Spesies-spesies Kucing dari Zaman Prasejarah

smilodon

BIBLIOTIKA - Kucing yang biasa berkeliaran di rumah kita mungkin tampak jinak, bahkan lucu. Namun nenek moyang mereka di zaman prasejarah ternyata memiliki penampilan yang jauh berbeda. Selain ukurannya yang berkali-kali lipat lebih besar, kucing-kucing purba juga sangat buas dan mengerikan.

Berikut ini adalah spesies-spesies kucing dari zaman prasejarah, yang pasti tidak akan menarik minat kita untuk memeliharanya di rumah.

Smilodon

Smilodon adalah salah satu kucing ganas zaman prasejarah yang paling terkenal, selain salah satu yang paling tangguh. Ada tiga spesies smilodon yang pernah hidup di Amerika Utara dan Amerika Selatan. Spesies terkecil, yaitu smilodon gracilis, bertubuh seukuran jaguar modern, sedangkan smilodon fatalis sebesar singa. Namun, spesies smilodon populator berbobot 300 kilogram, dan rata-rata mencapai berat hingga 500 kilogram ketika dewasa.

Smilodon tidak begitu lincah seperti kucing modern, namun sangat kuat, dengan kaki yang kuat, leher yang tebal, dan memiliki kuku panjang untuk mencengkeram mangsa. Taringnya bisa mencapai panjang 30 sentimeter, dan dapat digunakannya untuk menyerang bajing tanah, hingga hewan-hewan yang lebih besar.

Harimau pleistosen

Harimau pleistosen merupakan nenek moyang harimau yang kita lihat di zaman sekarang. Harimau pleistosen berkembang di suatu tempat di Asia sekitar 2 juta tahun yang lalu, dan memangsa beragam jenis herbivora besar yang tinggal di benua pada saat itu.

Pada saat ini, harimau adalah kucing terbesar, yang bobotnya dapat mencapai 300 kilogram. Pada zaman Pleistosen, harimau pleistosen mendapat pasokan makanan yang sangat besar, sehingga bobot tubuhnya dapat mencapai 490 kilogram.

Singa Amerika

Setelah smilodon, singa Amerika atau Atrox panthera merupakan kucing zaman prasejarah lain yang paling dikenal. Ia tinggal di Amerika Utara dan Amerika Selatan selama zaman Pleistosen, dan punah 11.000 tahun yang lalu.

Pada zaman es, singa Amerika merupakan kucing terbesar di Amerika Utara, dengan berat mencapai 470 kilogram hingga 500 kilogram, dan mampu memangsa hewan yang sangat besar.

Machairodus kabir

Berdasarkan fosil yang ditemukan, machairodus diperkirakan seperti harimau raksasa dengan gigi pedang, meski sulit untuk memastikan apakah kulitnya bergaris-garis, berbintik-bintik, atau jenis lain dari tanda bulunya.

Machairodus jarang disebut sebagai kucing raksasa, namun fosil yang ditemukan di Chad, Afrika, (yang diklasifikasikan sebagai spesies baru, yaitu machairodus kabir), menunjukkan kalau makhluk ini merupakan salah satu kucing terbesar dengan bobot 490 kilogram hingga 500 kilogram.

Homotheirum

Homotheirum adalah salah satu kucing zaman prasejarah yang ditemukan di Amerika Utara dan Amerika Selatan, Eropa, Asia, dan Afrika. Dikenal pula dengan sebutan “kucing pedang”, homotheirum merupakan pemburu yang baik. Ia memiliki kaki yang gesit saat berjalan, dan aktif terutama pada siang hari.

Hewan ini memiliki kaki depan yang sangat panjang, sementara kaki belakangnya lebih pendek, sehingga penampilannya agak mirip hyena. Meskipun homotheirum tidak disebut kucing raksasa, namun fosil yang pernah ditemukan menunjukkan kalau mereka bisa mencapai berat 400 kilogram—lebih besar dibanding harimau Siberia modern.

Cave lion

Singa gua atau cave lion adalah subspesies singa raksasa, dengan bobot mencapai 300 kilogram atau lebih. Hewan ini merupakan predator paling berbahaya sekaligus paling kuat selama Zaman Es terakhir di Eropa. Tidak hanya ditakuti, namun ada bukti kalau hewan ini juga disembah oleh manusia prasejarah. Banyak lukisan gua dan beberapa patung telah ditemukan yang menggambarkan hewan ini.

Yang menarik, cave lion nyaris tidak memiliki bulu leher sebagaimana umumnya harimau modern. Hal ini cukup membingungkan para ilmuwan. Selain itu, beberapa lukisan gua juga menunjukkan cave lion memiliki garis-garis samar pada kaki dan ekornya.

European jaguar

Disebut juga dengan nama Gombaszoegensis panthera, jaguar ini tidak berasal dari spesies yang sama dengan jaguar modern. Jaguar Eropa adalah predator besar, dengan berat tubuh mencapai 210 kilogram atau lebih, dan diperkirakan berada di bagian atas rantai makanan di Eropa pada 1,5 juta tahun yang lalu.

Fosil hewan prasejarah ini telah ditemukan di Jerman, Prancis, Inggris, Spanyol, dan Belanda.

Giant jaguar

Hewan ini masih satu spesies dengan jaguar modern. Namun, kalau jaguar di zaman sekarang bertubuh lebih kecil jika dibandingkan dengan singa atau harimau, giant jaguar adalah sesosok jaguar raksasa yang hidup di Amerika Utara dan Amerika Selatan di zaman prasejarah. Ukurannya melebihi singa dewasa atau harimau, dan diperkirakan jauh lebih kuat serta lebih ganas.

Xenosmilus

Kucing predator ini bertaring pendek, tebal, namun cukup tajam. Semua giginya—bukan hanya gigi taring—memiliki tepi yang bergerigi untuk memotong daging, dan bentuknya lebih mirip gigi hiu atau dinosaurus karnivora dibanding gigi kucing modern.

Xenosmilus memiliki bobot antara 180 sampai 230 kilogram. Ketika memangsa korbannya, ia tidak mencekik si mangsa seperti yang dilakukan kucing modern, namun hanya menggigit sepotong besar daging korbannya, lalu menunggu si mangsa mati kehabisan darah.

Giant cheetah

Cheetah raksasa ini juga disebut Acinonyx pardinensis, dan berasal dari genus yang sama dengan cheetah modern di zaman sekarang. Bentuknya pun diperkirakan mirip, namun ukurannya jauh lebih besar. Dengan bobot 120 sampai 150 kilogram, hewan ini mampu memangsa hewan yang lebih besar darinya.

Meski memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar dibanding cheetah modern, namun cheetah zaman pasejarah juga memiliki kemampuan berlari yang sama cepatnya. Ia memiliki kaki yang lebih panjang, serta jantung dan paru-paru yang lebih besar, sehingga memungkinkannya berlari cepat, atau bahkan lebih cepat dibanding cheetah modern.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.