Program GNOTA untuk Anak Asuh

Program GNOTA untuk Anak Asuh

BIBLIOTIKA - Artikel ini menjelaskan mengenai anak asuh yang ada di bawah program GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh), cara dan persyaratan menjadi anak asuh, serta ketentuan bagi anak asuh. Untuk memudahkan pemahaman, uraian berikut ini disajikan dalam bentuk tanya jawab.

Apa yang dimaksud dengan anak usia sekolah?

Anak usia sekolah adalah anak usia 7 s/d 15 tahun (termasuk anak cacat) yang menjadi sasaran program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun.

Apa yang dimaksud dengan anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu?

Anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu adalah anak usia 7 s/d 15 tahun (termasuk anak cacat) yang berasal dari Keluarga Pra Sejahtera atau Keluarga Sejahtera I atau dengan kriteria keluarga miskin ukuran setempat.

Apa yang dimaksud dengan calon anak asuh?

Calon anak asuh (CAA) adalah anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan bantuan dari orang lain agar dapat menamatkan pendidikan dasar 9 tahun secara berkesinambungan.

Apa kriteria calon anak asuh?

Kriteria calon anak asuh adalah:

Anak laki-laki atau perempuan, termasuk anak penyandang cacat, berusia antara 7 s/d 15 tahun.

Berasal dari keluarga tidak mampu (Keluarga Pra Sejahtera atau Keluarga Sejahtera I).

Termasuk dalam kategori:
  1. Anak rawan putus sekolah yang diakibatkan karena orangtuanya tidak mampu / miskin.
  2. Anak yang belum / tidak bersekolah di Lembaga satuan pendidikan dasar sembilan tahun.
  3. Anak masyarakat terasing.
  4. Anak yang tinggal di daerah terpencil.
  5. Anak yang putus sekolah di tingkat SD atau SLTP karena masalah ekonomi keluarganya.
  6. Anak tamatan SD yang tidak dapat melanjutkan sekolah ke tingkat SLTP.
  7. Memerlukan bantuan untuk menamatkan pendidikan dasar sembilan tahun secara berkesinambungan.

Apa yang dimaksud dengan anak asuh?

Anak Asuh (AA) adalah calon anak asuh yang telah mendapatkan bantuan dari orang tua asuh untuk mengikuti pendidikan dasar sembilan tahun.

Apa persyaratan untuk dapat menjadi anak asuh?

Persyaratan untuk menjadi anak asuh adalah:

Berusia antara 7 s/d 15 tahun, termasuk anak penyandang cacat.

Berasal dari Keluarga Pra Sejahtera atau Keluarga Sejahtera I, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil atau dari suku terasing.

Terdata/terdaftar di Yayasan Lembaga GN-OTA dan atau Lembaga / Instansi penyelenggara bantuan anak asuh.

Belum mempunyai orang tua asuh.

Sampai kapankah seorang anak dapat menjadi anak asuh?

Seorang anak dapat menjadi anak asuh sampai tamat pendidikan dasar sembilan tahun dan atau bila orang tua / walinya mampu membiayai sekolah anak yang bersangkutan.

Bagaimana urutan prioritas pemberian bantuan anak asuh?

Urutan prioritas dalam penentuan pemberian bantuan anak asuh adalah:
  1. Prioritas I : Calon anak asuh yang rawan putus sekolah.
  2. Prioritas II : Calon anak asuh yang belum / tidak bersekolah.
  3. Prioritas III : Calon anak asuh yang tidak dapat melanjutkan pelajarannya ke tingkat SLTP.
  4. Prioritas IV : Calon anak asuh yang belum bersekolah.
  5. Prioritas V : Calon anak asuh dari masyarakat terasing dan atau tinggal di daerah terpencil.
  6. Prioritas VI : Calon anak asuh yang telah putus sekolah.

Bagaimana caranya menjadi anak asuh?

Cara menjadi anak asuh adalah didata dan didaftarkan oleh:
  1. Kepala sekolah atau guru / wali kelas anak yang bersangkutan (bagi anak yang bersekolah).
  2. Ketua RT / RW atau warga / anggota kelompok sosial masyarakat setempat (bagi anak yang tidak bersekolah).
  3. Petugas sosial kecamatan (bagi anak yang tinggal di daerah terpencil).
  4. Orang tua atau wali anak bersangkutan melalui sekolah.
  5. Pendataan dilakukan dengan formulir pendataan yang telah dibakukan.

Yayasan Lembaga GN-OTA akan membantu mencarikan orang tua asuh bagi anak yang bersangkutan. Untuk mendaftarkan menjadi anak asuh tidak dikenakan biaya apapun.

Bagaimana hubungan anak asuh terhadap orang tua asuhnya?

Hubungan anak asuh dengan orang tua asuhnya terbatas hanya sampai hubungan kepengasuhan, dalam arti:
  1. Anak asuh tetap tinggal bersama orang tua atau keluarganya sendiri.
  2. Orang tua asuh tidak akan memisahkan anak asuh dari orang tua/keluarganya.
  3. Anak asuh dan orang tua asuh dapat berkomunikasi secara langsung.
  4. Orang tua asuh berhak mengetahui identitas anak asuhnya dan bila dikehendaki juga tentang perkembangan pendidikan anak asuhnya.

Apa kewajiban seorang anak asuh?

Kewajiban seorang anak asuh adalah:
  1. Memanfaatkan dan memelihara bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya.
  2. Giat belajar dan rajin mengikuti pelajaran di sekolah.
  3. Berupaya untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
  4. Menjalin hubungan yang baik dengan orang tua asuhnya (bila nama dan alamat orang tua asuhnya diketahui). 

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.