Cara Membuat Produk dan Memasarkannya di Internet (2)

Cara Membuat Produk dan Memasarkannya di Internet

BIBLIOTIKA - Mengapa seseorang atau orang-orang mau mengeluarkan uangnya untuk membeli sebuah produk, entah itu sebuah buku, sebuah benda tertentu, atau bahkan hanya untuk sekedar sebuah informasi? Jawabannya begitu jelas, yakni karena orang itu membutuhkannya!

Jadi, salah satu pilar sukses dari terjualnya sebuah produk adalah menjawab kebutuhan orang. Karenanya, sebelum menentukan untuk meluncurkan sebuah produk atau beberapa buah produk untuk dipasarkan di internet, pikirkan terlebih dulu dan jawab pertanyaan-pertanyaan ini:
  1. Apakah produk tersebut memberikan apa yang diinginkan oleh konsumen?
  2. Apakah produk tersebut menjawab kebutuhan mereka?
  3. Sebanyak apa kebutuhan orang yang dipenuhi oleh produk tersebut?
  4. Mungkinkah orang akan mau menukarkan uangnya dengan produk tersebut? Seberapa banyak?
  5. Apa yang menjadi keunggulan dari produk tersebut sehingga orang akan tertarik untuk membeli dan memilikinya?

Apabila jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas dapat diberikan dengan jelas dan lengkap serta terbukti bahwa produk itu memang memberikan jawaban atas kebutuhan banyak orang, maka produk itu memiliki kemungkinan untuk dipasarkan. Skalanya adalah; semakin banyak orang yang mungkin membutuhkan produk itu, maka semakin besar kemungkinan produk itu akan sukses.

Namun, ada kalanya orang menilai produknya sendiri secara subjektif atau kurang adil. Karena dia yang menciptakan produknya, maka dia pun berkecenderungan untuk menganggap bahwa produknya itu memang benar-benar bagus, bahkan yang terbaik. Sebisa mungkin hindari penilaian seperti itu.

Untuk lebih objektif, sebaiknya mintalah pendapat orang lain untuk memberikan penilaian dan komentarnya atas produk itu, dan dengarkanlah bagaimana mereka menilai produk tersebut. Kalau orang-orang lain juga menganggap bahwa produk itu memang bagus dan layak untuk dijual serta ditawarkan kepada orang lain, silakan diteruskan. Namun jika penilaian mereka negatif atau kurang, sebaiknya perbaiki atau sempurnakan terlebih dulu produk itu.

Sebagaimana bisnis di dunia nyata, keuntungan akan didapat jika orang menciptakan suatu produk yang memiliki pangsa pasar yang jelas dan konsumennya memang membutuhkan produk itu. Karenanya, urutan bisnis yang benar adalah bukan menciptakan produk terlebih dulu, namun mencari apa yang dibutuhkan orang-orang terlebih dulu. Kuncinya; cari apa yang dibutuhkan oleh kebanyakan orang, kemudian berikan jawaban bagi kebutuhan tersebut dengan suatu produk yang kita ciptakan dan kita tawarkan.

Testimonial yang mendukung

Kalau kita melihat acara di televisi, kita akan menyaksikan begitu banyak iklan yang berseliweran di antara acara-acara yang disiarkan oleh televisi, dan kita pun dapat melihat bahwa ada begitu banyak artis terkenal yang menjadi bintang iklan dari suatu produk yang diiklankan.

Para produsen yang menciptakan suatu produk yang diiklankan di televisi itu sampai menghabiskan uang jutaan bahkan milyaran rupiah untuk dapat mengontrak seorang artis atau beberapa artis terkenal untuk dapat mempromosikan produk yang dibuatnya.

Apa artinya itu? Secara psikologis, orang akan tergerak untuk membeli suatu produk apabila produk itu diperkenalkan oleh orang lain yang bukan produsennya. Masyarakat kebanyakan akan berpikir bahwa jika produsennya sendiri yang mengiklankan, maka bisa jadi iklan itu tidak objektif.

Namun apabila orang lain yang mengiklankan, maka masyarakat pun akan cenderung lebih percaya, apalagi kalau yang mengiklankan itu artis terkenal yang kebetulan menjadi pujaan atau idolanya. Meskipun si artis terkenal itu memang dibayar untuk mengiklankan produk tersebut, terlepas apakah iklannya objektif ataupun subjektif, masyarakat kebanyakan tidak berpikir sejauh itu.

Karena begitu pentingnya peran orang lain dalam memperkenalkan sekaligus mempromosikan suatu produk inilah kebanyakan produsen dan juga perusahaan-perusahaan itu sampai mengeluarkan banyak dana untuk dapat merekrut artis-artis terkenal untuk bisa mempromosikan produknya—dengan tujuan seperti yang digambarkan di atas itu.

Nah, kaitannya dengan bisnis di internet adalah; produk yang kita ciptakan pun akan memiliki semacam kredibilitas yang lebih tinggi dan kesan yang lebih baik apabila produk itu dipromosikan oleh orang lain, atau oleh beberapa orang lain.

Tentu saja dalam hal ini kita tidak perlu sampai mengeluarkan uang banyak untuk mengontrak artis-artis terkenal. Yang kita perlukan di sini hanyalah beberapa orang yang mau memberikan semacam kesaksian atau testimonial atas produk yang kita tawarkan itu dengan memberikan komentar mereka yang positif untuk produk tersebut.

Setidaknya, kita harus memiliki 5 sampai 10 orang, baik yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal, untuk memberikan testimonial mereka atas produk kita, dan kemudian memajang ucapan testimonial mereka di website kita nantinya. Akan lebih bagus lagi kalau profil diri mereka yang memberikan testimonial itu ditampilkan pula di website kita, meliputi foto dan namanya, lebih baik lagi kalau juga disertai alamat serta nomor telepon mereka.

Dengan adanya kesaksian serta testimonial semacam itu, calon pelanggan akan merasa lebih diyakinkan atas kualitas dan mutu produk kita, dibanding jika hanya diri kita yang menyampaikannya. Ini tak jauh beda dengan istilah yang biasa diungkapkan oleh masyarakat kita dengan istilah ‘getok tular’. Orang-orang biasanya akan lebih mempercayai sesuatu yang bersifat ‘getok tular’ (dari mulut ke mulut) itu dibanding hanya promosi yang diiklankan oleh seorang produsen.

Karenanya, carilah dulu orang-orang yang sekiranya mau dan mampu memberikan kesaksian atau testimonial tersebut, kemudian dokumentasikan testimoni serta profil mereka untuk dipajang di website kita nantinya. Ini akan menjadi salah satu pendukung kesuksesan bisnis kita dalam menawarkan dan memasarkan produk yang kita ciptakan.

Pelajari produk milik pesaing

Di pasaran saat ini ada begitu banyak produk sabun cuci, baik yang batangan ataupun yang berbentuk detergen, dan bisa dikatakan semuanya memiliki pangsa pasar sendiri-sendiri. Sebenarnya, di antara begitu banyak sabun cuci yang ada di pasaran itu tak jauh berbeda dalam hal kualitasnya, namun biasanya ada sedikit tambahan kualitas tertentu yang dimiliki oleh suatu sabun cuci yang tidak dimiliki oleh sabun cuci lainnya.

Nah, ketika akan membuat suatu produk yang akan dipasarkan di internet, lihat, pelajari dan cermati terlebih dulu produk-produk milik orang lain yang sama atau mirip dengan produk kita, kemudian lihat di bagian mana kita bisa memberikan tambahan kualitas yang tidak dimiliki oleh produk-produk milik para pesaing itu. Dengan cara seperti itu, kita akan lebih bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai plus atau nilai tambahan dibandingkan dengan produk sejenis yang telah ada.

Seringkali orang (konsumen) membeli sesuatu bukan hanya karena alasan harganya semata-mata yang mungkin murah, namun juga karena kualitasnya. Ada banyak orang yang tak peduli harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli suatu produk tertentu selama produk itu memiliki kualitas seperti yang diinginkannya.

Karenanya, apabila kita mampu menghasilkan suatu produk dengan kualitas istimewa, atau setidaknya di atas rata-rata dari produk sejenis, maka ada kemungkinan calon pelanggan produk tersebut akan lebih memilih produk milik kita dibanding produk orang lain. Apalagi jika kita mampu memberikan harga yang sama, atau setidaknya selisih sedikit lebih tinggi, maka kemungkinan untuk lebih laku masih lebih besar dibanding jika kita hanya menghasilkan produk sejenis dengan kualitas yang sama seperti produk milik orang lain.

Dalam bisnis penciptaan produk, seringkali ada istilah ‘pelopor’ dan ‘pengekor’. Pelopor adalah pihak pertama yang menciptakan suatu produk tertentu, sementara pengekor adalah pihak di belakangnya yang meniru menciptakan produk yang sejenis.

Namun, tidak selamanya pelopor menjadi pihak yang menang dalam persaingan. Ada kalanya, dan seringkali terjadi, pihak pengekor yang memenangkan persaingan karena mereka melakukan inovasi, perbaikan dan menyempurnakan produk mereka sehingga bisa mengungguli kualitas dan mutu produk milik pihak pelopor.

Baca lanjutannya: Cara Membuat Produk dan Memasarkannya di Internet (3)

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.