Cara Membuka Toko di Internet (1)

Cara Membuka Toko di Internet

BIBLIOTIKA - Bayangkan internet adalah sebuah kota besar lintas negara dan lintas benua. Di dalamnya ada sekian juta orang dari berbagai negara di seluruh belahan dunia ini yang ‘berlalu-lalang’ setiap hari, tanpa henti. Dan untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang berlalu-lalang itu, maka dibangunlah toko-toko yang menyediakan berbagai keperluan dan kebutuhan bahkan hiburan yang diinginkan orang-orang itu. Nah, toko di dalam internet adalah website.

Berbeda halnya dengan toko yang ada di ‘dunia nyata’ yang biasanya memiliki jam kerja terbatas dan juga jangkauan yang terbatas, maka toko yang ada di ‘dunia maya’ ini dapat beroperasi tanpa henti, tanpa hari libur, tujuh hari seminggu, dua puluh empat jam sehari, dan dapat didatangi oleh siapapun dari berbagai belahan bumi. Jika kita membangun toko di internet, maka toko kita tetap akan buka dan beroperasi meskipun kita sedang tidur atau tengah pergi berlibur!

Bila ingin membuka toko di internet

Modal pertama untuk dapat membuka toko di internet adalah dengan memiliki lahan toko terlebih dulu, alias memiliki sebuah website yang aktif. Tanpa adanya sebuah website, kita tak bisa membuka toko di internet. Sama halnya kita tak bisa membuka toko di dunia kita kalau kita tak memiliki lahan atau tanah untuk membangunnya.

Nah, untuk dapat memiliki website ini, kita bisa membuat sendiri atau dengan menyewa seorang tenaga ahli untuk membuatkannya. Kalau merasa belum mampu membuat sendiri website yang baik, sebaiknya gunakan tenaga ahli untuk membuatnya agar tampilan website yang kita miliki bisa nampak bagus dan profesional.

Sama saja halnya kalau kita ingin membuka toko di dunia nyata ini; kalau kita merasa tidak mampu membangunnya sendiri, sebaiknya sewa tukang batu atau arsitek yang sudah mumpuni.

Bagaimana menjual melalui website

Kalau kebetulan kita telah memiliki suatu usaha di dunia nyata, semisal usaha batik, atau usaha kerajinan tangan (handycraft), tak ada salahnya kalau kita memajang barang-barang itu di website yang kita miliki tersebut. Ini kan tak jauh beda dengan kita menitipkan barang ke pasar atau ke swalayan? Bedanya, kalau kita menitipkan barang ke pasar atau swalayan, maka barang itulah yang kita titipkan di sana. Namun di website, kita hanya cukup memajang foto-foto atau gambarnya saja.

Selain itu, kalau pasar atau swalayan memiliki jangkauan yang terbatas, maka website kita akan dapat menjangkau seluruh dunia. Orang dari belahan dunia mana pun akan bisa melihat barang yang kita jual dan tawarkan jika mereka mampir (atau ‘tersesat’) ke website kita. Lebih dari itu, sekali lagi, jam buka website adalah 24 jam sehari dan kita tidak perlu terus-menerus menjaganya.

Bila tak memiliki barang produksi

Tak perlu khawatir. Ketiadaan barang produksi tidak berarti bahwa kita tak boleh memiliki toko di internet. Sebagaimana kita pun tetap diperbolehkan membuka toko di dunia nyata ini meski kita tidak memproduksi barang jualan kita.

Apabila kita memang ingin membuka toko di internet dan telah memiliki sebuah website untuk itu namun tidak memiliki barang yang dapat dijual karena memang tidak memproduksi apapun, maka kita bisa menghubungi orang atau pihak lain yang mungkin memiliki barang produksi namun tidak dapat menjualnya di internet. Banyak sekali orang atau pengusaha yang seperti itu.

Pengrajin bahan ukir, misalnya, mereka dapat memproduksi barang-barang ukiran yang sangat halus sekaligus bagus, namun belum tentu mereka bisa menjualnya lewat internet karena ketiadaan pengetahuan, kekurangan SDM, atau memang karena sudah merasa cukup bertransaksi bisnis dengan cara biasa (konvensional). Nah, kita bisa menghubungi orang atau pengusaha yang seperti itu dan menawarkannya untuk ikut menjualkan barang produksinya lewat internet.

Untuk jenis hubungan bisnis seperti ini, kita bisa dibilang tak perlu mengeluarkan modal besar, karena kita tidak perlu membawa barang apapun dari pihak si pengusaha atau produsen tersebut. Kita hanya perlu mendapatkan gambar atau foto-foto barang produksi mereka yang tentunya telah mereka sediakan. Kalaupun mereka tidak menyediakan foto-foto atau gambarnya, kita bisa membuatnya sendiri dengan bantuan kamera.

Dengan modal foto-foto atau gambar itu kita bisa menggunakan website yang kita miliki untuk memajangnya sekaligus menawarkannya kepada para pengguna internet di seluruh dunia.

Hubungan bisnis semacam ini bisa disebut sebagai ‘perantara’, dan kita menjadi pihak yang memerantarai pihak penjual dengan pihak pembeli. Jadi apabila ada pembeli yang berminat, kita bisa mengambil barang dari pihak penjual. Hubungan bisnis ini bisa dengan cara bagi hasil keuntungan (fifty-fifty) dengan pihak penjual, atau kita bebas mengambil keuntungan dari harga awal yang ditetapkan oleh pihak penjual.

Baca lanjutannya: Cara Membuka Toko di Internet (2)

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.