebut.

Lalu bagaimana cara memeriksa suatu nama domain untuk memastikan apakah nama itu ‘sehat’ ataukah tidak? Kita bisa menggunakan ‘Wayback Machine’ untuk melakukan hal tersebut. Wayback Machine adalah suatu ‘alat’ yang dapat diperoleh secara gratis dan berguna untuk menghindarkan kita dari membeli nama domain yang ‘sakit’.

Nah, setelah nama domain ditentukan dan website mulai dibangun untuk kemudian dioperasikan, perjalanan awal pun dimulai…

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.