Proses Pendataan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh

Proses Pendataan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh

BIBLIOTIKA - Artikel ini menjelaskan tentang maksud dan tujuan pendataan GNOTA, sumber data, serta mekanisme pendataan. Untuk memudahkan pemahaman, penjelasan berikut ini disajikan dalam bentuk tanya-jawab.

Apa tujuan pendataan?

Yayasan Lembaga GN-OTA melakukan pendataan sesuai dengan tugas pokoknya yaitu menghimpun dan menginformasikan data anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu yang memerlukan bantuan (calon anak asuh), anak asuh dan orang tua asuh.

Adapun tujuan pendataan adalah:

Memperoleh gambaran yang akurat mengenai jumlah dan kondisi anak usia 7 s/d 15 tahun, termasuk anak penyandang cacat, anak dari daerah terpencil dan anak suku terasing dari keluarga tidak mampu (Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I), yang terdiri dari:
  1. Anak rawan putus sekolah.
  2. Anak usia sekolah yang belum bersekolah.
  3. Anak putus sekolah tingkat pendidikan dasar 9 tahun.

Memperoleh data mengenai jumlah, identitas dan kondisi anak yang memerlukan bantuan (calon anak asuh), anak yang telah memperoleh bantuan (anak asuh) beserta orang tua asuhnya.

Menghimpun data anak asuh dan orang tua asuh dari organisasi/yayasan/kelompok masyarakat/perorangan yang menyelenggarakan bantuan anak asuh.

Menghimpun dan menginformasikan data yang diperoleh untuk mencegah terjadinya tumpang-tindih dalam pemberian bantuan.

Sebagai masukan dalam penyusunan rencana kerja nasional Yayasan Lembaga GN-OTA.

Sebagai bahan pertimbangan dalam merencanakan penghimpunan, pengadaan dan penyaluran bantuan anak asuh.

Sebagai bahan masukan dalam pemantauan tingkat keberhasilan GN-OTA.

Bagaimana mekanisme pendataan anak asuh dan calon anak asuh?

Mekanisme pendataan calon anak asuh dan anak asuh adalah sebagai berikut:

Pendataan calon anak asuh dan anak asuh yang berada di dalam Lembaga satuan pendidikan dasar (di sekolah) dilaksanakan melalui jalur institusional (jalur kelembagaan) yaitu melalui Lembaga satuan pendidikan dasar yang dilakukan oleh:
  1. Kepala Sekolah.
  2. Guru/Wali Kelas.
  3. Kepala Madrasah / Pondok Pesantren.
  4. Komite Sekolah.

Pendataan calon anak asuh dan anak asuh yang berada di luar Lembaga satuan pendidikan dasar (di sekolah) dilaksanakan melalui jalur teritorial (jalur kewilayahan) yang dilakukan oleh:
  1. Ketua RT/RW.
  2. Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).
  3. Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
  4. Karang Taruna.
  5. Organisasi Wanita, antara lain: PKK, Dharma Wanita Perjuangan.
  6. Lembaga/Badan/Organisasi/Kelompok Sosial Masyarakat.

Pendataan calon anak asuh dan anak asuh yang berada di daerah terpencil dan atau masyarakat terasing dilaksanakan melalui jalur institusional dan atau jalur teritorial yang dilakukan oleh:
  1. Kepala sekolah.
  2. Desa dan Kecamatan.
  3. Lembaga / Badan / Organisasi / Kelompok Sosial Masyarakat.

Pelaksanaan pendataan:

Pelaksanaan pendataan menggunakan formulir yang telah dibakukan.

Pelaksanaan pendataan melalui jalur institusional:

Guru / wali kelas mendata anak di kelasnya yang berasal dari keluarga tidak mampu dan memerlukan bantuan.

Formulir data yang telah diisi disampaikan kepada Kepala Sekolah untuk memperoleh persetujuan. Sebelum memberikan persetujuan, Kepala Sekolah hendaknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan Komite Sekolah untuk menggali potensi orang tua murid sebagai orang tua asuh.

Formulir data yang telah dibubuhi persetujuan Kepala Sekolah disampaikan secara berjenjang kepada:
  1. Yayasan Lembaga GN-OTA.
  2. Dinas Pendidikan untuk sekolah umum.
  3. Kanwil Dep. Agama untuk sekolah agama.

Pelaksanaan pendataan melalui jalur teritorial:

Ketua RT / RW dan atau warga / anggota kelompok masyarakat setempat mendata anak di di lingkungannya yang berasal dari keluarga tidak mampu dan memerlukan bantuan.

Data dari Mitra Yayasan Lembaga GN-OTA di Kabupaten / Kota dan Provinsi. Selanjutnya data yang diterima oleh Yayasan Lembaga GN-OTA akan dimasukan dalam komputer Pusat Data Anak Asuh, untuk kemudian dilakukan pemaduan data agar tidak ada data anak yang ganda (double). Setiap tahun dilakukan pemutakhiran data.

Setiap data anak asuh diberi nomor tanda pengenal.

Pusat Data Anak Asuh siap menginformasikan data untuk berbagai keperluan.

Sumber data Yayasan Lembaga GN-OTA adalah:

Sekolah untuk memperoleh data anak yang bersekolah (termasuk anak cacat).

Ketua RT dan anggota kelompok sosial masyarakat di desa / kelurahan; untuk memperoleh data anak yang tidak / belum bersekolah.

Aparat Pemerintah Daerah; untuk memperoleh data anak dari masyarakat terasing dan atau dari daerah terpencil termasuk data Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera.

Organisasi / Lembaga / Badan Sosial penyelenggara bantuan anak asuh; untuk memperoleh data anak asuh beserta orang tua asuh.

Bagaimana mekanisme pendataan orang tua asuh?

Seseorang atau kelompok disebut orang tua asuh apabila sudah memiliki satu atau lebih anak asuh. Dengan demikian pelaksanaan pendataan orang tua asuh dilakukan bersamaan dengan pendataan anak asuh.

Formulir apa yang digunakan untuk mendata calon anak asuh dan anak asuh?

Pendataan calon anak asuh dan anak asuh menggunakan formulir yang telah dibakukan.

Apakah Organisasi/Lembaga/Badan/Kelompok Sosial Masyarakat penyelenggara bantuan anak asuh perlu didata?

Semua Organisasi/Lembaga/Badan/Kelompok Sosial Masyarakat penyelenggara bantuan anak asuh perlu didata oleh Yayasan Lembaga GN-OTA untuk menghindari terjadinya duplikasi pemberian bantuan sekaligus untuk mengetahui jumlah anak asuh beserta orang tua asuhnya secara nasional.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.