Cara Menambah Harddisk di Komputer

Cara Menambah Harddisk di Komputer

BIBLIOTIKA - Pada masa sekarang ini, kebanyakan harddisk telah memiliki kapasitas ruang penyimpanan yang besar. Namun, kalau kebetulan Anda masih menggunakan harddisk dengan ruang penyimpanan yang relatif kecil dan ingin menambahkan harddisk baru di komputer Anda, atau Anda sudah menggunakan harddisk berkapasitas besar tetapi masih juga kekurangan ruang penyimpanan dan ingin menambahkan harddisk baru ke komputer, maka uraian berikut ini akan membantu Anda.

Apabila harddisk yang Anda gunakan di dalam komputer adalah yang model IDE 40 pin, maka kabelnya terdiri atas dua buah konektor. Kabel yang pertama adalah Primary, sedangkan kabel yang kedua adalah Secondary. Masing-masing kabel ini memiliki dua buah konektor. Karenanya, pada satu kabel dapat terpasang dua buah drive, yaitu dua buah hard drive sekaligus, satu hard drive dan satu CD ROM drive.

Untungnya, pada motherboard biasanya telah diberikan dua buah konektor untuk IDE. Karenanya, Anda akan bisa memasang sampai maksimal empat buah drive apabila Anda tidak menggunakan CD drive IDE.

Pada satu buah konektor, Anda dapat memasang dua buah drive, satu sebagai master dan satunya lagi sebagai slave. Konfigurasi ini dapat Anda gunakan apabila ingin mengkopi data dalam jumlah yang besar, yang tidak akan efektif apabila menggunakan CD apalagi disket. Data dari harddisk slave dapat Anda kopi ke harddisk master, begitu pula sebaliknya.

Atau, bisa pula Anda gunakan konfigurasi master-master, dengan menggunakan dua buah kabel konektor yang berbeda. Jadi, apabila konfigurasinya master-master, maka akan ada Primary Master dan Secondary Master. Hal ini terjadi karena dalam satu kabel yang sama tidak mungkin dua-duanya primary atau dua-duanya slave.

Nah, bagian master atau bagian slave ini dapat ditentukan dengan mengubah setting jumper yang ada di bagian belakang harddisk. Kalau Anda sudah siap, maka berikut ini adalah langkah-langkah untuk menambahkan harddisk ke dalam komputer Anda:

Tentukanlah konfigurasi yang Anda inginkan, apakah Primary Master – Primary Slave, ataukah Primary Master – Secondary Master. Yang perlu diingat adalah, pada Primary Master harus dipasang harddisk yang sudah memiliki sistem operasi. Apabila tidak, maka komputer tidak akan bisa booting. Dalam satu kabel harus ada yang berfungsi sebagai master. Seandainya Anda memasang hanya satu harddisk, maka pasanglah harddisk tersebut sebagai master.

Matikanlah komputer Anda, lepaskanlah kabel yang terhubung ke saluran listrik, kemudian peganglah casing komputer untuk menghilangkan listrik statis dari tubuh Anda.

Ubahlah setting jumper yang ada pada bagian belakang harddisk Anda, sesuai dengan fungsi yang Anda inginkan, apakah akan digunakan sebagai master ataukah akan digunakan sebagai slave. Mengenai keterangan tentang konfigurasi jumper bisa Anda lihat pada bagian punggung harddisk Anda.

Pasanglah harddisk yang baru ke konektor. Perhatikan, untuk kabel data ada sisi yang berwarna merah. Jangan sampai terbalik dalam memasang kabel data ini. Yang bagiannya berwarna merah harus masuk ke pin 1 pada harddisk. Kemudian, cari kabel power yang cocok untuk drive Anda, dan kemudian pasangkan. Kabel power tidak akan terpasang kalau terbalik.

Hidupkan atau nyalakan komputer Anda, lalu masuklah ke setup BIOS, masuk lagi ke setup Standar CMOS, lalu pada bagian harddisk, dan aktifkan mode Auto agar sistem dapat mendeteksi drive yang baru itu secara otomatis.

Apabila ternyata tidak terbaca oleh sistem, maka cobalah cek apakah konektornya sudah menancap dengan baik dan benar. Cobalah lihat apakah kabel merah sudah benar tersambung ke pin 1, juga cobalah cek apakah kabel power sudah tertancap dengan kuat pada harddisk.

Setelah itu perhatikan apakah jumper-nya sudah Anda setting atau letakkan dengan benar. Apabila semuanya memang sudah baik dan benar, maka usaha Anda untuk menambahkan harddisk ke komputer pun akan berhasil.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.