Cara Mengukur Kinerja Harddisk Komputer

Cara Mengukur Kinerja Harddisk Komputer

BIBLIOTIKA - Apa yang harus diukur dari sebuah harddisk? Sebagian orang tentunya tahu bagaimana mengukur kualitas dari sebuah prosesor, yang salah satunya adalah melalui frekuensi clock yang digunakan yang akan menunjukkan seberapa cepat sebuah prosesor bekerja. Tetapi bagaimana cara mengukur performa sebuah harddisk?

Ada beberapa cara untuk dapat melakukan hal itu. Pertama adalah dengan mengetahui data rate dari sebuah harddisk. Apa yang disebut sebagai data rate ini adalah banyaknya bit per detik atau byte per second (bps) yang dapat dikirimkan oleh drive ke CPU. Data rate yang biasanya dipakai oleh harddisk adalah 5 dan 40 megabytes per second.

Sedangkan cara yang kedua adalah dengan melihat seek time-nya. Seek time adalah waktu pencarian data yang dibutuhkan oleh harddisk. Seek time ini pada umumnya membutuhkan waktu antara 10 sampai 20 milidetik. Untuk kalangan awam, biasanya yang dilihat menyangkut hal ini adalah pada kecepatan putaran motor servo yang ada di harddisk.

Pertimbangan selain itu yang perlu pula diperhatikan adalah kapasitas drive dimana bit-bit data disimpan.

Pada saat ini terdapat dua sistem interface harddisk yang umum, yaitu IDE dan SCSI. IDE Controller atau pengendali IDE biasanya telah terintegrasi dengan motherboard, sementara harddisk model IDE ini juga biasanya memiliki harga yang lebih murah dibanding yang model SCSI.

Untuk model SCSI, kita masih membutuhkan kontroler atau kartu tambahan karena tidak banyak motherboard yang memiliki kontroler SCSI yang terintegrasi pada motherboard. Selain itu, harga harddisk SCSI juga relatif lebih mahal sehingga secara keseluruhan suatu sistem SCSI relatif lebih mahal daripada yang sistem IDE. Namun, meskipun begitu, harddisk dengan model SCSI ini memiliki kecepatan yang jauh di atas harddisk model IDE.

Interface model IDE mempunyai dua chanel, yaitu kabel primer dan sekunder. Dengan dua chanel ini, yang masing-masingnya dapat melakukan support dua piranti, maka kita dapat memasang CD ROM atau kolom pengubah harddisk (disk changer). Banyak produsen yang kemudian menggunakan sistem ini karena harganya yang lebih bersaing.

Nah, mungkin komputer yang kita gunakan hanya memiliki sebuah chanel IDE yang berisi harddisk dan CD-ROM, sementara chanel yang lain dibiarkan tidak bekerja. Apabila keadaannya memang demikian, maka pada waktu CD-ROM sedang bekerja, maka harddisk akan menunggu sampai transfer data dari dan ke CD ROM selesai terlebih dulu. Dengan begitu, maka akan terjadi penurunan kinerja komputer secara keseluruhan, karena pada dasarnya CD ROM bekerja secara relatif lambat.

Untuk mengatasi hal semacam itu, maka dianjurkan agar harddisk disambungkan dengan chanel utama, sementara CD ROM dihubungkan dengan chanel sekunder agar kinerja komputer tidak menjadi terganggu ketika CD ROM sedang bekerja.

Tetapi, jika yang memang kita butuhkan adalah harddisk yang dapat bekerja secara optimal, maka sistem SCSI adalah sistem yang sesuai. Kemampuannya untuk melakukan tugas yang banyak atau multi-tasking adalah keunggulan dari sistem ini. Apabila kita bekerja dengan menggunakan server dan membutuhkan kapasitas file yang besar seperti audio, video atau aplikasi yang lainnya, maka kita akan memperoleh keuntungan yang lebih apabila kita menggunakan sistem SCSI.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa sistem ini lebih dapat diandalkan untuk tugas yang banyak. Salah satu alasannya adalah karena semua sistem operasi yang ada sekarang mensupport sistem SCSi dengan baik. Selain itu, bus mastering akan benar-benar bekerja dengan baik apabila menggunakan kontroler SCSI bus mastering. Sistem SCSI juga menciptakan harddisk yang paling cepat dengan kinerja yang tinggi.

Apabila kita membutuhkan kapasitas yang besar dan juga transfer rate yang tinggi, maka yang kita buruhkan pastilah sistem SCSI. Hal ini bukan karena sistem IDE tidak bisa atau tidak mampu untuk melakukannya, tetapi lebih karena tuntutan pasar dimana harddisk dengan kelas high-end dengan kapasitas yang besar dan kinerja yang tinggi lebih banyak digunakan untuk server dan tidak dirancang dengan menggunakan sistem IDE.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.