Tips Menghindari Kerugian Pulsa yang Tak Diinginkan

Tips Menghindari Kerugian Pulsa yang Tak Diinginkan

BIBLIOTIKA - Apabila di atas sudah ada tips seputar menghemat pemakaian pulsa, maka tips berikut ini adalah tips dalam menghadapi kemungkinan kerugian pulsa. Yang dimaksud dengan ‘kerugian pulsa’ adalah berkurangnya pulsa dari ponsel Anda secara terus-menerus, secara sadar ataupun tak sadar, karena adanya hubungan dengan pihak ketiga. Dalam hal ini, ‘pihak ketiga’ yang dimaksud adalah CP atau content provider, perusahaan yang biasa menawarkan segala macam bisnisnya dengan cara berlangganan via SMS.

Ada begitu banyak orang yang merasa heran, bingung, dan juga stres dalam menghadapi masalah yang satu ini, namun tidak semua orang tahu bagaimana cara mengatasinya. Orang-orang ini menerima SMS dari pihak lain yang tidak dikenalnya, dan kemudian penerimaan SMS-SMS itu mengurangi pulsa di ponselnya. SMS-SMS itu dikirimkan secara rutin dan pulsa pun terus-menerus terpotong.

Orang-orang ini sudah mencoba melakukan banyak cara untuk dapat menghentikan pengiriman SMS-SMS itu dengan harapan agar pulsanya tidak terus diambil, tetapi semua langkah yang dicoba tetap saja tak berhasil. Karena frustrasi menghadapi masalah yang sepele tapi sangat menjengkelkan itu, sampai ada banyak orang yang kemudian dengan terpaksa mengganti nomor ponselnya demi tidak kehilangan pulsanya seperti di atas.

Apakah Anda juga pernah mengalaminya? Anda merasa tidak pernah mendaftarkan nomor ponsel Anda ke content provider manapun, Anda tidak merasa pernah meminta dikirimi SMS apapun kepada para penyelenggara bisnis via SMS semacam itu, tetapi kemudian Anda terus-menerus mendapatkan kiriman SMS dari waktu ke waktu, dan penerimaan SMS yang terus-menerus itu juga secara terus-menerus memotong jumlah pulsa di ponsel Anda.

Tentu saja Anda merasa dirugikan dan bingung menghadapi masalah yang semacam itu. Lebih bingung lagi, Anda juga tidak tahu bagaimana cara menghentikan kiriman-kiriman SMS yang terus-menerus ‘merampok’ pulsa Anda tersebut.

Mengapa hal semacam itu bisa terjadi? Dan lebih dari itu, bagaimana cara menyiasatinya, bagaimana menghadapinya, serta bagaimana solusinya? Tips-tips berikut ini akan menawarkan solusi pemecahannya, serta sedikit menjelaskan bagaimana hal semacam di atas itu bisa terjadi.

Kalau bisa, gunakan voucher untuk mengisi pulsa

Pada saat ini, barangkali pengisian pulsa melalui voucher sudah tidak populer lagi, karena pulsa elektronik sudah banyak menggantikannya. Dengan menggunakan pulsa elektronik, orang tinggal datang ke penjual atau penyedia pulsa dan kemudian membeli sejumlah nominal tertentu. Harganya juga biasanya lebih murah dibanding pulsa voucher, selain itu juga tidak ribet atau repot. Tinggal menyebutkan nomor ponsel saja, lalu pulsa pun masuk dan Anda tinggal membayar. Praktis!

Tetapi, kalau memang memungkinkan, lebih baik Anda menggunakan voucher ketika akan mengisi pulsa di ponsel Anda. Mengapa? Karena pengisian pulsa secara langsung melalui voucher akan memungkinkan nomor ponsel Anda tidak diketahui oleh orang lain. Ketika nomor ponsel Anda telah diketahui oleh orang lain, maka selalu ada kemungkinan orang tersebut menjual atau memberikan nomor Anda kepada pihak-pihak tertentu yang membutuhkannya.

Ulasan ini sama sekali tidak bermaksud menyatakan kalau penyedia pulsa elektronik itu menjual atau memberikan nomor-nomor ponsel dari para pelanggannya ke pihak lain. Hanya saja, demi keamanan dan kenyamanan diri Anda sendiri, ada baiknya kalau Anda selalu menyimpan nomor ponsel Anda dari orang-orang yang tidak Anda kehendaki.

Dengan selalu menjaga nomor ponsel Anda dan tidak memberikannya secara sembarangan kepada pihak lain, maka keamanan serta kerahasiaan nomor Anda pun akan lebih terjamin, sehingga nomor Anda tidak menjadi ‘sasaran’ dari pihak-pihak tertentu yang kebetulan telah mendapatkan nomor Anda.

Hindari meminjamkan ponsel ke sembarang orang

Ada orang-orang yang sama sekali tidak pernah merasa mendaftarkan nomor ponselnya ke CP atau content provider manapun untuk mendapatkan SMS berbayar atau SMS berlangganan, tetapi kemudian mendapatkan kiriman SMS secara rutin ke ponselnya. Akibatnya, pulsanya terus-menerus terpotong.

Ketika ditelusuri ke pihak content provider bersangkutan, dijelaskan bahwa nomor tersebut pernah didaftarkan, tetapi lagi-lagi orang yang menerimanya merasa bahwa dia tidak pernah mendaftarkan nomor ponselnya.

Mengapa hal semacam ini bisa terjadi? Ada kemungkinan ponsel orang di atas itu pernah digunakan orang lain yang kemudian mendaftarkan nomornya ke suatu content provider. Orang lain yang melakukan (mendaftar) itu bisa saja anggota keluarga (pasangan, anak, adik, kakak atau yang lainnya), atau bisa pula orang lain yang pernah meminjam ponsel tersebut, apapun alasannya.

Ketika Anda menyerahkan atau meminjamkan ponsel kepada orang lain, selalu ada kemungkinan orang tersebut menggunakannya secara tidak bertanggung jawab. Bisa saja dia iseng mendaftarkan nomor Anda ke content provider tertentu, atau bisa saja dia merasa penasaran dengan suatu layanan tertentu dan kemudian memanfaatkan ponsel Anda untuk mendapatkan layanan via SMS itu, dan lain-lain.

Ini sama sekali tidak bermaksud menyarankan agar Anda sama sekali tidak menolong orang lain yang mungkin membutuhkan bantuan ponsel untuk menghubungi seseorang yang memang perlu dihubunginya. Yang dimaksud di sini adalah agar Anda berhati-hati ketika meminjamkan ponsel kepada orang lain, khususnya kepada orang-orang yang tidak terlalu Anda percaya.

Selalulah ingat untuk mengecek daftar SMS

Hampir semua ponsel secara otomatis akan menyimpan setiap SMS yang pernah dikirimkan. Apabila ponsel Anda belum memberlakukan hal ini, Anda bisa mengaktifkannya. Dengan menu tersebut, maka semua SMS yang terkirim dari ponsel Anda akan tersimpan secara otomatis, dan Anda akan bisa mengeceknya.

Dengan rajin mengecek daftar SMS yang pernah terkirim, Anda akan segera mengetahui kalau ada orang lain yang pernah menggunakan ponsel Anda untuk mendaftar ke suatu layanan tertentu dari suatu content provider. Ciri-ciri dari SMS yang digunakan untuk mendaftar layanan dari content provider adalah SMS yang diawali dengan tulisan REG dan kemudian dikirimkan ke nomor tertentu yang biasanya hanya terdiri atas empat digit nomor.

Dengan mengetahui hal ini, Anda akan dapat segera mengambil langkah tertentu apabila di kemudian hari muncul SMS-SMS tak diinginkan yang kemudian memotong pulsa Anda secara terus-menerus.

Hindari mengikuti kuis-kuis SMS yang tidak jelas

Kuis via SMS sudah menjadi ‘barang umum’ di masa kini, dan ada banyak orang yang menyukai, bahkan menggilai, kuis-kuis via SMS semacam itu. Yang lebih menggiurkan lagi, kuis-kuis lewat SMS ini biasanya menawarkan hadiah yang luar biasa; dari sejumlah uang tunai, pulsa dalam jumlah besar, sampai barang-barang mewah semacam barang elektronik dan kendaraan.

Ada dua macam kuis SMS. Yang pertama adalah kuis yang diselenggarakan melalui suatu acara televisi atau berita dan iklan di koran, sedang yang kedua adalah kuis yang secara langsung dikirimkan ke ponsel.

Untuk jenis kuis yang pertama, penyelenggara kuis biasanya mengadakan acara kuisnya melalui suatu acara televisi, dan para peminat kuis dapat mengikuti kuis tersebut melalui ponselnya dengan cara mengirimkan SMS tertentu.

Begitu pula kuis-kuis yang diberitahukan melalui media massa lain semacam koran, majalah atau radio, kuis-kuis itu pun diberitahukan melalui media-media tersebut, baik berita ataupun iklan, dan kemudian orang-orang yang berminat bisa mengikutinya dengan cara mengirimkan SMS ke penyelenggaranya.

Kemudian untuk jenis yang kedua, yakni kuis SMS yang dikirimkan secara langsung ke ponsel, adalah kuis yang diadakan oleh pihak tertentu yang penyelenggaraannya langsung dari SMS ke SMS. Mereka mengabarkan kuisnya melalui SMS, dan Anda bisa mengikutinya lewat SMS pula. Tidak ada pemberitahuan via televisi, tidak ada berita atau iklan di koran-koran, radio atau media lainnya.

Kalau memang Anda ingin mengikuti kuis-kuis via SMS semacam itu, maka yang perlu diingat-ingat adalah memastikan siapa penyelenggaranya dan bagaimana sistem kuisnya. Jika siapa penyelenggaranya memang jelas, sistem pengundiannya transparan dan biaya yang dibebankan disebutkan secara terbuka, Anda bisa mengikutinya meskipun tetap perlu kehati-hatian.

Tetapi, jika siapa penyelenggaranya tidak jelas, kemudian pengundiannya tidak transparan, serta berapa biaya yang dibebankan juga tidak disebutkan secara terbuka, maka jauhi dan hindari saja kuis itu.

Jika Anda memang ingin berlangganan SMS berbayar

Nah, lalu bagaimana kalau Anda sendiri yang memang ingin mendapatkan suatu layanan SMS berbayar yang memang Anda inginkan? Bisa saja Anda membaca suatu iklan tertentu dan kemudian tertarik untuk mendapatkan layanan SMS berbayar tertentu.

Kalau memang begitu kenyataannya, cermati terlebih dulu kejelasan dari penyelenggaranya. Lihat apakah iklan tersebut dilengkapi dengan nomor telepon customer service yang dapat dihubungi, dan cobalah periksa apakah nomor telepon itu memang benar-benar aktif dan dapat dihubungi.

Lalu pastikan berapa kali SMS berlangganan tersebut akan dikirimkan kepada Anda dalam setiap harinya atau setiap minggunya, agar Anda dapat mengkalkulasi berapa banyak biaya yang harus Anda keluarkan untuk keperluan berlangganan SMS tersebut.

Kemudian, pastikan bahwa penyelenggara layanan tersebut mencantumkan pemberitahuan mengenai cara berhenti berlangganan yang disebutkan secara jelas. Yang dimaksud dengan ‘disebutkan secara jelas’ di sini adalah ‘benar-benar jelas dan dapat Anda pahami’. Hal itu dimaksudkan agar apabila sewaktu-waktu Anda ingin menghentikan layanan SMS berlangganan tersebut, Anda akan dapat langsung menghentikannya.

Apabila semua syarat di atas terpenuhi, maka Anda bisa mendaftarkan nomor Anda untuk mendapatkan layanan SMS berbayar tersebut. Jika tidak, jauh lebih baik menahan diri daripada menjadi korban yang dirugikan.

Jika terlanjur mendapatkan kiriman SMS berlangganan

Berdasarkan ulasan di atas, maka semua kiriman SMS yang kemudian mengurangi jumlah pulsa Anda bisa terjadi karena Anda memang secara sengaja mendaftarkan nomor Anda untuk mendapatkan SMS berlangganan, atau bisa pula terjadi SMS itu datang padahal Anda tidak pernah mendaftarkan diri untuk menerima kiriman SMS tersebut. Nah, bagaimana kalau Anda sudah tak menghendaki datangnya SMS-SMS yang terus-menerus mengurangi pulsa Anda tersebut?

Semua operator sudah membuat keputusan bersama dengan para penyedia content atau content provider bahwa cara untuk melakukan penghentian berlangganan SMS berbayar adalah dengan melakukan perintah yang berisi UNREG (unregistration) melalui SMS ke nomor penyedia content. Jadi, kalau Anda menginginkan agar pengiriman SMS berlangganan ke ponsel Anda dihentikan, gunakan perintah tersebut (UNREG) ke nomor yang selama ini mengirimkan SMS ke ponsel Anda.

Jika Anda sudah mengirimkan perintah UNREG tetapi SMS itu tetap saja dikirimkan ke ponsel Anda, gunakan perintah STOP dan kirimkan ke nomor yang sama. Jika perintah STOP sudah dikirimkan namun Anda tetap saja kehilangan pulsa karena SMS-SMS itu tetap saja datang ke ponsel Anda, laporkanlah ke customer service operator ponsel yang Anda gunakan. Pihak operator nantinya akan dapat menelusuri nomor pengirim SMS tersebut dan dapat membantu Anda untuk menghentikan pengiriman SMSnya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.