Tips dan Etika Meminjam Ponsel

Tips dan Etika Meminjam Ponsel

BIBLIOTIKA - Sebenarnya, ponsel adalah barang yang bersifat pribadi, tak jauh beda dengan telepon rumah. Tetapi, karena ponsel biasa dibawa kemana-mana, maka kesan pribadi itu pun sepertinya menjadi berkurang, dan orang pun jadi tidak terlalu segan atau malu bila sewaktu-waktu meminjam ponsel dari seseorang yang lainnya.

Meskipun meminjam ponsel milik kawan atau orang lain bukanlah hal yang tabu, tetapi sebisa mungkin hindari aktivitas meminjam yang terlalu lama atau terlalu sering. Hanya meminjamlah apabila memang sangat perlu atau mendesak, dan hanya meminjamlah untuk keperluan mengirim SMS atau menelepon yang singkat. Orang yang telah meminjamkan ponselnya telah memberikan kemurahan hatinya, dan orang yang meminjam tentunya harus menghargai kemurahan hati itu.

Untuk tips dan etika lainnya menyangkut soal pinjam-meminjam ponsel, berikut ini uraiannya.

Pinjamlah apabila telah diijinkan

Apapun alasannya, hindari meminjam ponsel orang lain tanpa ijin. Umpamanya, Anda butuh menelepon seseorang namun pulsa Anda telah habis. Anda melihat ponsel milik kawan Anda tergeletak di dekat Anda, sementara pemiliknya sedang di dalam kamar mandi atau di tempat lain. Sekali lagi, apapun alasannya, hindari menggunakan ponsel milik orang lain sebelum mendapatkan ijin dari pemiliknya.

Meskipun mungkin nantinya kawan Anda tersebut dapat memaklumi tindakan Anda yang menggunakan ponselnya tanpa ijin, tetapi tindakan semacam itu secara tidak langsung akan menunjukkan bahwa Anda tidak menghargainya. Lebih dari itu, sebagaimana Anda dapat saja menjadi marah apabila ponsel Anda digunakan orang lain tanpa sepengetahuan Anda, maka orang lain pun begitu.

Gunakanlah hanya seperlunya

Ketika meminjam ponsel milik seseorang dan orang tersebut telah mengijinkan, gunakanlah ponsel pinjaman itu seperlunya saja. Kalau tujuan Anda meminjam ponsel itu adalah untuk mengirimkan SMS atau menelepon seseorang, maka segera kembalikan ponsel itu kepada pemiliknya setelah tujuan atau urusan Anda selesai. Tidak perlu iseng membuka-buka isi ponselnya untuk melihat-lihat.

Ada kalanya orang menyimpan data-data tertentu yang tidak ingin dilihat atau dibaca oleh orang lain, semisal SMS dari pasangan ataupun yang lainnya. Tindakan membuka-buka data milik orang lain di ponselnya dapat membuat orang menjadi marah dan menyesal karena telah meminjamkan ponselnya.

Selain itu, hindari pula menggunakan fasilitas yang ada di ponsel tersebut selain untuk tujuan peminjaman tadi. Kalau memang tujuan meminjam ponsel itu untuk menelepon secara singkat, segera kembalikan apabila percakapan telah selesai. Tidak perlu iseng menggunakan kameranya untuk memotret sesuatu, atau menggunakan browser internetnya untuk mengecek e-mail Anda.

Katakan pinjaman itu pada orang yang Anda hubungi

Kalau Anda menelepon seseorang dengan ponsel pinjaman, katakanlah hal itu kepada orang yang Anda telepon tersebut. Pernyataan itu akan membuat orang yang Anda telepon dapat memaklumi apabila Anda menelepon dengan terburu-buru atau dalam waktu singkat, sekaligus pula akan memberitahukan kepadanya bahwa nomor yang Anda gunakan tersebut bukanlah nomor ponsel milik Anda.

Begitu pula kalau Anda meminjam ponsel untuk tujuan berkirim SMS. Berikanlah keterangan dalam SMS yang Anda kirimkan tersebut bahwa Anda mengirim SMS itu dari ponsel milik orang lain. Dengan begitu, orang yang Anda kirimi SMS itu tidak bingung untuk mengetahui siapa pengirimnya, sekaligus juga memberitahukan kepadanya agar tetap membalas SMS itu ke nomor ponsel Anda (jika memang akan membalasnya).

Hindari mengutak-atik isi ponsel

Ada kalanya, orang meminjam ponsel bukan untuk keperluan berkirim SMS atau untuk menelepon, tetapi hanya sekadar ingin melihat-lihat isinya. Hal semacam ini biasa terjadi antar orang yang memang sudah cukup akrab, dan memang kebiasaan itu sudah menjadi hal biasa. Tetapi, meskipun begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar aktivitas pinjam-meminjam ponsel semacam itu tidak menyinggung perasaan orang lain.

Kalau Anda saling meminjamkan ponsel dengan kawan Anda, dan kemudian Anda mendapati ada beberapa fitur tertentu yang diproteksi dengan password atau nomor PIN, misalnya fitur SMS, jangan mencoba mengutak-atik password atau nomor PIN tersebut.

Jika orang yang punya ponsel sampai mengetahuinya, dia bisa saja tersinggung. Adanya proteksi dalam bentuk password atau nomor PIN itu sudah secara tegas menunjukkan bahwa dia tidak ingin orang lain dapat mengaksesnya, dan Anda sebaiknya menghargai privasinya.

Kemudian, apabila Anda tertarik dengan suatu ringtone musik tertentu atau suatu gambar tertentu di dalam ponsel yang Anda pinjam tersebut, jangan langsung mengkopi atau mengirimkannya ke ponsel Anda. Mintalah ijin terlebih dulu kepada pemiliknya, dan biarkan dia sendiri yang secara langsung mengirimkannya ke ponsel Anda. Ada kalanya orang tidak ingin berbagi suatu ringtone atau gambar wallpaper tertentu karena keunikannya, dan Anda harus menghargai keputusannya. Anda sendiri pun tentunya ingin memiliki suatu ringtone atau wallpaper sendiri yang bersifat pribadi, kan?

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.