Tips Menggunakan Ponsel dengan Aman dan Nyaman

Tips Menggunakan Ponsel dengan Aman dan Nyaman

BIBLIOTIKA - Anda tentunya sudah sering menyaksikan berita di televisi yang mengabarkan tentang perampokan atau perampasan ponsel di jalanan, pencurian ponsel yang ditinggal di mobil, ataupun kecelakaan di jalan raya yang disebabkan kelalaian orang saat menyetir karena sambil berkomunikasi melalui ponsel. Dua puluh tahun yang lalu, mungkin berita-berita seperti itu tak pernah terdengar, karena memang waktu itu ponsel belum menjadi sesuatu yang populer seperti sekarang.

Berdasarkan data kepolisian Indonesia, jumlah kecelakaan di Jakarta pada tahun 2007 meningkat sebanyak 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat ada 5.154 jumlah kasus kecelakaan di jalan raya, dan 71 persen kasus kecelakaan itu disebabkan karena kelalaian saat berkendara.

Di Amerika lebih parah lagi. Di sana, setiap tahunnya terjadi empat ribu sampai delapan ribu kasus kecelakaan yang disebabkan oleh karena kelalaian berkendara, yang diakibatkan karena pecahnya perhatian pengemudi ketika mengendarai mobilnya, dan sebagian besar kasus adalah karena si pengemudi berponsel sambil berkendara.

Sementara itu, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa aktivitas ber-SMS selama berkendara telah meningkatkan jumlah kecelakaan sampai 400 persen. Karena kenyataan itulah kemudian sebanyak 240 orang dokter yang tergabung dalam AMA (American Medical Association) ikut mendukung larangan mengetik SMS ketika berkendara di jalan raya, dan mereka mendorong AS untuk mengundangkan larangan tersebut. Sedangkan menurut AAA (American Automobile Association), berponsel sambil mengemudi merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan lalu-lintas.

Di Amerika sendiri saat ini sudah ada peraturan tegas yang melarang siapapun menggunakan ponsel selama ada di jalan raya. Peraturan tegas mengenai hal itu diterbitkan karena korban kecelakaan di jalan raya akibat sopir berkomunikasi melalui ponsel lebih banyak dibanding kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh sopir yang mabuk. Beberapa negara lain semisal Thailand, Malaysia dan Filipina juga sudah menerapkan larangan menggunakan ponsel ketika sedang berkendara, dan mereka juga menetapkan sanksi yang serius.

Perilaku berponsel sambil berkendara, baik menggunakan mobil ataupun sepeda motor, sama-sama berkemungkinan membahayakan yang sama, baik bagi si pengemudi sendiri, maupun bagi orang atau pengendara lain.

Di New South Wales, Australia, misalnya, dalam waktu enam bulan saja polisi di sana telah menilang sebanyak 20.000 (dua puluh ribu) orang berkendara karena melanggar lalu-lintas akibat berkendara sambil menggunakan ponsel. Menurut polisi di sana, berkendara sambil menggunakan ponsel sama buruknya dengan berkendara sambil mabuk, bahkan jauh lebih berbahaya.

Di Indonesia, peraturan menyangkut penggunaan ponsel sepertinya belum ditegaskan, selain hanya anjuran-anjuran yang bersifat moral atau tidak resmi. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 hanya menyebutkan larangan bagi penumpang pesawat untuk mengaktifkan barang elektronik karena mengganggu navigasi penerbangan. Sanksi yang dikenakan untuk pelanggaran itu pun tergolong cukup berat, yakni hukuman penjara antara satu hingga dua tahun, atau denda sebanyak Rp. 200 juta. Tetapi, di luar hal itu, belum ada undang-undang yang secara resmi diberlakukan menyangkut penggunaan ponsel.

Tetapi, meskipun begitu, bukan berarti setiap orang bebas menggunakan ponselnya dimana pun atau di waktu kapan pun. Meski negara ini tidak (atau belum) secara tegas memberlakukan peraturan mengenai ponsel, tapi tentunya setiap pemilik dan pengguna ponsel sudah selayaknya memahami bahwa penggunaan ponsel juga diatur oleh etika, karena—disadari atau tidak—penggunaan ponsel dapat menyebabkan kecelakaan, kejahatan, atau setidaknya ketidaknyamanan bagi diri sendiri atau orang lain.

Bahwa ponsel memberikan manfaat yang begitu besar kepada kita, itu adalah fakta. Tetapi bahwa ponsel juga dapat mengakibatkan terjadinya hal-hal yang tak diinginkan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain, itu juga adalah fakta.

Coba perhatikan ilustrasi berikut ini. Anda sedang duduk berdesak-desakan di dalam angkutan umum, semisal mikrolet, di siang hari yang panas. Anda dan para penumpang lain merasakan keringat membasahi tubuh karena siang begitu terik.

Sementara itu, di tengah keadaan berdesakan dan kepanasan itu, salah satu penumpang ada yang sedang sibuk ngobrol-ngobrol dengan orang lain melalui ponselnya dengan suara yang begitu keras. Bagaimana kira-kira reaksi Anda dan orang-orang lain di dalam mikrolet itu? Anda dan orang-orang lain merasa tidak nyaman.

Atau bisa pula suatu malam Anda baru akan pulang dari luar kota untuk kembali ke kota tempat tinggal Anda setelah menyelesaikan urusan pekerjaan. Anda merasakan tubuh begitu lelah, letih, dan Anda pun berharap nanti dapat tertidur di bus sepanjang perjalanan agar setidaknya Anda bisa lebih segar ketika bertemu keluarga di rumah. Maka Anda pun mencoba duduk senyaman mungkin di kursi bus dan berharap segera terlelap.

Tetapi kemudian Anda terus-menerus terganggu oleh suara dering ponsel dari seseorang di dekat Anda yang sedang asyik berkomunikasi lewat SMS di ponselnya. Setiap semenit sekali dering ponsel terdengar, dan Anda tidak juga bisa memejamkan mata. Bagaimana perasaan Anda? Tentu saja Anda terganggu, atau bahkan bisa saja marah-marah dalam hati.

Begitu pula dengan orang-orang lain apabila kita menggunakan ponsel dengan cara yang terlalu demonstratif, tidak menghiraukan kepentingan orang lain atau menggunakannya di tempat atau di waktu yang tidak tepat. Karenanya, penggunaan ponsel tidak hanya melibatkan pulsa semata-mata, tetapi juga perlu melibatkan pengetahuan, etika serta kesadaran dalam menggunakannya.

Selain faktor kenyamanan diri sendiri dan orang lain, penggunaan ponsel yang tidak semestinya juga dapat mengakibatkan kecelakaan serta kejahatan. Nah, untuk melengkapi uraian yang cukup panjang lebar di atas, berikut ini adalah tips dan saran untuk dapat menggunakan ponsel secara aman dan nyaman, khususnya dalam perjalanan dengan mobil atau angkutan umum.

Bila menggunakan ponsel di mobil

Sebagaimana yang telah dinyatakan di atas, Indonesia belum secara tegas memberlakukan peraturan mengenai larangan pemakaian ponsel di dalam kendaraan. Tetapi, meskipun begitu, bukan berarti tidak pernah ada korban kecelakaan di jalan raya yang disebabkan oleh karena penggunaan ponsel. Di antara begitu banyaknya korban kecelakaan yang terjadi di negeri ini, hampir dapat dipastikan sebagiannya disebabkan karena kelalaian mengendara karena berkomunikasi melalui ponsel.

Karenanya, saran dan tips berikut ini dapat digunakan untuk menjaga keselamatan diri Anda sendiri maupun orang lain apabila Anda menggunakan ponsel selama berada di jalan raya:

Untuk amannya, maka aturan pertama yang harus Anda lakukan apabila menerima panggilan melalui ponsel ketika tengah berkendara di jalan raya adalah dengan tidak menghiraukan panggilan itu sama sekali, atau mematikan ponsel Anda selama berada di jalan raya.

Kalau memang Anda harus mengaktifkan ponsel selama berada di jalan raya karena kemungkinan akan mendapat panggilan yang penting, maka pinggirkanlah kendaraan Anda terlebih dulu sebelum menerima panggilan itu. Tetaplah berhenti di pinggir jalan raya selama melakukan percakapan melalui ponsel tersebut, dan Anda baru menjalankan kembali kendaraan Anda apabila komunikasi telah selesai.

Apabila dua hal di atas itu tidak memungkinkan, misalnya karena kesulitan untuk meminggirkan kendaraan disebabkan jalan raya yang macet, maka gunakanlah handsfree. Kalau memang Anda sudah tahu bahwa pada waktu itu Anda akan menerima panggilan yang penting, pasangkanlah perangkat handsfree ke ponsel Anda dan hubungkanlah ke telinga Anda.

Nantinya, ketika panggilan itu terjadi, Anda tinggal memencet tombol penerima di kabel handsfree dan bisa langsung berkomunikasi secara lancar tanpa harus memegangi ponsel, sehingga kedua tangan Anda akan terus bebas mengendalikan setir.

Kalau ternyata ponsel Anda tidak dilengkapi perangkat handsfree, atau kalau ternyata Anda terlupa membawa perangkat itu, gunakanlah fitur loudspeaker yang ada di ponsel selama Anda berkomunikasi melalui ponsel. Tutup semua jendela mobil, dan biarkan ponsel bersuara cukup keras melalui loudspeaker. Toh tidak ada orang lain yang akan mendengarnya. Dengan cara ini, Anda bisa berkomunikasi dengan lancar melalui ponsel tanpa harus mengalihkan pandangan dari jalan raya di depan Anda.

Sebisa mungkin persingkatlah komunikasi melalui ponsel ketika tengah melaju di jalan raya, dan hindari pembicaraan yang dapat menyulut emosi. Beritahukan kepada orang yang menghubungi Anda bahwa Anda sedang berkendara di jalan raya, dan tanyakan atau mintalah untuk melanjutkan percakapan di lain waktu.

Jangan pernah meninggalkan ponsel di dalam mobil dalam keadaan dapat dilihat dari luar, semisal di atas jok atau di atas dashboard ketika Anda keluar dan meninggalkan mobil. ‘Pemandangan indah’ berupa ponsel yang dapat dilihat dari luar akan memancing niat jahat orang yang ingin mengambilnya. Lebih baik bawa serta ponsel Anda ketika keluar dari mobil.

Bila menggunakan angkutan umum

Menggunakan angkutan umum, entah bus, mikrolet atau kereta api, bisa dilakukan dalam perjalanan dekat atau juga perjalanan jauh. Perjalanan dekat dengan menggunakan angkutan umum biasanya dilakukan para pelajar yang berangkat atau pulang dari sekolah, mahasiswa yang akan pergi atau pulang dari kampus, atau bisa pula orang yang berangkat atau pulang dari bekerja.

Apabila Anda mengadakan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang, maka Anda akan diminta untuk mematikan atau menonaktifkan ponsel Anda. Tetapi bila Anda mengadakan perjalanan dengan angkutan umum di darat, semisal bus, mikrolet atau kereta api, peraturan semacam itu tidak ada.

Karenanya, Anda sendirilah yang ‘memberlakukan’ aturan menyangkut penggunaan ponsel selama perjalanan di angkutan umum tersebut, baik demi keselamatan diri sendiri, maupun demi kenyamanan orang lain. Tips berikut ini akan membantu Anda.

Hindari berdesak-desakan ketika akan masuk bus, ataupun ketika tengah berdiri di dalamnya. Pada waktu-waktu menjelang hari besar, semisal liburan atau hari raya, penumpang angkutan umum semisal bus atau kereta api akan meningkat jumlahnya dan secara otomatis para penjahat pun akan makin banyak yang ‘bekerja’. Ponsel Anda akan menjadi incaran penjahat jika Anda berdesak-desakan sementara ponsel Anda tampak begitu mudah dijangkau.

Simpanlah ponsel di tempat yang aman. Hindari menyimpan ponsel di dalam tas atau di saku yang longgar.

Matikan fitur dering ponsel Anda, dan gunakan saja fitur vibrasi atau getar, sehingga ponsel Anda tidak mengganggu atau menarik perhatian orang lain ketika ada panggilan yang masuk, sementara Anda tetap tahu kalau ada panggilan yang masuk di ponsel Anda.

Selama berada di angkutan umum, khususnya di mikrolet, hindari mengadakan komunikasi melalui ponsel. Kalau memang Anda merasa perlu menerima suatu panggilan yang Anda anggap penting, terimalah panggilan itu dan berkomunikasilah dengan suara yang pelan dan sewajarnya. Selain itu, persingkat pembicaraan atau janjikan bahwa Anda akan menghubunginya nanti.

Hindari menggunakan ponsel, baik untuk keperluan apa saja, selama berada di tempat-tempat yang rawan. Anda tidak pernah tahu kapan kejahatan akan menghampiri Anda, dan Anda pun tak pernah tahu seperti apa orang yang memiliki niat jahat. Jauh lebih aman menunda hasrat untuk menyentuh dan bermain-main dengan ponsel daripada menjadi korban kejahatan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.