Tips dan Panduan untuk Ponsel Berkamera

Tips dan Panduan untuk Ponsel Berkamera

BIBLIOTIKA - Kamera di dalam ponsel sudah bukan lagi barang baru. Semenjak digunakan pertama kali beberapa tahun yang lalu, pada saat ini hampir semua ponsel yang digunakan kebanyakan orang telah dilengkapi dengan fasilitas kamera.

Namun, meskipun ponsel berkamera sudah menjadi barang umum, anehnya masih banyak orang yang belum juga memahami beberapa hal penting menyangkutnya. Padahal, ponsel berkamera lebih memerlukan perawatan serta perlakuan khusus dibanding ponsel non-kamera. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat memperhatikan beberapa tips berikut ini.

Perhatikan perawatan kamera

Ponsel kamera lebih rentan dengan benturan. Karenanya, sebisa mungkin hindarkan ponsel berkamera dari benturan apalagi sampai jatuh. Lensa kamera yang amat tipis dapat hancur atau retak apabila terkena guncangan atau benturan. Selain itu, lensa kamera juga rentan dengan debu, sehingga Anda harus benar-benar menjaga serta merawatnya.

Apabila lensa kamera dilengkapi penutup, selalu gunakan penutupnya apabila kamera sedang tidak digunakan. Namun apabila lensa tidak dilengkapi penutup, biasakanlah untuk secara rutin mengelapnya dengan menggunakan kain yang lembut atau kertas tisu yang bersih.

Hindari menggunakan kamera saat baterai low

Penggunaan kamera, baik untuk memotret atau merekam video, akan menyedot energi baterai dalam jumlah yang sangat besar. Karenanya, apabila baterai dalam keadaan low atau hampir habis, sebaiknya hindari penggunaan kamera melalui ponsel, khususnya kalau Anda tidak mempersiapkan baterai cadangan.

Bisa saja Anda jadi kehilangan kesempatan untuk menerima telepon yang penting gara-gara ponsel mati karena energi baterai yang habis, dan habisnya energi baterai itu karena Anda keasyikan memotret dengan kamera ponsel.

Lakukan transfer data secara teratur

Penggunaan kamera di dalam ponsel untuk memotret atau merekam video akan menghasilkan timbunan file di dalam ponsel. Apabila ponsel dilengkapi dengan memori eksternal, maka memori akan cepat habis ruangannya dan ponsel akan semakin berat dalam mengaksesnya.

Sedangkan kalau ponsel tidak dilengkapi dengan memori eksternal, maka semua file yang dihasilkan dari aktivitas pemotretan atau perekaman video akan tertumpuk di memori internal atau memori sistem. Ketika file-file itu semakin banyak, maka kinerja ponsel akan menjadi makin lambat, bahkan akan sering mengakibatkannya hang.

Karenanya, biasakanlah untuk mentransfer file-file data yang telah Anda buat tersebut ke komputer, agar data-data itu tidak memberatkan kinerja ponsel Anda. Selain itu, penyimpanan data ke komputer akan membuat data-data tersebut akan menjadi lebih aman karena tidak setiap orang akan dapat mengaksesnya.

Hindari penggunaan kamera untuk hal-hal yang bersifat pribadi

Meskipun ponsel bisa dianggap sebagai benda yang bersifat pribadi, tetapi penggunaan kamera ponsel untuk memotret atau merekam hal-hal yang bersifat pribadi adalah sesuatu yang riskan. Anda pastinya sudah tahu bagaimana kamera ponsel bisa membuat seseorang jadi ‘mendadak terkenal’ gara-gara ‘foto-foto pribadi’nya dilihat oleh banyak orang.

Disengaja atau tidak, kamera ponsel yang digunakan untuk merekam gambar atau video untuk hal-hal yang bersifat pribadi dapat membawa Anda kepada sesuatu yang tidak diinginkan.

Pada saat ini, orang dapat ‘membajak’ isi ponsel orang lain dengan teknologi bluetooth yang digabungkan dengan suatu aplikasi tertentu. Ketika orang ‘iseng’ semacam itu berhasil memasuki sistem ponsel Anda, maka orang itu pun akan dapat melihat sekaligus ‘mengobrak-abrik’ seluruh data yang Anda simpan di dalam ponsel.

Dia dapat mengambil, mengirim dan melakukan apapun atas data-data tersebut sesuai dengan keinginannya. Karenanya, meskipun mungkin ponsel Anda telah diproteksi dengan fitur keamanan apapun, tetap saja menyimpan data yang bersifat pribadi akan menjadi sesuatu yang riskan sekaligus berisiko.

Kemudian, ketika suatu data masuk ke dalam ponsel, khususnya data dalam bentuk gambar atau video, maka data itu secara otomatis akan ‘melekat’ di dalam memori ponsel. Penghapusan data yang dilakukan secara manual tidak secara otomatis membuat data itu terhapus secara permanen.

Meskipun kemudian Anda telah mentransfernya atau menghapusnya, data itu tetap dapat dikembalikan dan bisa dilihat kembali. Artinya, kalau Anda menyimpan suatu data tertentu ke dalam ponsel, selalu ada kemungkinan orang lain akan dapat melihatnya kembali meskipun data itu telah Anda hapus dari dalam memori ponsel.

Jangan gunakan untuk memotret bayi

Sebagian besar kamera di ponsel telah dilengkapi dengan fasilitas lampu flash. Kegunaan dari lampu flash ini adalah untuk menjadikan gambar yang dihasilkan lebih terang, khususnya apabila digunakan di tempat yang gelap atau tidak terlalu mendapatkan cahaya matahari.

Kalau kamera ponsel Anda juga dilengkapi dengan fasilitas lampu flash, hindari kamera Anda untuk memotret bayi atau balita karena dapat mengganggu kesehatan penglihatan mereka. Jika memang ingin menggunakan kamera di ponsel untuk memotret buah hati Anda, sebaiknya gunakanlah di tempat yang terang atau di tempat yang terjangkau sinar matahari, agar lampu flash tidak menyala saat kamera digunakan.

Mintalah ijin kepada orang yang Anda tuju

Apabila ingin menggunakan kamera di ponsel untuk memotret seseorang, mintalah ijin terlebih dulu kepada orang bersangkutan. Tidak semua orang senang difoto, dan tidak setiap orang menyukai apabila gambarnya tersimpan di dalam ponsel orang lain. Karenanya, selalulah minta ijin kepada siapapun yang akan Anda rekam dengan kamera Anda, apapun tujuannya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.