Cara Harddisk Memproses Data di Komputer

Cara Harddisk Memproses Data di Komputer

BIBLIOTIKA - Ketika sebuah sistem operasi mengirimkan data ke harddisk untuk direkam, maka drive ini pertama-tama akan memprosesnya dengan menggunakan rumus matematika yang kompleks atau rumit, sambil menambahkan bit-bit ekstra ke dalam data. Ketika data dipanggil kembali, maka bit-bit ekstra tadi akan membuat harddisk dapat mendeteksi dan memperbaiki kesalahan atau kerusakan yang mungkin terjadi yang disebabkan oleh pengaruh magnetic field.

Kemudian, drive akan menggerakkan head ke bagian track yang dituju. Waktu yang diperlukan untuk menggerakkan head ini pada umumnya disebut sebagai seek time. Ketika track yang dituju sudah diperoleh, maka drive akan menunggu sementara platter berputar menggerakkan sektor di bawah head. Waktu yang diperlukan untuk melakukan kesemuanya itu disebut sebagai latency.

Semakin cepat waktu seek time dan latency yang digunakan, maka semakin cepat pula harddisk bekerja. Ketika drive menemukan track yang sesuai untuk mengambil data yang dimaksud, maka drive akan mengirimkan pulsa elektronik kepada head. Pulsa ini kemudian akan menghasilkan pulsa magnetik atau magnetic pulse yang kemudian mengubah keadaan permukaan magnetis dari platter. Inilah yang dikerjakan harddisk dalam hal merekam data.

Proses pembacaan data merupakan kebalikan dari proses perekaman data. Pada proses pembacaan ini, drive akan memposisikan bagian pembacaan dari head pada track yang sesuai dan akan menunggu sektor yang tepat untuk dipakai.

Cara harddisk mengelola data di komputer

Di dalam sebuah harddisk akan terdapat tiga hal yang vital, yakni silinder, head dan juga sektor, sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Apabila kita melihat setting BIOS, maka kita pun akan menemukan ketiga hal tersebut. Ketiga hal itu akan selalu ada pada setiap harddisk komputer jenis apapun.

Nah, harddisk akan menghitung ketiga elemen tadi ke dalam sebuah alamat yang disebut sebagai LBA atau Logical Block Address. Alamat logical block ini kemudian akan dikonversikan ke dalam besaran real silinder, head dan juga sektor. BIOS yang ada pada masa kini akan dapat menggunakan LBA tersebut sehingga keterbatasan yang ada akan dapat teratasi.

Silinder, head dan sektor pada masa sekarang relatif masih digunakan di dalam lingkungan DOS. SCSI drive selalu menggunakan LBA untuk melakukan akses data dari harddisk. Meskipun demikian, sistem operasi yang modern telah dapat melakukan akses data melalui LBA secara langsung tanpa harus melalui BIOS.

Kita dapat melihat bagaimana sebuah data ditempatkan secara fisik di dalam sebuah harddisk. Melalui program benchmark, maka akan dapat dihitung berapa transfer rate atau seek time dari sebuah harddisk. Ada tiga cara pemetaan yang dilakukan oleh harddisk, yaitu horisontal, vertikal dan gabungan antar keduanya.

Pada umumnya, harddisk melakukan pemetaan secara vertikal. Mula-mula, data akan ditulis atau dibaca dari satu silinder dan mulai pada track yang paling atas menuju ke bawah sebelum head bergerak ke silinder berikutnya. Pada pemetaan horisontal, data akan dibaca atau ditulis mulai dari silinder yang paling luar menuju silinder yang paling dalam sebelum head bergerak menuju ke track berikutnya.

Transfer rate akan memiliki nilai yang lebih tinggi apabila harddisk memakai sistem pembacaan atau penulisan dari bagian dalam menuju bagian yang paling luar. Tetapi, ada beberapa harddisk yang menggunakan kombinasi dari keduanya. Pemetaan horisontal digunakan di dalam satu wilayah atau zona, sementara pemetaan vertikal digunakan di antara wilayah atau zona. Tetapi cara ini memiliki transfer rate dan seek time yang hampir sama dengan cara vertikal.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka sebenarnya kita harus memperhatikan cara pemetaan yang dipakai oleh harddisk yang kita beli. Apabila kita membutuhkan transfer rate yang konstan, misalnya untuk video atau musik, maka kita seharusnya tidak menggunakan harddisk yang menggunakan sistem pemetaan horisontal.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.