Antara Profesi dan Investasi (1)

Antara Profesi dan Investasi

BIBLIOTIKA - Bagaimana caranya agar pekerja tidak tetap bisa memiliki penghasilan yang tetap? Inilah jawabannya…

Pada jaman dahulu, orang beranggapan bahwa uang atau penghasilan hanya bisa didapatkan dengan bekerja atau dengan melakukan suatu pekerjaan tertentu. Karenanya, orang-orang pada jaman dulu pun menganggap pekerjaan sebagai sesuatu yang amat penting dalam hidup karena berpandangan bahwa tanpa kerja mereka tidak akan bisa memperoleh uang atau penghasilan. Orang-orang ini menghabiskan hidupnya untuk bekerja, bekerja dan bekerja, dan kemudian memperoleh sejumlah penghasilan dari pekerjaannya itu.

Langkah selanjutnya pun bisa ditebak; mereka akan menggunakan sejumlah penghasilannya tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, memuaskan beberapa keinginannya, mungkin juga menyisihkannya beberapa persen untuk menabung, dan kemudian bekerja keras lagi, mengumpulkan uang lagi, menggunakan penghasilannya lagi, dan begitu seterusnya.

Apakah pola hidup semacam itu salah? Tentu saja tidak, dan itu memang salah satu tuntutan hidup yang kadang (bahkan seringkali) tidak bisa kita hindari. Karena hidup membutuhkan biaya, maka kita yang masih hidup pun tentu harus berupaya dan bekerja untuk dapat memperoleh biaya-biaya hidup tersebut.

Namun sekarang, paradigma tentang hal itu mulai mengalami perubahan, atau setidaknya pergeseran. Dimotori oleh seorang investor terkenal Robert T. Kiyosaki, dia menyatakan bahwa kinilah saatnya uang bekerja untuk kita, dan bukannya kita yang bekerja untuk uang. Kalau dulu orang harus bekerja untuk dapat menghasilkan sejumlah uang, maka sekarang orang dapat tidak bekerja namun tetap bisa memperoleh penghasilan.

Sebenarnya, hal semacam itu pun sudah terjadi pada kehidupan kita sejak beberapa dasawarsa yang lalu. Ada cukup banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan tetap namun mereka tetap memiliki penghasilan yang tetap, atau setidaknya tetap dapat hidup dengan layak berdasarkan penghasilan yang diperolehnya.

Para pekerja profesional, misalnya, mereka mungkin tidak bekerja secara teratur setiap hari, namun mereka toh tetap dapat hidup dengan penghasilannya. Pelukis, penyanyi, atau penulis atau musisi, mungkin mereka tidak setiap pagi berangkat kerja dan sore hari pulang kerja, namun mereka memiliki penghasilan yang bisa dikatakan tetap; mungkin dari royalti, prosentase, bayaran profesional, atau yang lainnya.

Begitu pun sebaliknya, ada cukup banyak orang yang memiliki pekerjaan tetap, mereka bekerja setiap hari; berangkat pagi dan pulang sore hari, namun penghasilan mereka sepertinya tidak selalu mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Pertanyaannya sekarang; bagaimana caranya agar kita bisa memiliki penghasilan yang tetap dengan pekerjaan tidak tetap yang kita miliki sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup secara layak? Atau, kalau mau yang lebih bagus lagi, bagaimana caranya agar kita tetap memiliki penghasilan tetap yang bagus meskipun tidak memiliki pekerjaan yang tetap?

Pembahasan ini akan menyangkut bagaimana karakteristik profesi atau pekerjaan yang kita miliki, dan juga pengelolaan penghasilan yang kita peroleh dari profesi atau pekerjaan itu.
Seumpamanya saja kita berprofesi sebagai penulis novel. Ini tentu saja bukan jenis pekerjaan tetap karena secara kasarnya kita tidak memperoleh penghasilan bulanan yang rutin sebagaimana para pekerja tetap pada umumnya.

Penghasilan yang kita peroleh dari profesi menulis novel ini adalah apabila novel kita telah selesai ditulis dan apabila ada penerbit yang berminat membayarnya untuk diterbitkan. Sistem pembayaran novel bisa menggunakan sistem jual putus, dalam arti kita memperoleh sejumlah uang dari penjualan naskah novel itu secara sekaligus, atau juga menggunakan pembayaran dengan sistem royalti, yang memberikan kita prosentase dari total hasil penjualan yang akan diberikan pada jangka waktu tertentu yang disepakati.

Baca lanjutannya: Antara Profesi dan Investasi (2)

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.