Fakta Tak Terbayangkan Seputar Handphone

Fakta Tak Terbayangkan Seputar Handphone

BIBLIOTIKA - Penggunaan handphone atau HP saat ini sudah begitu meluas, bukan hanya pada kalangan tertentu saja, tetapi juga pada kalangan masyarakat umum. Hal ini dipicu karena harga perangkat handphone yang semakin turun, biaya komunikasi nirkabel yang relatif murah, juga karena kebutuhan masyarakat terhadap komunikasi yang semakin meningkat.

Sebagaimana kemajuan teknologi lainnya, kemajuan dalam bidang teknologi handphone pun melaju dengan amat sangat cepat. Sedemikian cepatnya, hingga masih banyak masyarakat yang “tergagap-gagap” dalam mengikuti perkembangannya. Akibatnya, kebanyakan masyarakat hanya mengenal perangkat handphone-nya semata-mata, dan menggunakannya untuk kebutuhannya, tetapi masih kurang mengenali perangkat handphone-nya sendiri.

Kenyataan semacam ini tentunya bukan hanya menyedihkan, tetapi juga menggelikan. Sayangnya, kebanyakan media yang mengulas seputar handphone saat ini sepertinya hanya sibuk memperkenalkan produk-produk handphone terbaru, tetapi tidak diimbangi dengan upaya untuk lebih mengenalkan perangkat itu sendiri. Akibatnya, masyarakat semakin tenggelam dalam hiruk-pikuk teknologi, tetapi sebenarnya masih asing terhadap pengenalan teknologi itu sendiri.

Nah, menyangkut handphone, berikut ini secuplik fakta yang mungkin tak terbayangkan, bagaimana pengaruh handphone dalam kehidupan banyak orang, serta pengaruh handphone terhadap penyakit kulit. Jika Anda termasuk pengguna handphone, Anda perlu tahu fakta ini.

Pengaruh Handphone dalam Kehidupan

Tahukah Anda, sebuah penelitian yang disponsori oleh CPP, menyebutkan bahwa para pemilik handphone di Inggris rata-rata melakukan komunikasi lewat handphone sebanyak 88.518 kali selama 7.203 jam, atau dalam jangka waktu sekitar 10 bulan.

Tentu saja, survei semacam ini belum tentu dapat mewakili keseluruhan pengguna handphone, namun setidaknya bisa diindikasikan bahwa rata-rata seorang pengguna handphone menghabiskan waktu selama 6 hari setahun untuk berbicara atau berkomunikasi melalui handphone.

Penelitian yang telah dilakukan juga menyebutkan bahwa pembicaraan melalui handphone paling lama dilakukan rata-rata selama 48 menit, dan rata-rata sebuah handphone memiliki lebih dari 40 nomor telepon, namun hanya sekitar 12 nomor saja di antaranya yang paling sering melakukan kontak.

Selain itu, disebutkan pula bahwa kaum wanita biasanya berbicara lebih lama daripada kaum lelaki, 68% akan mengangkat panggilan yang masuk, walaupun kadang mereka hanya menyampaikan permohonan maaf karena tak bisa menerima kontak telepon pada saat itu.

Yang aneh, seperempat dari para responden penelitian di Inggris itu menyatakan bahwa mereka menjawab telepon saat di toilet, serta sebanyak 3% mengaku bahwa mereka mengangkat telepon saat mereka tengah berhubungan intim dengan pasangannya.

Handphone dan penyakit kulit

Tahukah Anda, asosiasi dermatologis Inggris (British Association of Dermatologists – BAD), memperingatkan para dokter tentang bahaya handphone bagi kesehatan manusia, yang disebut “dermatitis handphone”. Penyakit ini adalah sejenis ruam yang berkembang di wajah atau di daerah jari-jemari sebagai akibat kontak yang berulang dengan handphone yang mengkilat.

Menurut BAD, setelah kontak yang agak lama, nickel alloy di handphone dapat menyebabkan kulit memerah dan juga gatal. Biasanya, bagian pipi atau wilayah telinga si penderita menjadi merah, dan muncul ruam-ruam yang gatal setelah berlama-lama menggunakan handphone (akibat handphone bergesekan dengan wajah). Ruam-ruam itu bahkan dapat menyebar ke jari-jemari bagi mereka yang sangat suka ber-SMS.

Dalam rilis persnya, BAD menyatakan bahwa handphone yang harganya lebih mahal sebagai biang keladi masalah kesehatan ini. “Penyelidikan yang lebih teliti mengungkapkan bahwa reaksi itu disebabkan oleh nikel dalam handphone, yang sering ditemukan pada casing atau tombol-tombol handphone, khususnya di model yang paling cantik atau mahal,” begitu tulis BAD.

Pada studi ini pula, para dokter di AS melakukan pengujian terhadap nikel di 22 handphone yang populer dari delapan produsen, dan mendapatkan 10 di antaranya memang mengandung nikel.

“Hampir setengah dari handphone yang kami uji tersebut mengandung nikel bebas. Tombol-tombol menu, logo dekoratif di handphone dan bingkai metalik di sekitar layar LCD adalah tempat nikel yang paling umum. Handphone dengan desain yang lebih memikat seringkali memiliki akses metalik dan casingnya lebih mungkin mengandung nikel bebas,” kata Dr Lionel Bercovitch, salah satu penulis studi dari Brown University, Rhode Island.

Selain itu, BAD juga menyatakan bahwa 30% penduduk Inggris menderita alergi terhadap nikel. Perempuan, khususnya, lebih mudah terjangkit dermatitis handphone karena kulit mereka sudah sensitif terhadap nikel yang berasal dari perhiasan. BAD menyarankan mereka yang memiliki ruam di wajahnya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.