Investasi dan Opsi Saham Karyawan

Investasi dan Opsi Saham Karyawan

BIBLIOTIKA - Kini, seorang karyawan suatu perusahaan dapat ikut memiliki perusahaan tempat bekerjanya dengan adanya opsi saham karyawan. Berikut ini uraiannya.

Pada beberapa dekade terdahulu, hubungan antara karyawan dengan perusahaan tempatnya bekerja hanyalah sebatas pekerja yang mendapatkan gaji atau penghasilan berdasarkan pekerjaan yang dilakukannya, terlepas apakah penghasilan itu berupa gaji tetap ataukah berdasarkan hasil jumlah suatu pekerjaan.

Sistem hubungan perusahaan/karyawan seperti ini adalah sistem yang menciptakan semacam sekat atau batas antara perusahaan dengan para karyawannya. Mengapa? Karena setiap karyawan hanya akan berpikir bahwa dia berada di sana sebagai pekerja dan tugasnya hanyalah melakukan pekerjaannya. Terlepas dari bagaimana kondisi perusahaan dan situasi yang terjadi di dalam perusahaan tersebut, sang karyawan tidak akan terlalu peduli selama dia masih dapat bekerja dan tetap memperoleh penghasilannya.

Sekarang, sistem baru mulai diciptakan, dimana pihak perusahaan menyadari bahwa semakin baik hubungan antara perusahaan dengan karyawannya, maka akan semakin baik pula mutu atau kualitas pekerjaan yang bisa diharapkan dari para pekerjanya. Salah satu sistem baru yang diciptakan dalam upaya untuk mendekatkan dan merekatkan hubungan antara karyawan dengan perusahaan itu adalah sesuatu yang disebut sebagai opsi saham karyawan.

Apakah yang dimaksud dengan opsi saham kayawan itu?

Di dalam buku Ten Minute Guide to Employee Stock Option Purchase Plan, Ken Little menyatakan bahwa opsi saham karyawan adalah, “hak yang dihadiahkan pihak perusahaan kepada karyawannya untuk membeli sejumlah saham perusahaan pada harga tetap selama suatu periode.”

Dengan konsep tersebut, maka kita bisa memahami bahwa opsi saham karyawan memiliki beberapa tuntunan seperti berikut ini:

Karyawan suatu perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan saham perusahaannya. Dan karena sebatas hak, maka hak tersebut tidak diwajibkan untuk dilaksanakan, namun pihak karyawan memiliki pilihan bebas terhadap opsi yang diberikan tersebut.

Karena opsi saham karyawan adalah sesuatu yang dihadiahkan oleh pihak perusahaan kepada karyawan, maka itu berarti pihak perusahaan memberikan sejumlah saham kepada karyawan yang merupakan keputusan matang yang telah disetujui oleh para dewan direksi pemegang saham. Karenanya, pemberian atau penghadiahan saham kepada karyawan ini harus melalui proses hukum yang berlaku.

‘Opsi saham karyawan’ adalah opsi yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada pihak karyawan yang telah disetujui oleh para pemegang saham, dan karyawan yang dipilih untuk memperoleh pemberian tersebut tidak dipilih secara diskriminatif. Sedangkan apabila opsi tersebut berupa ‘Opsi saham’, maka pemberian saham tersebut tidak mutlak harus kepada pihak karyawan, namun bisa saja diberikan kepada supplier atau pelanggan tertentu perusahaan.

Pihak karyawan dapat membeli saham perusahaan dengan harga yang telah ditetapkan oleh pihak manajemen perusahaan, dan biasanya harga tersebut adalah harga yang lebih rendah dibanding dengan harga saham bersangkutan yang berlaku di pasar saham. Harga pasar yang dimaksud di sini adalah harga saham yang diperjualbelikan di bursa saham seperti BEJ (Bursa Efek Jakarta) bagi perusahaan yang sudah go public. Namun jika perusahaan tersebut belum terdaftar di bursa efek, maka nilai pasar yang berlaku di sini adalah nilai buku dari perusahaan tersebut.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka secara tidak langsung pihak karyawan memiliki kemungkinan untuk dapat memperoleh keuntungan yang disebut sebagai capital gain. Namun, karena harga saham mengalami fluktuasi atau berubah-ubah dalam suatu periode, maka kemungkinan untuk mengalami capital loss juga mungkin terjadi.

Berdasarkan hal inilah kemudian yang menyebabkan banyak karyawan (yang diberi opsi saham karyawan) segera melakukan pembelian atas sahamnya ketika harga saham di pasar lebih tinggi dibanding harga yang ditetapkan oleh pihak manajemen perusahaannya, dengan tujuan agar nilai dari capital gain di atas bisa didapatkan.

Perusahaan memberikan sejumlah saham secara bervariasi yang dapat dibeli oleh karyawannya, bergantung pada lamanya si karyawan itu bekerja, atau posisi jabatan dari karyawan bersangkutan. Biasanya jumlah minimum saham yang diberikan adalah 1 lot atau 500 lembar saham sebagai jumlah paling rendah dalam melakukan transaksi di bursa saham.

Karena opsi saham karyawan dibatasi oleh suatu periode tertentu, maka pihak karyawan hanya dapat membeli saham tersebut selama dalam periode yang telah ditentukan. Biasanya yang paling rendah adalah selama enam bulan dan biasanya pula saham tersebut tidak dapat dijual langsung setelah dibeli dari pihak perusahaan. Periode yang telah ditentukan tersebut juga menyiratkan bahwa pihak karyawan tidak dapat menggunakan haknya (dalam membeli saham) di luar periode tersebut dikarenakan capital gain yang besar diperoleh karyawan.

Waktu atau periode dimana karyawan tidak diperkenankan untuk menjual saham yang telah dibelinya (sebagaimana tersirat di atas) disebut sebagai ‘lock-up period’. Umumnya, harga saham perusahaan akan mengalami tingkat penurunan setelah periode lock-up period ini dikarenakan pasokan saham yang banyak di pasar dibandingkan ketika dalam periode lock-up period. Hal semacam ini biasanya terjadi apabila pihak karyawan membeli saham ketika perusahaan melakukan IPO atau initial public offering.

Baca lanjutannya: Dua Macam Opsi Saham Karyawan

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.