Spesies-spesies Unik yang Baru Diumumkan

monyet berhidung pesek

BIBLIOTIKA - Bumi yang kita tinggali masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap, termasuk dalam kekayaan fauna. Dari tahun ke tahun, seiring eksplorasi dan pencarian yang dilakukan, para ilmuwan terus memperkenalkan spesies-spesies baru yang kadang-kadang unik, aneh, dan belum terbayangkan. Berikut ini adalah beberapa spesies unik yang baru diumumkan keberadaannya baru-baru ini oleh Eksplorasi Spesies Internasional (IISE).

Monyet hidung pesek

Seperti namanya, monyet yang baru ditemukan itu memiliki hidung yang pesek. Hewan yang berasal dari genus Rhinopithecus itu merupakan spesies yang langka, dan diperkirakan hanya ada sekitar 20.000 ekor di seluruh dunia. Sebanyak 4.000 di antara mereka berdiam di wilayah pegunungan Cina. Karenanya, untuk melindungi spesies tersebut, pemerintah Cina mendirikan Cagar Alam Nasional Zhouzi.

Nama latin monyet itu Rhinopithecus roxellana, meski kemudian lebih populer dengan sebutan monyet hidung pesek. Monyet itu memakan lumut rendah protein dan kulit kayu. Untuk melindungi diri dari pemangsanya, yaitu macan tutul, monyet berhidung pesek berkumpul di dalam kelompoknya yang banyak.

Ubur-ubur bonaire

Ubur-ubur kotak aneh ini ditemukan hidup di wilayah Kepulauan Karibia, atau lebih tepatnya di sebuah perairan dekat Pulau Bonaire di Karibia. Ubur-ubur tersebut merupakan spesies yang indah namun mematikan, karena tubuhnya berwarna-warni, namun memiliki racun yang terdapat pada ekornya. Bentuknya, secara keseluruhan, mirip kotak layang-layang.

The Coalition of the Public Understanding of Science mengumumkan bahwa ubur-ubur tersebut merupakan spesies yang baru, setelah membandingkannya dengan ubur-ubur sejenis. Seorang guru biologi kelautan bernama Lisa Peck kemudian memberi nama spesies baru ini Tamoya ohboya.

Sosis pengelana berkaki

Hewan ini disebut Crurifarcimen vagans dalam bahasa Latin, dan ditemukan di Pegunungan Eastern Arc, Tanzania. Bentuknya mirip kaki seribu, dan kenyataannya hewan ini memang bagian dari keluarga kaki seribu.

Bedanya, Crurifarcimen vagans merupakan kaki seribu terbesar di dunia, sehingga bentuknya mirip sosis. Hewan itu memiliki panjang sekitar 16 sentimeter, dengan diameter 1,5 sentimeter, dan memiliki 56 buah cincin segmen tubuh, dan setiap segmen tubuhnya memiliki 2 pasang kaki.

Tarantula sazima

Brazil merupakan salah satu wilayah di bumi yang memiliki keanekaragaman hayati, dan merupakan sumber utama penemuan spesies baru. Hal itu karena di Brazil terdapat hutan Amazon dan pegunungan Andes, yang merupakan wilayah dengan kekayaan hayati. Spesies baru yang dinamakan Tarantula sazima juga ditemukan di Brazil.

Tarantula Sazima, yang disebut Pterinopelma sazimai dalam bahasa Latin, adalah tarantula berwarna biru yang termasuk langka. Hewan itu hampir punah, dan sekarang hidupnya terancam karena perdagangan hewan gelap untuk peliharaan.

Kaktus berjalan

Meski namanya mirip tumbuhan, namun kaktus berjalan adalah hewan yang merupakan anggota kelompok lopodians, dari genus Diania. Hewan ini memiliki tubuh dengan lapisan keras, bentuknya mirip cacing.

Organisme ini juga memiliki kaki berduri dan bersendi, yang merupakan hewan arthropoda. Yang disayangkan, organisme itu ternyata sudah punah. Sementara bukti keberadaannya ditemukan di serpihan bebatuan di Cina.

Tawon bom-penyelam

Merupakan tawon parasit, hewan ini ditemukan di wilayah Madrid, Spanyol, dan sekitarnya. Spesies ini memiliki cara yang unik dalam menangani telurnya. Ketika bertelur, mereka akan berburu semut yang merupakan mangsanya.

Mula-mula, tawon itu akan terbang sekitar 1 sentimeter di atas tanah, dan bersiap menyerang. Ketika kawanan semut lengah, tawon itu akan meletakkan telurnya dari belakang, dalam waktu kurang dari 1/20 detik. Setelah itu, tawon tersebut akan membungkus semut-semut itu beserta telurnya. Semut yang dibungkus itu ditujukan untuk menjadi makanan bagi larva yang akan keluar dari telur.

Cacing setan

Namanya mungkin terkesan seram, dan hewan itu pun dinamai demikian karena memiliki tampilan yang cukup mengerikan. Dalam bahasa Latin, cacing itu dinamakan Faust Mephistopheles, dan merupakan jenis nematoda yang dapat hidup di lingkungan ekstrim dengan kondisi terparah.

Spesies dari jenis Mephisto halicephalobus ini dapat hidup di lingkungan yang memiliki tekanan atmosfer besar dengan temperatur 37 derajat Celcius. Para ilmuwan menemukan hewan ini setelah menggali sedalam 3,5 kilometer di Afrika Selatan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.