Tabungan untuk Uang Muka Kredit KPR

Tabungan untuk Uang Muka Kredit KPR

BIBLIOTIKA - Tanya jawab berikut ini hanyalah ilustrasi untuk mendapatkan kerangka pemikiran atau gambaran dalam hal menggunakan tabungan untuk uang muka dan kredit KPR.

Pertanyaan:

Saya seorang karyawan di sebuah perusahaan yang memiliki penghasilan tetap sekitar Rp. 5 juta perbulan. Saya memiliki tabungan sebesar Rp. 100 juta, dan juga memiliki hutang sekitar Rp. 2 juta.

Saya ingin mengambil KPR dengan harga antara Rp. 220 juta sampai Rp. 230 juta. Rencananya, uang tabungan yang saya miliki akan saya gunakan untuk membayar uang muka, biaya administrasi, dan juga biaya balik nama atas rumah tersebut.

Berdasarkan hal-hal di atas, apakah saya mampu memperoleh KPR seperti yang saya inginkan?

Jawaban:

Rencana untuk segera memiliki rumah adalah rencana yang bagus, karena harga rumah seringkali naik dalam setiap tahunnya, dan kenaikannya biasanya lebih tinggi dari bunga KPR. Selain itu, kalau kita menunda-nunda rencana untuk membeli rumah ini, bisa saja lokasi yang kita inginkan tersebut sudah diambil oleh orang lain yang terlebih dulu membayarnya.

Sekarang, yang perlu dipikirkan, berdasarkan pertimbangan dan gambaran di atas adalah; apakah Anda akan dianggap mampu oleh pihak bank untuk mengambil kredit? Tentu saja jawabannya adalah ya, bank akan menilai Anda memiliki kemampuan untuk itu dengan dasar penghasilan dan tabungan yang Anda miliki.

Nah, berdasarkan penghasilan yang Anda peroleh, Anda bisa mengambil kredit yang sedikit berjangka panjang untuk pembayarannya, misalnya antara 10 sampai 15 tahun. Dalam hal ini, semakin panjang jangka waktu pelunasannnya, maka semakin kecil pula jumlah cicilan kredit yang harus diangsur setiap bulannya.

Di dalam pengelolaan anggaran rumah tangga, hutang memang mendapatkan perhatian yang cukup besar, karena biasanya jumlah hutang yang ada ini menyebabkan seseorang untuk menganggarkan sejumlah dana yang ada untuk membayar hutang. Semakin besar jumlahnya, maka semakin besar pula anggaran yang perlu dialokasikan. Padahal, anggaran rumah tangga tidak hanya untuk hutang saja, namun juga untuk kebutuhan sehari-hari, biaya sosial, dan juga mungkin investasi.

Berdasarkan hal tersebut, maka tetapkanlah untuk membayar semua hutang Anda (termasuk kredit KPR di atas) tidak lebih dari 30 persen dari total penghasilan yang Anda keluarkan. Dengan begitu, maka akan ada keseimbangan antara alokasi untuk cicilan kredit rumah, angsuran hutang lain, juga untuk kebutuhan hidup sehari-hari dengan segala kebutuhan dan keperluannya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.