Kiat-kiat Meningkatkan Minat Baca (1)

 Kiat-kiat Meningkatkan Minat Baca

BIBLIOTIKA - Setelah mengenali faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca, atau yang menghambat tumbuhnya kecintaan membaca, maka sekarang kita akan mulai mencari pemecahan atau cara mengatasinya. Kiat-kiat berikut ini semoga dapat memberikan wawasan yang dapat dijadikan untuk dapat meningkatkan minat baca.

Tumbuhkan motivasi membaca

Orang-orang yang selalu rajin melakukan sesuatu biasanya digerakkan oleh adanya suatu motivasi tertentu. Begitu pula halnya dengan kecintaan seseorang terhadap aktivitas membaca. Orang tidak akan terbangkitkan minatnya tanpa adanya motivasi yang kuat, karenanya perlu menumbuhkan motivasi terlebih dulu sebelum melakukan sesuatu.

Untuk menumbuhkan minat membaca dan mencintai aktivitas membaca, ada banyak motivasi yang dapat kita gunakan. Misalnya agar bertambah wawasan, dapat mengetahui pemecahan-pemecahan atas berbagai masalah, memperdalam pengetahuan atas sesuatu, ataupun alasan lainnya.

Menumbuhkan motivasi dalam meningkatkan minat baca juga dapat diperoleh melalui tokoh-tokoh terkenal, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Tokoh-tokoh yang terkenal cerdas dan berwawasan luas, semisal KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Amien Rais ataupun Nurcholis Madjid, adalah sebagian kecil tokoh yang juga terkenal aktivitasnya dalam kecintaan membaca.

Dengan mempelajari profil dan kisah-kisah orang terkenal (baik lewat buku, koran, majalah ataupun internet) kita akan dapat memperoleh suntikan semangat untuk dapat meniru dan mencontoh mereka, dalam hal ini kecintaan membaca, karena setidaknya kita akan melihat dan mengetahui bagaimana kecintaan seseorang terhadap aktivitas membaca mampu mengantarkan mereka pada kesuksesan.

D. Zamawi Imron, misalnya, adalah seorang penyair besar Indonesia yang tidak tamat SD. Beliau hanya bersekolah sampai kelas V madrasah ibtidaiyah di kampung halamannya di Madura. Tetapi orang ini dapat sukses menjadi penyair besar negeri ini karena kecintaannya terhadap aktivitas belajar dan kesukaannya membaca.

Begitu pula dengan sastrawan Ajip Rosidi dari Bandung. Beliau juga bukan tamatan perguruan tinggi, tetapi karya-karyanya telah diakui baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hal itu juga diperolehnya karena aktivitas belajarnya sendiri dan kecintaannya terhadap membaca. (Koran Tempo, 21 Oktober 2001)

Tentu saja ada banyak cara lain dalam hal menumbuhkan motivasi untuk mencintai aktivitas membaca. Yang jelas, apapun dan bagaimanapun cara motivasi dibentuk, yang penting kita dapat menumbuhkan motivasi itu terlebih dulu sebelum dapat mencintai kegemaran membaca.

Mulailah dari bacaan yang ringan

Seperti melakukan olahraga, kita perlu melakukan pemanasan terlebih dulu, agar aktivitas olahraga yang dilakukan nantinya akan lebih lancar. Ketika pertama kali menumbuhkan minat membaca, orang biasanya akan cepat menyerah jika langsung berhadapan dengan buku-buku yang tergolong berat atau rumit. Buku-buku yang tergolong berat itu biasanya memang membutuhkan energi dan pikiran yang lebih besar, sehingga pembaca pemula akan langsung merasa lelah ketika membacanya.

Karenanya, akan lebih bagus kalau memulai aktivitas mencintai membaca dimulai dengan buku-buku ringan terlebih dulu. Tak ada salahnya membaca novel, ataupun cerita bersambung di koran, atau bahkan komik sekalipun. Selama tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat serta semangat dalam kecintaan membaca, hal itu sah-sah saja.

Ada kalanya orang tua merasa khawatir apabila melihat anaknya suka membaca komik atau novel. Sebenarnya, komik atau novel—sebagai contoh bacaan ringan—dapat membantu menumbuhkan kecintaan membaca seseorang. Meskipun terkadang orang memulai kecintaan membacanya dari bacaan-bacaan ringan semacam itu, toh pada akhirnya orang akan sampai juga pada kesadaran bahwa ada buku-buku lain yang lebih bagus dan lebih layak untuk dibaca.

Apabila kecintaan pada aktivitas membaca sudah terbentuk, dengan sendirinya kita pun akan menyadari mana bacaan-bacaan yang bagus dan bermutu, serta mana bacaan-bacaan yang hanya membuang-buang waktu.

Jadi, kalau tujuannya adalah untuk merangsang serta menumbuhkan minat baca, tak ada salahnya untuk memulainya dengan bacaan-bacaan ringan terlebih dulu. Sebagaimana orang berolahraga bisa mengalami cedera kalau tidak melakukan pemanasan, orang yang sedang belajar cinta membaca juga bisa menyerah di tengah jalan apabila langsung berhadapan dengan bacaan-bacaan berat yang melelahkan.

Jadilah anggota perpustakaan umum

Di berbagai wilayah, kota dan kabupaten, pada saat ini telah berdiri perpustakaan-perpustakaan umum, baik yang didirikan oleh pemerintah maupun oleh masyarakat secara swadaya. Keberadaan perpustakaan umum ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas kecintaan terhadap membaca buku.

Kalau di tempat kita juga terdapat perpustakaan umum, berkunjunglah ke sana, lalu carilah buku bacaan apa saja yang disukai atau diingini. Kebanyakan perpustakaan umum memiliki koleksi buku yang cukup banyak dan beragam, dan kita bisa memilihnya sesuai selera. Lebih dari itu, bacaan-bacaan yang ada di perpustakaan umum biasanya juga telah terseleksi, dalam arti memang tergolong buku-buku yang dapat dianggap “layak baca”.

Akan lebih bagus lagi kalau kita juga menjadi anggota di perpustakaan umum itu, sehingga dapat meminjam secara lebih leluasa. Proses pendaftaran di perpustakaan umum biasanya tidak rumit, juga tidak membutuhkan biaya yang banyak. Selain itu, dengan menjadi anggotanya, kita dapat mulai memupuk kecintaan terhadap aktivitas membaca.

Baca lanjutannya: Kiat-kiat Meningkatkan Minat Baca (2)

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.