Ternyata Meja Kantor Lebih Kotor Dibanding Toilet

Meja Kantor

BIBLIOTIKA - Mana lebih kotor, toilet atau meja kantor? Jawabannya mungkin mengejutkan, karena meja kantor lebih kotor dibanding toilet. Di planet ini diperkirakan ada sekitar 5.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 (lima juta triliun) kuman, dan jumlah kuman yang mencengangkan itu hidup di atas atau sekitar meja-meja perkantoran. Telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa meja kerja atau meja kantor merupakan salah satu sumber kuman terbesar yang dimiliki manusia.

Dr. Charles Gerba, pakar mikrobiologi dari University of Arizona, menyebutkan bahwa meja kerja dan seisinya—seperti mouse dan keyboard komputer—menjadi tempat paling kotor di perkantoran. Jejak sentuhan tangan dan debu yang membekas pada barang-barang itu menjadikannya bagian yang sangat kotor. Ironisnya, kamar mandi atau toilet adalah tempat paling bersih di perkantoran.

Umumnya, setiap perkantoran memiliki petugas kebersihan yang secara rutin membersihkan toilet setiap hari. Tetapi tidak ada yang membersihkan meja kerja, termasuk kertas-kertas dan arsip yang menumpuk dalam waktu lama. Kalaupun petugas kebersihan membersihkan ruang kantor, yang umum dilakukan hanya menyapu, mengelap, dan sekadar menyeka permukaan barang-barang perkantoran dari debu. Karena itu, berdasarkan penelitian Dr. Charles Gerba, rata-rata meja kantor menyimpan bakteri 400 kali lebih banyak dibanding toilet!

Peralatan kantor yang sering menjadi sarang kuman terbanyak adalah pesawat telepon. Rata-rata pesawat telepon mengandung lebih dari 4.000 kuman per sentimeter persegi, jauh lebih banyak dibanding toilet yang hanya mengandung 8 kuman per sentimeter persegi. Selain telepon, perangkat komputer—seperti mouse dan keyboard—juga mengandung banyak kuman, karena paling sering disentuh setiap hari namun jarang dibersihkan.

Para ahli mikrobiologi dari University of Arizona menguji beragam tempat umum untuk menentukan bagian yang paling banyak mengandung kuman, dan mereka menemukan bahwa permukaan yang sering disentuh menjadi yang paling banyak tercemar sisa cairan tubuh, seperti keringat, air ludah, juga dahak. Setelah seseorang menyentuh permukaan barang tersebut, maka apa pun yang kemudian disentuhnya akan ikut tercemar. Tombol lampu, misalnya, mengandung sekitar 217 bakteri yang dapat berpindah dari tangan ke tangan.

Yang menarik, penelitian lain yang dilakukan Scott Kelley, profesor biologi di San Diego State University, menunjukkan bahwa meja kerja pria lebih kotor dibanding meja kerja wanita. “Setidaknya ada 500 spesies bakteri di kantor, dan meja kerja pegawai pria cenderung lebih banyak kumannya dibanding pegawai wanita,” ujarnya. Tetapi, dia menambahkan, “Anda tak perlu mengkhawatirkan meja kerja Anda, karena itu hanyalah cerminan diri Anda sendiri.”

Scott Kelley dan timnya mengambil sampel dari 90 perkantoran di New York City, San Fransisco, dan Tucson, Arizona. Mereka menyeka kursi, telepon, meja, mouse dan keyboard komputer, lalu menganalisis DNA bakteri yang ada untuk mengidentifikasi jenis dan jumlahnya. Hasilnya, sebagian besar bakteri yang ditemukan berasal dari kulit manusia, rongga hidung, mulut, atau usus. Selain itu, bakteri dari tanah juga banyak ditemukan di sana.

Seperti disinggung di atas, meja kantor pria lebih kotor dibanding meja kantor wanita. Rata-rata pegawai pria menyimpan bakteri sekitar 10 sampai 20 persen lebih banyak di mejanya, dibandingkan pegawai wanita. Hal itu diperkirakan karena pria cenderung kurang higienis. “Pria dikenal tidak suka mencuci tangan dan menggosok giginya sesering wanita, dan biasanya dianggap memiliki sifat yang lebih jorok,” kata Scott Kelley. Selain itu, rata-rata tubuh pria lebih besar dibanding wanita, sehingga memiliki permukaan yang lebih besar bagi bakteri untuk tinggal dan berkembang biak.

Fakta bahwa toilet lebih bersih dibanding rata-rata meja kantor itu sudah mengejutkan. Tetapi, ternyata, kenyataan tak jauh beda juga terjadi di rumah kita. Dr. Charles Gerba dan rekan-rekannya telah melakukan riset dan penelitian panjang menyangkut bakteri dan sarang-sarang kuman, dan hasilnya menunjukkan bahwa kamar mandi adalah tempat yang jauh lebih bersih dibanding dapur, sehingga ia membuat kesimpulan ekstrim bahwa orang akan lebih aman membuat roti di atas toilet daripada di dapur.

Dapur serta peralatannya yang lembap—seperti lap tangan dan tempat cuci piring—disebut sebagai tempat yang paling banyak mengandung bakteri. Sedangkan benda yang paling kotor di dapur adalah spons cuci piring. Hasil penelitian Dr. Gerba menyebutkan bahwa spons cuci piring mengandung sekitar 50 juta bakteri! Bakteri feses banyak ditemukan di spons cuci piring, juga lap tangan. Sementara bak cuci piring adalah tempat berkumpulnya jenis-jenis kuman yang paling menjijikkan.

Lalu bagaimana dengan mesin cuci pakaian? Penelitian membuktikan bahwa separuh perangkat rumah tangga mengandung kuman-kuman penyakit yang berasal dari feses dari mesin cuci, dan sebanyak 10 gram kuman tersebut berasal dari pakaian dalam. Mencuci pakaian tidak selalu membantu kita bebas dari kuman, karena kebanyakan orang terbiasa mencampurkan cucian mereka—pakaian dalam, kaus, jaket, dan lainnya.

Padahal, kata Dr. Gerba, “Kalau kita mencuci pakaian dalam, kemudian dilanjutkan mencuci saputangan, itu sama halnya kita menyeka hidung dengan celana dalam.” Karenanya, dia pun menyarankan agar pakaian dalam dicuci paling akhir, ketika kita mencuci pakaian. 

Bahkan barang-barang yang tampaknya bersih pun sebenarnya mengandung banyak kuman, misalnya pegangan pintu kulkas, tombol dispenser, keran air, dan lain-lain.

Jika ruang kantor dan rumah mengandung begitu banyak kuman, bagaimana dengan tempat-tempat umum yang digunakan lebih banyak orang? Tentu saja jawabannya logis—lebih banyak kuman. Tempat-tempat umum yang paling banyak mengandung kuman adalah taman bermain anak, warnet, telepon umum, bus, kereta belanja atau troli, lift, hingga ruang-ruang ATM (Automated Teller Machine). Bahkan, pintu dan mesin ATM terbukti mengandung lebih banyak kuman dibanding gagang pintu toilet umum.

Meski mencengangkan, namun hal itu terjadi karena tangan-tangan yang menyentuh gagang pintu toilet umum biasanya telah dicuci, sebelum orang menyentuh gagang tersebut. Berbeda dengan tangan-tangan yang menyentuh gagang pintu ATM dan mesinnya. Tidak ada jaminan orang telah mencuci tangannya terlebih dulu sebelum menyentuhnya. Kita bisa membayangkan sebanyak apa kuman yang terdapat pada tombol-tombol angka di mesin ATM yang setiap saat disentuh banyak orang terus-menerus.

Kenyataan tak jauh beda juga ada pada tombol-tombol lift. Karena itu, Dr. Gerba menyatakan, “Secara pribadi, saya menggunakan buku tangan—bukan jari tangan—untuk menekan tombol lift, khususnya di lantai dasar sebagai tempat yang paling tercemar kuman.”

Intinya, menyangkut kuman, barang yang paling sering disentuh orang akan menjadi barang yang paling mudah terserang kuman dan menjadi sarang bakteri. Tidak hanya barang-barang di tempat umum, tetapi juga barang-barang milik pribadi, semisal ponsel, polpen, atau uang yang ada di dompet kita. Untuk hal terakhir, Dr. Darlington dari The Health Commissioner of New York telah membuktikan bahwa rata-rata di selembar uang kertas mengandung sekitar 135.000 bakteri.

Fakta:

Sikat gigi yang diletakkan sejauh 6 kaki dari toilet masih bisa terkena bakteri saat toilet disiram.

Hanya 1 persen dari total bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia.

Penelitian membuktikan bahwa penggunaan sabun dan air untuk mencuci tangan mengurangi risiko terjangkitnya penyakit diare hingga 45 persen. Selain itu, kebiasaan mencuci tangan juga mengurangi risiko terkena kuman penyakit lain penyebab infeksi usus sebesar 50 persen. Artinya, peluang terkena diare atau infeksi usus hampir sama besar dengan terhindar dari keduanya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.