Program Penyaluran Bantuan Dalam GNOTA

Program Penyaluran Bantuan Dalam GNOTA

BIBLIOTIKA - Artikel ini menjelaskan mengenai penyaluran bantuan yang ada di dalam program GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh), kebijakan dalam penyaluran bantuan, mekanisme penyaluran bantuan, serta pelaksanaan penyaluran bantuan. Untuk memudahkan pemahaman, uraian berikut ini disajikan dalam bentuk tanya jawab.

Bagaimana kebijakan penyaluran bantuan?

Kebijakan Yayasan Lembaga GN-OTA dalam penyaluran bantuan:

Bantuan harus diterima oleh anak asuh dalam keadaan utuh dan tepat waktu.

Penyaluran dana bantuan menggunakan jasa PT Pos Indonesia (Persero), sedangkan penyaluran paket barang bantuan (khususnya ke daerah bencana) menggunakan sarana transportasi yang ada di daerah, baik milik Pemerintah, maupun swasta.

Bagaimana mekanisme penyaluran paket barang bantuan anak asuh?

Mekanisme penyaluran paket barang bantuan anak asuh:
  1. Membuat rencana penyaluran paket barang bantuan anak asuh.
  2. Mempersiapkan tanda terima paket barang bantuan anak asuh.
  3. Pengelompokan paket barang bantuan yang siap didistribusikan sesuai dengan lokasi sekolah anak penerima bantuan.
  4. Pengiriman paket barang bantuan langsung ke masing-masing alamat sekolah.
  5. Paket barang bantuan diserahkan kepada Kepala Sekolah untuk selanjutnya diteruskan kepada anak asuh yang bersangkutan, dan disaksikan oleh Musyawarah Sekolah (Para Guru, Komite Sekolah dan Aparat Pemerintah setempat).
  6. Penanda-tanganan formulir tanda bukti penerimaan paket barang bantuan oleh anak asuh.
  7. Pengiriman formulir tanda bukti penerimaan paket barang bantuan ke alamat Yayasan Lembaga GN-OTA dengan amplop berperangko yang sudah disediakan (amplop Kiriman Balasan/Kirbal).
  8. Pemberitahuan dari Kepala Sekolah kepada Yayasan Lembaga GN-OTA mengenai penerimaan paket barang bantuan.

Orang tua/wali anak asuh tidak boleh dikenakan biaya apapun dalam rangka pemberian paket barang bantuan anak asuh.

Bagaimana mekanisme penyaluran paket bantuan dana Biaya Sekolah?

Mekanisme penyaluran paket bantuan dana biaya sekolah sebagai berikut:

Pengurus Yayasan Lembaga GN-OTA mengirimkan Formulir Monitoring Paket Bantuan Anak Asuh atau disebut juga Formulir E-2 melalui jasa PT Pos Indonesia (Posindo) langsung ke alamat sekolah.

Formulir E-2 berisi daftar nama Calon Anak Asuh yang berasal dari Bank Data Yayasan Lembaga GN-OTA atau formulir blanko (kosong) yang akan diisi daftar nama calon Anak Asuh yang diajukan Sekolah sesuai kuota bantuan yang tersedia.

Formulir E-2 yang telah berisi daftar nama Calon Anak Asuh tersebut selanjutnya diverifikasi oleh Musyawarah Sekolah yang terdiri dari: Kepala Sekolah dan Para Guru, Wakil Orang Tua atau Komite Sekolah dan dengan sepengetahuan Aparat setempat).

Formulir E-2 – Konfirmasi (yang telah diverifikasi) dikirimkan kembali kepada Kantor Yayasan Lembaga GN-OTA dengan menggunakan amplop Kirbal yang telah disediakan.

Berdasarkan Formulir E-2 – Konfirmasi yang diterima, Pengurus Yayasan Lembaga GN-OTA akan mengirimkan dana bantuan biaya sekolah kepada Kepala Sekolah yang bersangkutan menggunakan wesel PT Pos Indonesia.

Untuk apa penggunaan dana bantuan biaya sekolah?

Dana bantuan biaya sekolah dipergunakan untuk pengadaan buku/alat tulis, pakaian seragam/sepatu/tas sekolah, dan lainnya yang tidak termasuk komponen bantuan yang disediakan oleh Sekolah melalui Bantuan Operasional Sekolah yang diberikan Pemerintah.

Siapa pelaksana penyaluran bantuan?

Pelaksana penyaluran bantuan adalah Pengurus dan Pelaksana Kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA, dan dapat bekerjasama dengan Pemerintah dan perusahaan jasa angkutan.

Apa buktinya bantuan telah diterima oleh anak asuh?

Sebagai bukti bahwa bantuan telah diterima oleh anak asuh adalah adanya tanda bukti penerimaan yang ditanda-tangani oleh anak asuh yang bersangkutan pada Formulir E-2 – tanda terima, dan telah diterima kembali oleh Yayasan Lembaga GN-OTA

Apakah diperkenankan mengadakan upacara pada waktu penyerahan bantuan anak asuh?

Upacara penyerahan bantuan anak asuh dapat saja diadakan, namun tidak disediakan dana untuk penyelenggaraan upacara tersebut. Disarankan agar upacara penyerahan bantuan anak asuh dapat dikaitkan dengan peringatan hari-hari besar nasional maupun daerah, misalnya:
  1. Tanggal 26 Juni - Hari Keluarga Nasional.
  2. Tanggal 23 Juli - Hari Anak Nasional.
  3. Tanggal 17 Agustus - Hari Proklamasi.

Bagaimana kebijakan Yayasan Lembaga GN-OTA dalam hal publikasi?

Kebijakan Yayasan Lembaga GN-OTA dalam hal publikasi dan memasyarakatkan GN-OTA:

Memfungsikan secara optimal keberadaan Yayasan Lembaga GN-OTA melalui publikasi dan atau penyuluhan sosial.

Memanfaatkan jalur-jalur komunikasi massa yang ada, baik melalui program Pemerintah maupun melalui media massa.

Mengadakan kerjasama dengan organisasi/lembaga/badan/kelompok penyelenggara bantuan anak asuh.

Apa strategi Yayasan Lembaga GN-OTA untuk memasyarkatkan GN-OTA?


Strategi Yayasan Lembaga GN-OTA untuk memasyarakatkan GN-OTA adalah:
  1. Pemasyarakatan GN-OTA secara nasional melalui media massa (cetak dan elektronik).
  2. Secara berjenjang, pemasyarakatan GN-OTA dilakukan oleh Yayasan Lembaga GN-OTA dengan Mitra nya di daerah, dengan cara
  3. Menyebarluaskan informasi tentang GN-OTA dan Yayasan Lembaga GN-OTA melalui media massa setempat.
  4. Melakukan penyuluhan sosial terhadap warga masyarakat yang potensial sebagai orang tua asuh melalui pertemuan-pertemuan formal dan informal.
  5. Mengadakan kerjasama dengan media massa untuk kegiatan publikasi GN-OTA yang berkesinambungan.
  6. Mengadakan kerjasama dengan organisasi/lembaga/badan/kelompok penyelenggara bantuan anak asuh untuk memperluas jangkauan publikasi tentang GN-OTA.
  7. Memanfaatkan program-program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan serta pembangunan masyarakat desa untuk memasyarakatkan GN-OTA.
  8. Membuat materi penyuluhan tentang GN-OTA.

Jalur-jalur manakah yang digunakan oleh Yayasan Lembaga GN-OTA untuk memasyarakatkan GN-OTA?

Upaya Yayasan Lembaga GN-OTA untuk memasyarakatkan GN-OTA melalui empat jalur:
  1. Jalur pendidikan, melalui lembaga pendidikan.
  2. Jalur keluarga, melalui pertemuan kekeluargaan, paguyuban, arisan dsb.
  3. Jalur masyarakat, melalui pertemuan kelompok masyarakat, kelompok profesi dsb.
  4. Jalur kedinasan, melalui kantor dan program Pemerintah.

Apa yang hendak dicapai melalui kegiatan publikasi?


Sasaran yang hendak dicapai Yayasan Lembaga GN-OTA melalui upaya publikasi adalah:
  1. Masyarakat mengenal dan memahami maksud, tujuan serta nilai strategis GN-OTA.
  2. Meningkatnya kepedulian dan peranserta masyarakat sebagai orang tua asuh.
  3. Semakin membudayanya tradisi mengangkat anak asuh dalam keluarga.
  4. Masyarakat mengenal Yayasan Lembaga GN-OTA, termasuk organisasi dan mekanisme kerjanya.

Apa peranan media massa dalam pemasyarakatan GN-OTA?


Peranan media massa dalam memasyarakatkan GN-OTA adalah sebagai sarana untuk penyampaian informasi tentang GN-OTA kepada masyarakat, baik secara lisan dan atau peragaan melalui media elektronik maupun secara tertulis melalui media cetak.

Apa langkah-langkah yang harus dilakukan dalam mempublikasikan GN-OTA?

Langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
  1. Menetapkan kelompok sasaran publikasi.
  2. Menentukan pilihan materi dan cara / metoda publikasi yang tepat.
  3. Menyusun jadwal publikasi.
  4. Melakukan koordinasi dengan media massa setempat.
  5. Melaksanakan kegiatan publikasi.

Bagaimana caranya jika masyarakat ingin memperoleh informasi tentang perkembangan GN-OTA dan Yayasan Lembaga GN-OTA?

Masyarakat dapat memperoleh informasi tentang perkembangan GN-OTA dan Yayasan Lembaga GN-OTA dengan cara:
  1. Mendatangi kantor sekretariat Yayasan Lembaga GN-OTA di Jakarta.
  2. Mengirim surat ke Yayasan Lembaga GN-OTA.
  3. Membaca laporan berkala Yayasan Lembaga GN-OTA yang diterbitkan melalui media massa.
  4. Mengakses website Yayasan Lembaga GN-OTA: www.gn-ota.or.id atau mengunjungi homepage Lembaga GN-OTA.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.