Tips Perawatan dan Penggunaan Baterai Ponsel

Tips Perawatan dan Penggunaan Baterai Ponsel

BIBLIOTIKA - Urusan baterai ngedrop atau baterai yang cepat habis energinya mungkin dapat dianggap sebagai urusan yang sangat populer di kalangan para pemakai ponsel. Ada kalanya, sebuah baterai memang tidak bekerja secara maksimal, dimana energi baterai sudah langsung habis digunakan hanya berselang beberapa jam semenjak di-charge atau setelah diisi energi. Mengapa hal semacam ini bisa terjadi…?

Seringkali, yang menjadikan baterai ponsel cepat menjadi aus sehingga energinya cepat habis adalah karena kesalahan semenjak penggunaan pertamanya. Masih banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara yang benar dalam memperlakukan baterai ponselnya, hingga kemudian berakibat cepat ausnya baterai ponsel yang digunakannya. Tips berikut ini bisa digunakan untuk tujuan menjaga kekuatan dan keawetan baterai ponsel Anda.

Perhatikan pengisian daya pertamanya

Ketika Anda membeli sebuah ponsel baru (dalam arti bukan ponsel second), maka baterai di dalamnya pun juga masih baru. Baterai yang masih dalam keadaan baru ini biasanya hanya menyimpan sedikit energi yang ditujukan untuk percobaan menghidupkan ponsel selama beberapa saat.

Nah, baterai yang masih baru ini memerlukan penanganan khusus dalam hal pengisian energinya. Ketika sebuah baterai baru di-charge pertama kali, energi baterai itu tetap tidak dalam keadaan penuh meskipun indikatornya sudah menunjukkan bahwa baterai tersebut telah penuh terisi.

Sebagian besar baterai ponsel membutuhkan waktu charge (pengisian daya) selama 12 (dua belas) jam ketika pertama kali di-charge. Lamanya waktu pengisian daya (charge) ini dimaksudkan untuk menjadikan baterai benar-benar ‘matang’ sehingga nantinya tidak akan cepat aus. Jadi, kalau Anda membeli sebuah ponsel baru, maka lakukanlah pengisian baterai selama dua belas jam terlebih dulu sebelum Anda menggunakannya.

Selain cara di atas, ada cara lain yang dapat Anda gunakan, yakni dengan melakukan pengisian daya selama beberapa kali dalam satu waktu. Pilihan ini bisa Anda ambil kalau Anda menganggap pengisian energi selama 12 jam itu terlalu lama.

Untuk cara kedua ini, yang pertama harus Anda lakukan adalah meng-charge baterai ponsel Anda seperti biasa. Tunggu sampai indikatornya menyatakan isi baterai telah full. Nah, meskipun indikator baterai menunjukkan isi baterai telah full, tetapi sesungguhnya baterai itu hanya terisi 70 sampai 80 persen saja. Karenanya, setelah Anda melepaskan baterai dari energi listrik, tunggu selama beberapa menit atau sampai seperempat jam, lalu charge kembali baterai ponsel tersebut.

Pengisian daya atau charge yang kedua ini biasanya akan membutuhkan waktu yang lebih lama dibanding dengan charge pertamanya tadi. Ini dengan jelas menunjukkan bahwa kendati indikator baterai sudah menyatakan full, namun kenyataannya baterai Anda tidak terisi secara penuh. Nah, tunggu sampai baterai benar-benar terisi penuh kembali, sesudah itu Anda bisa bebas menggunakannya.

Pengisian pertama atas daya atau energi baterai akan mempengaruhi kinerja baterai ponsel Anda di waktu selanjutnya. Jika pengisian pertama dilakukan dengan benar, maka untuk selanjutnya baterai ponsel Anda pun akan bisa awet digunakan. Begitu pula sebaliknya. Tips ini berlaku untuk ponsel baru dengan baterai yang baru, ataupun untuk ponsel lama yang menggunakan baterai yang baru.

Perhatikan waktu pengisiannya kembali

Sebagian baterai yang masih baru mempersyaratkan agar pengisian energi berikutnya harus menunggu sampai baterai dalam keadaan benar-benar kosong. Artinya, Anda hanya boleh meng-charge kembali apabila baterai itu telah benar-benar habis energinya.

Sebaliknya, ada pula sebagian baterai ponsel yang mempersyaratkan hal sebaliknya, dalam arti Anda harus segera mengisi energi baterai kembali sebelum energinya benar-benar habis.

Kedua syarat berbeda itu dimaksudkan agar baterai yang digunakan dapat menjadi awet dan tidak cepat kehabisan energi. Lalu bagaimana cara kita mengetahui baterai kita memerlukan intruksi yang pertama atau yang kedua? Jawabannya cukup mudah, yakni dengan melihat baterai ponsel kita; apakah baterai itu lithium ataukah non lithium. (Cirinya biasanya ditandai dengan dicantumkannya kata ‘Lithium’ atau ‘Li-Ion’ kalau baterai itu adalah lithium).

Apabila baterai yang Anda gunakan adalah lithium, maka Anda bisa mengisi kembali energi baterai Anda tanpa harus menunggu energinya habis. Tetapi, apabila baterai yang Anda gunakan non lithium atau bukan lithium, maka Anda harus benar-benar menunggu isi baterai Anda habis terlebih dulu sebelum dapat mengisinya kembali.

Gunakan charger yang sesuai dengan merek dan tipe ponsel

Meskipun ada kalanya sebuah charger milik ponsel merek lain dapat digunakan untuk meng-charge energi baterai ponsel Anda, tetapi selalu gunakanlah charger asli yang memang ditujukan untuk meng-charge baterai ponsel Anda, sesuai dengan mereknya, sesuai dengan tipe ponselnya.

Penggunaan charger yang tidak sesuai bukan hanya akan dapat mengakibatkan korsleting, tetapi juga akan dapat membuat baterai ponsel tidak maksimal lagi kinerjanya.

Selain itu, usahakan agar tidak sering-sering melakukan pengisian energi baterai di mobil, karena voltase dan ampere yang dikeluarkan oleh listrik mobil tidak stabil, sehingga dapat merusak atau mengganggu IC Charging, baterai, serta ponsel Anda.

Hindari memati-hidupkan ponsel berulang-ulang

Entah dengan tujuan apapun, sering memati-hidupkan ponsel akan membuat baterai menjadi cepat habis energinya. Sebagai perbandingan, setiap kali Anda mematikan ponsel Anda dan kemudian menghidupkannya kembali, maka energi yang digunakan oleh baterai untuk itu setara dengan aktifnya ponsel selama tiga sampai empat jam.

Artinya, apabila Anda memati-hidupkan ponsel Anda tiga kali berturut-turut, maka baterai ponsel Anda kehabisan energi yang setara dengan aktifnya ponsel selama sembilan jam.

Jauhkan dari medan magnet

Sebisa mungkin, usahakan agar ponsel tidak ditaruh atau diletakkan di dekat benda-benda yang mengandung magnet, seperti tape recorder, speaker aktif, televisi dan lain-lain. Ketika ponsel berada di dekat medan magnet, maka sinyal akan terganggu, dan akibatnya baterai ponsel akan bekerja amat keras untuk terus mendapatkan sinyal.

Selain itu, medan magnet bukan hanya dapat menyedot energi baterai, tetapi juga dapat merusakkan sistem ponsel.

Bila ponsel akan disimpan dalam keadaan mati

Ada kalanya, Anda membeli sebuah ponsel baru, dan kemudian ponsel yang lama Anda simpan dalam keadaan mati. Biasanya, Anda pun berharap agar ponsel yang lama tersebut nantinya dapat digunakan lagi sewaktu-waktu jika Anda membutuhkannya kembali.

Nah, untuk tujuan di atas itu, maka sebaiknya Anda mengisi baterai ponsel tersebut sampai penuh terlebih dulu sebelum ponselnya Anda matikan dan kemudian Anda simpan. Karena, apabila energi yang tersimpan di dalam baterai itu tidak mencukupi dan kemudian Anda simpan dalam waktu yang lama, ada kemungkinan nantinya energinya telah menguap habis, hingga ponselnya tak bisa Anda hidupkan kembali. Ketika hal semacam itu terjadi, maka Anda harus mengganti baterai tersebut dengan baterai yang baru.

Hal-hal yang biasanya menyebabkan energi baterai cepat habis

Ada banyak hal yang menyebabkan energi baterai menjadi cepat habis. Selain sering memati-hidupkan ponsel sebagaimana yang dinyatakan di atas, hal-hal lain juga dapat menyebabkan energi baterai cepat low. Di antaranya adalah yang berikut ini:

Anda bertelepon atau berkomunikasi menggunakan ponsel dalam waktu yang lama, sampai berjam-jam. Apalagi jika aktivitas komunikasi tersebut juga melibatkan fitur lain, semisal perekaman percakapan, tele-conference (aktivitas bekomunikasi dengan lebih dari satu orang secara bersamaan) dan lain-lain.

Ponsel sering digunakan untuk memainkan games atau memutar musik atau film dalam waktu yang lama. Atau Anda menggunakannya untuk memotret, merekam video, mengakses internet, juga dalam waktu yang lama.

Anda berkali-kali melewati BTS. Ketika ponsel melintasi suatu BTS, ponsel akan bekerja keras untuk dapat menyesuaikan diri dengan BTS, dan itu akan menyedot energi baterai.

Biasanya, semakin canggih sebuah ponsel, maka energi baterainya pun akan semakin cepat habis. Ponsel yang hanya ‘mampu’ digunakan untuk bertelepon dan berkirim SMS saja tentunya akan lebih awet baterainya jika dibandingkan dengan ponsel yang dapat digunakan untuk berbagai macam kegunaan, semisal browsing internet, chatting dan lain-lain.

Panjang-pendeknya usia baterai ponsel

Selain memiliki merek yang bermacam-macam, setiap baterai ponsel juga memiliki tipe yang bermacam-macam. Seringkali, yang menjadikan panjang atau pendeknya usia baterai bukanlah mereknya, melainkan tipenya. Untuk mengetahui sepanjang apa kira-kira usia baterai ponsel Anda, ulasan berikut ini dapat memberikan perkiraan:

Apabila baterai ponsel Anda bertipe NiCad (Nickel Cadmium), maka kapasitas daya atau kekuatan baterai akan mulai melemah setelah 300 kali charge. Setelah 300 kali charge itu terlewati, maka lamanya waktu penggunaan baterai akan semakin cepat, dan biasanya Anda akan mulai sering mengisi kembali energinya, sampai kemudian Anda harus membeli baterai yang baru untuk menggantikannya karena sudah tak layak digunakan lagi.

Apabila baterai ponsel Anda bertipe NiMH (Nickel Metal Hydryde), maka kapasitas dayanya akan menurun setelah 500 kali charge.

Apabila baterai ponsel Anda bertipe Lithium, maka kapasitas dayanya akan menurun setelah 1000 kali charge.

Apabila baterai ponsel Anda bertipe Li-Ion (Lithium Ion) atau Li-Polymer, maka kapasitas dayanya akan menurun setelah 1500 kali charge.

Semua ‘ukuran’ yang disebutkan di atas itu adalah untuk penggunaan baterai secara benar. Apabila ternyata dalam proses penggunaan baterai yang Anda lakukan selama ini keliru atau tidak benar, maka lamanya energi baterai pun akan lebih singkat daripada yang diuraikan di atas. Salah satu cara untuk menghindari hal itu adalah dengan tidak sering-sering meng-charge baterai ponsel Anda jika tidak perlu.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.