Tips Memberikan Ponsel kepada Anak

Tips Memberikan Ponsel kepada Anak

BIBLIOTIKA - Pada masa sekarang ini, ponsel sudah bukan lagi barang mahal atau sesuatu yang eksklusif sifatnya. Siapa saja dapat memilikinya, dari tukang bakso sampai direktur perusahaan, dari orang-orang tua sampai anak-anak.

Kepemilikan atas ponsel bagi anak mungkin karena didasari oleh keinginan orangtuanya untuk dapat selalu terhubung dengan si anak agar dapat selalu berkomunikasi dengan mudah dan lancar. Tetapi pernahkah Anda memikirkan bahwa ponsel yang ada di tangan anak dapat juga menjadi bumerang…?

Dr. Regina Milteer, seorang dokter dan psikolog spesialis anak yang juga anggota dari American Academy of Pedriatics Council on Communiation and Media, menyatakan bahwa anak-anak seringkali menjadi lupa diri kalau sudah menggunakan ponsel.

Dr. Regina menyatakan, “Banyak orangtua mengeluhkan anak-anaknya yang menjadi lupa waktu kalau sudah menggunakan ponsel miliknya, entah untuk menelepon, saling berkirim SMS dengan kawan-kawannya, ataupun ketika bermain-main games di ponsel. Akibatnya, waktu tidur dan waktu belajar jadi banyak tersita.”

Apa yang dinyatakan oleh Dr. Regina Milteer tersebut didukung oleh Dr. Amy Linn, seorang psikolog dari Wayne State University, Michigan. Dr. Amy Linn menegaskan, “Selain menyebabkan prestasi belajar anak jadi menurun, ponsel dengan segala fiturnya juga telah menjauhkan atau setidaknya mengurangi kesempatan bersosialisasi anak dengan kawan-kawan sebayanya. Padahal, anak pada usia antara 6 sampai 10 tahun harus ditingkatkan kemampuan sosialisasinya.”

Selain yang dinyatakan oleh dua pakar di atas, ponsel yang dipegang oleh anak-anak juga dapat menyebabkan kecemburuan sosial. Anak-anak belum cukup mampu untuk memahami bahwa tidak semua anak bisa memiliki ponsel seperti dirinya, dan naluri untuk pamer pun begitu besar terjadi di dalam perilaku anak. Selain itu, membekali anak dengan ponsel, apalagi dengan ponsel yang baru dan canggih, juga menyebabkan si anak rentan menjadi korban kejahatan.

Jangan langsung membayangkan bahwa kejahatan yang mungkin terjadi adalah semacam perampokan atau perampasan karena ponsel yang digunakan anak Anda adalah ponsel yang baru dan canggih. Ada jenis kejahatan lain yang lebih mengerikan namun tak terlihat yang dapat disebabkan oleh sebuah ponsel canggih yang ada di tangan anak, yakni kejahatan melalui fasilitas internet yang ada di ponsel.

Menyadari akan kemungkinan kejahatan semacam itu, pemerintah Jepang pada saat ini telah mengeluarkan peraturan yang diserukan kepada para orangtua dan para guru di sekolah untuk melakukan pembatasan penggunaan ponsel oleh anak, khususnya jika ponsel yang digunakan dilengkapi fasilitas internet.

Statistik menunjukkan bahwa sebanyak 33 persen anak usia SD yang berumur antara 7 sampai 12 tahun telah memiliki ponsel, dan sebanyak 93 persen anak usia SMP telah terbiasa bermain-main dengan ponsel. Yang mengerikan, mereka umumnya terjebak di dalam kencan dunia maya (virtual dating), pelecehan seksual (harrashment) atau penganiayaan mental (bulying) melalui forum-forum online dimana mereka bersekolah (online school forum).

Sebenarnya, memberi atau membekali anak dengan perangkat ponsel tentu saja sesuatu yang diperbolehkan. Sebagaimana yang dinyatakan di atas, tujuan orangtua dalam membekali anaknya dengan ponsel pastilah karena didasari oleh kebutuhan untuk tetap dapat berkomunikasi dengan mudah dan lancar sehingga orangtua akan lebih mudah dalam memantau si anak. Lebih dari itu, adanya ponsel tersebut akan semakin mempererat hubungan antara orangtua dengan si anak, sekaligus juga mulai memperkenalkan si anak terhadap teknologi.

Hanya saja, di luar keinginan yang baik tersebut, dibutuhkan suatu kearifan tersendiri dalam hal memberikan ponsel kepada anak, dengan tujuan agar niat baik itu tidak sampai membawa efek yang mungkin akan buruk.

Yang pertama perlu dipahami oleh orangtua adalah bahwa anak belumlah perlu dibekali dengan ponsel apabila masih berada dalam radius yang terjangkau oleh orangtuanya. Pemberian ponsel kepada anak yang belum terlalu membutuhkan ponsel justru akan tidak efektif, karena nantinya ponsel tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya, namun hanya akan menjadi sarana untuk main-main dan bergaya.

Karenanya, kalau memang Anda berniat untuk memberikan ponsel kepada anak Anda dengan tujuan untuk dapat memantau keberadaan serta aktivitasnya, tips berikut ini akan memberikan bantuan yang berguna.

Berikan ponsel dengan fasilitas yang secukupnya saja

Tujuan Anda memberikan ponsel kepada anak tentunya adalah untuk memperlancar komunikasi Anda dengan anak-anak, sekaligus agar Anda dapat memantau keberadaannya. Karenanya, usahakan agar hanya memberikan ponsel dengan fasilitas yang terbatas kepada anak-anak Anda. Tidak perlu memberikan ponsel yang canggih dengan banyak fasilitas yang hebat. Selain anak Anda belum terlalu membutuhkannya, fasilitas-fasilitas yang canggih juga dapat membawa anak untuk melakukan hal-hal yang kurang bertanggung jawab.

Sebagaimana yang Anda tahu, melalui internet yang ada di ponsel, siapapun dapat mengakses informasi, berita atau apapun yang mungkin tidak pantas dilihatnya, termasuk oleh anak Anda. Fasilitas bluetooth atau infra merah dapat mempermudah siapapun untuk mentransfer data apapun dalam format digital, dari ponsel ke ponsel. Fasilitas kamera di ponsel dapat membuat siapapun tergelitik untuk membuat rekaman-rekaman yang mungkin tidak layak dilakukan, termasuk oleh anak Anda.

Karenanya, kalau tujuan orangtua membekali anaknya dengan ponsel adalah bertujuan untuk memperlancar komunikasi, maka sebaiknya berikanlah ponsel dengan fasilitas yang terbatas, misalnya hanya bisa digunakan untuk menelepon dan berkirim SMS, khususnya kalau anak Anda masih belum cukup mengetahui arti tanggung jawab secara sepenuhnya.

Lakukan pemeriksaan rutin pada ponsel

Tidak ada salahnya kalau sesekali Anda memeriksa isi ponsel anak Anda untuk mengetahui bahwa dia tidak menyalahgunakan kepemilikan ponselnya. Tentu saja ini tidak bermaksud memasuki wilayah privasi anak Anda, namun untuk memastikan bahwa anak Anda memang benar-benar menggunakan ponsel tersebut sebagaimana tujuan Anda memberikannya.

Pemeriksaan ini lebih penting lagi apabila ponsel yang digunakan oleh anak Anda kebetulan memiliki fitur-fitur canggih sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Hal-hal yang buruk tidak selamanya terjadi di luar sana, tetapi bisa saja ada begitu dekat dengan anak yang Anda sayangi, di dalam ponsel yang selalu didekapnya.

Berikanlah pengertian kepada anak

Pemberian ponsel kepada anak bisa saja terjadi karena niat orangtua, atau bisa pula karena permintaan si anak yang mungkin karena iri melihat teman-temannya yang juga menggunakan ponsel. Ketika pertama kali memberikan ponsel kepada anak, berikanlah pengertian kepadanya bahwa pemberian ponsel itu adalah bertujuan untuk memperlancar komunikasi antara orangtua dengan anak.

Karenanya, sebelum ponsel itu berpindah tangan ke anak, tegaskanlah bahwa anak boleh menggunakan ponsel itu, namun tidak boleh menggunakannya di waktu-waktu tertentu, semisal pada jam tidur atau di waktu seharusnya ia belajar, atau ketika menghadiri acara-acara keluarga.

Kalau kemudian si anak didapati menggunakan ponsel di waktu-waktu yang telah dilarang itu, maka orangtua dapat menegurnya dengan mengingatkannya pada ‘perjanjian’ semula. Dari sini, maka pemberian ponsel kepada anak tidak hanya akan memperkenalkannya kepada teknologi semata-mata, tetapi juga mulai memperkenalkannya kepada arti tanggung jawab.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.