4 Hal yang Tidak Boleh Dilupakan Dalam Lamaran Kerja

 4 Hal yang Tidak Boleh Dilupakan Dalam Lamaran Kerja

BIBLIOTIKA - Apa yang paling penting dalam sebuah surat lamaran pekerjaan? Tentunya kita tahu bahwa sebuah surat lamaran pekerjaan ditulis dan disusun dengan tujuan untuk memperkenalkan diri kita beserta seluruh potensi, prestasi dan kualifikasi yang kita miliki, yang ending-nya adalah memperoleh pekerjaan yang dilamar atau terpilih sebagai orang yang diterima dalam sebuah pekerjaan yang ditawarkan.

Karena surat lamaran adalah sesuatu yang amat penting (kaitannya dengan pekerjaan yang kita inginkan), maka tentu saja membuat surat lamaran memerlukan keseriusan dan tingkat konsentrasi agar hasilnya benar-benar maksimal serta dapat mengantarkan kita pada tujuan mendapatkan pekerjaan.

Namun ada kalanya kita tak bisa meluangkan banyak waktu untuk itu, dan tidak jarang kita mengalami saat-saat kritis semacam ini. Jadi, bisa saja suatu hari tanpa sengaja kita menemukan sebuah lowongan kerja di sebuah iklan atau pemberitahuan yang terdapat di koran, di internet, atau informasi dari teman.

Kita tertarik dengan informasi lowongan kerja itu, namun kita terbentur pada batas waktu yang begitu mepet. Batas pengiriman surat lamaran tinggal beberapa hari lagi, atau mungkin lebih parah; tinggal besok pagi.

Apa yang harus kita lakukan?

Pilihan pertama; kita bisa saja melupakannya, dan berharap suatu saat nanti dapat menemukan informasi atau lowongan lain yang juga sama menariknya. Namun jika itu yang kita pilih, maka hasilnya adalah gambling; kita bisa saja menemukan iklan atau lowongan yang seperti itu, atau tidak sama sekali. Yang jelas, kita telah kehilangan kesempatan dan peluang karena keterlambatan memperoleh informasi.

Nah, pilihan kedua; kita bisa mengejar lowongan itu, meski dengan waktu yang mepet dan mungkin terburu-buru. Kalau pilihan ini yang kita pilih, maka kita mengejar kesempatan, memburu peluang, dan hasilnya bisa diharapkan. Setidaknya, kalau pun kemudian gagal, kita sudah merasa puas hati karena telah berusaha untuk mencoba.

So, kalau kita memilih pilihan yang kedua, yakni mengejar lowongan itu, maka tentu saja kita harus membuat surat lamarannya, meskipun mungkin dengan terburu-buru. Kalau ini terjadi, maka jangan buru-buru panik.

Yang penting, ingat selalu empat hal penting yang harus ada dalam sebuah surat lamaran. Selama kita masih memasukkan empat hal penting ini ke dalam surat lamaran kita, maka setidaknya kita masih bisa berharap lamaran itu goal—meskipun dibuat dengan terburu-buru. Empat hal penting itu adalah:

Data diri atau identitas diri

Ingat, sebuah surat lamaran dibuat dengan tujuan untuk mengenalkan diri kita. Karenanya, sekacau-balau apapun proses pembuatannya, jangan pernah lupakan faktor penting ini. Ingat selalu untuk menuliskan data diri atau identitas diri kita selengkap-lengkapnya dalam surat lamaran yang kita susun.

Data diri atau identitas diri itu meliputi:
  1. Nama Lengkap
  2. Tempat dan Tanggal Lahir
  3. Alamat
  4. Telepon dan/atau HP
  5. E-mail (tidak harus, tapi sebaiknya ada)
  6. Status Perkawinan

Dengan pencantuman data diri yang lengkap tersebut, kita telah memberikan semacam ‘salam’ kepada pihak perusahaan yang kita lamar itu yang memperkenalkan diri kita.

Selain itu, seterburu-buru apapun, jangan sampai salah menuliskan nomor telepon atau nomor ponsel. Tentu saja kita selalu ingat nomor telepon kita sendiri, namun ketika dalam keadaan terburu-buru, kita perlu berhati-hati agar tidak salah tulis, karena biasanya telepon atau ponsel inilah yang akan digunakan oleh pihak perusahaan untuk menghubungi kita kalau mereka merasa tertarik untuk mengundang kita dalam sesi wawancara atau pertemuan lebih lanjut sehubungan dengan surat lamaran tersebut—khususnya kalau lowongan itu ternyata hanya membutuhkan satu atau dua orang saja.

Sekedar catatan; perusahaan yang membutuhkan banyak karyawan baru biasanya akan mengumumkan pemanggilan dan penerimaan karyawan barunya itu dengan menggunakan media massa untuk pemberitahuan. Namun lowongan yang hanya membutuhkan satu atau dua karyawan biasanya hanya akan menggunakan panggilan pribadi terhadap si pelamar dengan melalui telepon atau e-mail.

Data pendidikan

Selain data diri atau identitas diri, faktor penting lain dalam sebuah surat lamaran adalah adanya data menyangkut pendidikan yang telah atau pernah kita tempuh.

Data pendidikan yang kita cantumkan di surat lamaran itu mencakup pendidikan formal, ataupun juga pendidikan nonformal (kursus atau pelatihan). Pendidikan formal misalnya SD / SMP / SMA / Akademi / S1, dan sebagainya, sedangkan pendidikan nonformal yaitu kursus-kursus atau pelatihan yang pernah diikuti, semisal kursus komputer, diklat jurnalistik, dan sebagainya.

Pencantuman data menyangkut pendidikan ini sangat penting untuk dicantumkan dalam surat lamaran, karena melalui keterangan inilah pihak perusahaan akan memiliki semacam gambaran mengenai tingkat intelektualitas yang dimiliki oleh pihak si pelamar.

Tentu saja kita tahu bahwa tidak adil untuk mengukur tingkat intelektualitas seseorang hanya dengan melihat tingkat pendidikan atau ijazahnya saja, karena banyak orang cerdas dan pintar yang mungkin tidak bersekolah sampai tinggi atau tak memiliki gelar dan ijazah yang macam-macam. Tetapi... di dunia pekerjaan (khususnya di negeri kita), begitulah aturan mainnya.

Pengalaman kerja

Hal ketiga yang juga penting untuk disebutkan dalam surat lamaran adalah keterangan pengalaman kerja. Karenanya, apabila kita memang telah memiliki pengalaman kerja sebelumnya, jangan lupa untuk menyebutkannya dalam surat lamaran, khususnya apabila pengalaman kerja tersebut memiliki hubungan dengan jabatan atau pekerjaan yang dilamar tersebut.

Nah, bagaimana kalau belum memiliki pengalaman kerja atau belum pernah bekerja sebelumnya?

Untuk menyikapi hal ini, kita sebaiknya menyebutkan kemampuan yang sekiranya kita miliki untuk jabatan yang kita lamar tersebut. Misalnya, kita melamar untuk posisi sebagai editor di sebuah penerbitan. Kita belum pernah mendapatkan pengalaman kerja di sebuah kantor penerbitan.

Untuk mengatasi hal ini, kita bisa menyebutkan kualifikasi kita dengan mengatakan bahwa kita telah menulis cukup banyak artikel yang telah dimuat di media massa (kalau memang kenyataannya begitu), atau hal-hal lain semacamnya.

Pencantuman pengalaman kerja di dalam sebuah surat lamaran biasanya akan ikut menentukan apakah seorang pelamar akan diterima ataukah tidak. Khususnya lagi kalau kebetulan lowongan kerja yang ada itu mensyaratkan adanya pengalaman tertentu dalam bidang tersebut.

Lampiran

Ini mungkin ketinggalan kalau tidak diingatkan. Karenanya, seterburu-buru apapun, jangan lupakan lampiran-lampiran yang memang penting untuk disertakan dalam sebuah surat lamaran. Karena, lampiran-lampiran ini adalah semacam penguatan atas segala hal yang kita sampaikan di dalam surat lamaran atau di dalam resume dan curriculum vitae.

Lampiran-lampiran yang biasanya disertakan dalam surat lamaran adalah:
  1. Fotokopi ijazah terakhir
  2. Fotokopi kartu identitas diri
  3. Fotokopi sertifikat (yang memiliki kesesuaian dengan pekerjaan yang dilamar)
  4. Pas foto terbaru sebanyak 1 atau 2 lembar
  5. Surat keterangan catatan kepolisian (SKCK)
  6. Surat keterangan kesehatan dari dokter
  7. Surat keterangan pencari kerja dari Depnaker
  8. Surat keterangan pengalaman kerja
  9. Dan beberapa hal lain yang dianggap penting

Tentu saja tidak semua hal tersebut harus selalu ada dalam sebuah surat lamaran. Yang penting, jangan sampai lupa untuk melampirkan dokumen-dokumen penting yang bisa dikatakan wajib ada dalam sebuah surat lamaran, seperti fotokopi ijazah terakhir, fotokopi sertifikat, dan pas foto terbaru.

Tersedia paket e-book BIBLIOTIKA. 
Untuk mendapatkan, klik di sini.