Cara Membuka Toko di Internet (2)

 Cara Membuka Toko di Internet

BIBLIOTIKA - Setelah toko online kita di internet beroperasi, maka awalnya kita harus berpromosi untuk memperkenalkan website yang kita miliki tersebut. Caranya bisa secara ‘offline’ atau ‘online’.

Cara offline misalnya dengan menyebarkan brosur ke tempat-tempat yang ramai, dan menjelaskan (melalui brosur-brosur tersebut) tentang keberadaan website kita. Sedang cara online misalnya adalah dengan mendaftarkan website kita melalui mesin pencari (search engine) di internet, agar orang-orang (pengguna internet) yang tengah mencari suatu barang atau produksi yang kita miliki bisa ‘diantarkan’ oleh mesin pencari ke website kita.

Agar para pengunjung website kita dapat menghubungi kita, maka sediakanlah alamat email atau nomor ponsel kita di dalam website tersebut. Jadi, apabila pengunjung website kita kebetulan berminat dengan produksi yang kita tawarkan tersebut, maka mereka bisa menghubungi e-mail kita atau langsung melalui ponsel kita.

Apabila memungkinkan, bisa pula kita terakan alamat rumah di website tersebut (khususnya kalau kita juga memproduksi barangnya) sehingga calon pembeli yang berminat bisa datang langsung untuk melihat barangnya. Dalam bisnis, ini adalah sebuah peluang yang sangat besar karena dengan ini kita bisa menambah jumlah calon pembeli yang bisa saja kelak menjadi pelanggan.

Jika transaksi jual beli yang dilakukan murni hanya menggunakan internet (dalam arti tidak ada tatap muka secara langsung), maka pembayarannya biasanya dengan menggunakan transfer rekening bank. Tentu saja sistem pembayarannya bisa cash (bayar penuh), atau separuh dari harga total barang yang dibeli.

Untuk hal ini, tentu saja dibutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi, baik dari pihak penjual maupun pihak pembeli, karena masing-masing pihak ini tidak saling mengenal dan tidak saling melihat.

Karenanya, apabila kita memperoleh pesanan dengan cara bayar separuh dari total harga yang dibeli, maka pastikan terlebih dulu bahwa kita mempercayai pihak pembeli tesebut. Jangan sampai kita langsung mengirimkan semua barangnya tapi kemudian sisa pembayaran tidak dikirimkan.

Jika kita merasa ragu-ragu untuk mengirimkan barang kepada pihak pembeli dengan cara bayar separuh ini, maka sebaiknya jangan bertransaksi dalam jumlah besar terlebih dulu. Sebagai permulaan, bertransaksilah dalam jumlah kecil terlebih dulu sambil melihat tingkat kesungguhan dan kejujuran dari pihak pembeli. Jika memang pembeli tersebut jujur (membayar sesuai dengan perjanjian dan tepat waktu), kita bisa mulai meningkatkan jumlah transaksi.

Sekedar catatan; dalam transaksi di internet, pihak pembeli memang biasanya diminta untuk membayar terlebih dulu (baik semuanya ataupun separuh) dengan tujuan untuk memperkecil pembatalan pemesanan, sekaligus juga untuk melihat kesungguhan niat si pembeli. (Dalam dunia bisnis, hal semacam ini bisa dikatakan sebagai ‘tanda jadi’).

Bagaimana memelihara toko online

Sebagaimana kita membangun dan mengelola toko di dunia nyata (bukan di internet), maka tentu saja toko membutuhkan pengelolaan sekaligus juga promosi yang baik agar terus didatangi pembeli. Begitu pun toko yang kita bangun di internet ini juga membutuhkan pengelolaan dan promosi yang tak berhenti agar website kita terus dikunjungi dan transaksi bisa terus terjadi.

Selain itu, karena internet digunakan oleh orang di seluruh dunia, maka kita juga sebaiknya menggunakan bahasa internasional (bahasa Inggris) jika kita juga membidik pangsa pasar dari luar negeri. Dalam pembuatan website, kita bisa menggunakan dwi bahasa (Indonesia dan Inggris) agar pengunjung website bisa memilih bahasa yang ingin digunakannya ketika mengunjungi website yang kita miliki.

Lebih dari itu, diri kita sendiri pun harus membekali diri dengan penguasaan bahasa Inggris agar apabila sewaktu-waktu terjadi komunikasi dengan orang luar negeri kita tidak menjadi bingung.

Namun, apabila hal itu memang tidak memungkinkan, maka kita bisa membayar orang lain yang dapat berbahasa Inggris dengan baik. Dalam bisnis, kita memang perlu mengeluarkan biaya tertentu untuk menggaji orang yang memiliki kelebihan yang kebetulan tidak kita miliki.

Terakhir, agar kita dapat terus mengelola website yang kita miliki dengan baik, tak ada salahnya kalau kita juga sering mengunjungi website-website lain di internet yang juga bergerak dalam bisnis yang sama dengan kita atau yang bisnisnya tak jauh berbeda.

Dengan pemantauan semacam ini, kita bisa menilai kelebihan dan kekurangan website yang kita miliki sehingga kita dapat terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan pada website kita agar tampil secara lebih baik dan lebih menarik.

Rajin mengunjungi website lain di internet juga akan membuat kita tahu tren seperti apa yang sedang berlangsung di dunia (khususnya di internet) sehingga kita dapat terus menyesuaikan barang yang kita tawarkan dengan tren yang sedang diminati.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.