Ternyata Hewan juga Memiliki Sidik Jari

Hewan Memiliki Sidik Jari

BIBLIOTIKA - Sidik jari manusia sering digunakan untuk keperluan identifikasi, karena memiliki ciri khas yang tidak ada kembarannya di dunia, bahkan untuk orang kembar sekalipun. Berdasarkan kenyataan itu, kita pun mempersepsikan tujuan penting kepemilikan sidik jari adalah untuk tujuan identitas, yang biasanya berkaitan dengan hal-hal penting, semisal pembuatan KTP atau SIM. Bagaimana dengan hewan? Apakah hewan juga memiliki sidik jari? Jika hewan memang memiliki sidik jari, apa tujuan atau fungsinya?

Ternyata ada beberapa hewan yang juga memiliki sidik jari. Sejauh ini, koala, gorila, dan simpanse, yang jelas diketahui memiliki sidik jari. Bahkan sidik jari koala nyaris identik dengan sidik jari manusia, hingga ahli forensik sekalipun sering kesulitan membedakan keduanya. Di bawah mikroskop, analisis untuk sidik jari manusia dan sidik jari koala menunjukkan keduanya memiliki lingkaran-lingkaran sidik jari yang sama.

Yang luar biasa, sidik jari koala tampaknya berevolusi secara independen. Pada pohon evolusi kehidupan, berdasarkan penelitian para ilmuwan, nenek moyang primata dan marsupial koala modern bercabang 70 juta tahun silam. Karenanya, para ilmuwan pun memperkirakan, ujung jari koala memiliki fitur yang lebih banyak berkembang dalam sejarah evolusioner, karena sebagian besar kerabat dekat koala—seperti wombat dan kanguru—tidak mengalami hal sama.

Setelah kenyataan itu terungkap, para ilmuwan pun berdebat tentang fungsi atau tujuan keberadaan sidik jari yang ada pada hewan-hewan tersebut. Karena, setidaknya yang kita tahu, koala tidak pernah membuat KTP, sementara gorila atau simpanse juga tidak pernah terlihat di tempat pembuatan SIM. Untuk apa sidik jari mereka?

Sebenarnya, fungsi sidik jari (khususnya sidik jari manusia) telah menjadi bahan perdebatan para pakar anatomi selama berabad-abad. Sebagian kalangan meyakini fungsi sidik jari sebagai identitas, sebagaimana yang kita tahu. Sementara sebagian lain masih berkutat pada berbagai perkiraan dan kemungkinan, yang tidak ada hubungannya dengan urusan identitas. Sekarang, setelah terkuak bahwa pemilik sidik jari bukan hanya manusia, tetapi juga hewan, kalangan yang meyakini fungsi sidik jari sebagai identitas pun sepertinya perlu mengevaluasi keyakinannya.

Keberadaan sidik jari pada koala ditemukan pada tahun 1996 oleh tim ahli anatomi dari University of Adelaide, Australia. Penemuan itulah yang kemudian ditindaklanjuti dengan penelitian lain yang lalu menemukan sidik jari sama pada simpanse dan gorila. Menurut mereka pula, keberadaan sidik jari koala dapat membantu menjelaskan tujuan fitur unik tersebut. Petunjuknya ada pada cara menggenggam.

Koala, marsupial berukuran boneka yang suka memanjat pohon itu, mencari makan dengan memanjat secara vertikal ke cabang kecil di pohon kayu putih, menjangkaunya, menggenggam daun, dan membawanya ke mulut.

Karenanya, menurut para peneliti, sidik jari dapat dijelaskan sebagai adaptasi biomekanik untuk menggenggam, dan hal itu menghasilkan pengaruh mekanik pada kulit. Kekuatan itu harus tepat dirasakan untuk mengontrol gerak dan tekanan statis, sehingga permukaan kulit yang terorganisasi sangat dibutuhkan. Genggaman manusia, simpanse, dan koala, membantu membentuk sidik jari pada jari-jari mereka.

Sampai saat ini, baru ketiga hewan tersebut di atas yang diketahui memiliki sidik jari. Entah di masa mendatang.

Fakta:

Pada tahun 1982, beberapa orang peneliti di sebuah laboratorium di Jepang menggunakan superglue untuk melekatkan kaca akuarium yang retak. Mereka terkejut melihat sidik jari mereka tiba-tiba muncul di kaca akuarium tersebut. Di masa sekarang, polisi selalu menggunakan uap superglue untuk membuat sidik jari terlihat.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.