Panduan Menyesuaikan Jenis Investasi

Jenis Investasi

BIBLIOTIKA - Sebagaimana tidak setiap orang cocok dengan model baju tertentu, investasi pun memiliki jenis atau bentuk yang tidak setiap orang cocok menggunakannya.

Hal paling mendasar yang perlu dilakukan sebelum melakukan suatu investasi adalah dengan menanyakan pada diri sendiri; untuk apa kita melakukan investasi ini?

Jawaban dari pertanyaan itu bisa macam-macam; ada orang yang berinvestasi untuk tujuan biaya hidup di masa depan, baik untuk tunjangan hari tuanya, ataupun untuk membiayai kuliah anak-anaknya. Ada pula orang yang berinvestasi dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dan uang yang berkembang dalam waktu yang cepat, dan beberapa pertimbangan lain yang mendasari langkah seseorang berinvestasi.

Nah, karena tujuan yang berbeda-beda itu pulalah yang menjadikan pilihan dan prioritas investasi juga menjadi berbeda. Selain itu, investasi juga bergantung pada tingkat usia kita, horizon investasi, kemampuan kita dalam menanggung risiko, dan juga beberapa hal lainnya.

Kembali pada alasan yang mendasari kita dalam berinvestasi, tergolong yang manakah kita, itu sepenuhnya diri kitalah yang mengetahuinya. Dengan menyadari alasan berinvesasi ini secara tepat, kita pun nantinya akan bisa menentukan jenis investasi seperti apa yang paling tepat untuk kita pilih.

Satu hal yang perlu dikemukakan adalah bahwa tidak ada satu jenis formula investasi pun yang bisa cocok untuk setiap orang, karena seperti yang telah dinyatakan di atas, setiap orang memiliki dasar alasan yang berbeda dalam berinvestasi dan setiap orang akan mendapatkan jenis investasinya sendiri yang paling cocok dengan tujuannya.

Perbedaan pada formula investasi ini akan semakin berbeda apabila dikaitkan dengan tingkat usia kita. Maksudnya, dengan tujuan yang berbeda-beda dalam melakukan investasi, orang pun akan dibedakan dalam bentuk investasinya yang paling cocok tergantung tingkat usianya. Investasi dengan tujuan A, misalnya, mungkin akan cocok untuk orang berusia 30-an, namun belum tentu cocok dengan orang yang berusia 40-an atau 50-an.

Nah, agar pemaparan menyangkut hal ini tidak membingungkan, berikut ini adalah beberapa ulasan mengenai investasi yang disesuaikan dengan tingkat usia yang akan memberikan kita gambaran yang cukup baik dalam hal ini.

Investasi untuk usia 25–30-an

Layaknya, investasi untuk usia muda (dalam hal ini usia 25-an) adalah jenis investasi yang relatif aman. Artinya, jika kita mulai berinvestasi pada usia yang masih relatif muda, kita tidak perlu terlalu berambisius untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat atau menjadi kaya-raya dengan cepat. Akan ada waktu untuk itu.

Jika kita memulai berinvestasi pada usia 25 – 30-an ini, maka sebaiknya upaya investasi ini digunakan sebagai ‘jalan pembelajaran’, sehingga jenis investasi yang baik untuk dipilih adalah investasi yang relatif aman dan tidak terlalu memiliki risiko.

Prioritas yang sebaiknya dicapai dalam investasi pada usia ini adalah keteraturan pemasukan dari hasil investasi, yang meskipun kecil namun tetap dan lancar. Yang penting uang yang kita gunakan dalam investasi tersebut dapat bekerja dengan baik dan dapat memberikan pemasukan rutin untuk menunjang keyakinan kita dalam investasi tersebut, tanpa harus terus khawatir kalau investasi itu mengalami kerugian.

Nah, karena dunia investasi selalu mengharuskan diversifikasi, maka upayakan untuk melakukan hal tersebut, lebih khusus kalau kebetulan kita memiliki dana yang cukup.
Investasi yang aman saja tidak cukup, kita tetap memerlukan diversifikasi untuk menjaga agar investasi tersebut benar-benar aman.

Sebagai misal, apabila kita memilih investasi dalam bentuk deposito, maka lakukanlah diversifikasi dengan cara memecah deposito tersebut menjadi dua, dengan dua mata uang yang berbeda, juga dengan dua bank yang berbeda. Setidaknya, itulah bentuk diversifikasi yang minimal.

Namun apabila kita menginginkan investasi kita memberikan hasil yang lebih bagus atau lebih besar, maka setidaknya diversifikasi yang kita lakukan pun perlu diperbarui. Setidaknya, kalau kita menggunakan dua jenis atau dua bentuk investasi, maka kita bisa memiliki deposito berjangka dan reksadana. Atau, bisa pula dengan memilih program investasi asuransi dan deposito.

Ini tentu saja tergantung pada berapa dana yang kita miliki untuk berinvestasi ini. Namun kuncinya, ambillah bentuk investasi yang dapat menghasilkan dalam jangka waktu panjang dan jangka waktu pendek. Apabila hasil dari investasi jangka panjang dapat terjamin, maka investasi jangka pendek kita bisa menggunakan jenis yang cukup berisiko karena setidaknya investasi kita yang satunya akan menunjang risiko tersebut—jika memang risiko yang kita khawatirkan terjadi.

Namun, apapun jenis investasi yang dipilih, sebaiknya salah satunya tetap menggunakan investasi dalam bentuk deposito berjangka.

Mengapa harus tetap memilih deposito berjangka sebagai salah satu program investasi? Salah satu alasannya yang paling mendasar adalah karena investasi dalam bentuk deposito ini bisa dikatakan sebagai jenis investasi yang paling aman karena pemerintah menjamin keselamatan uang masyarakat yang berada dalam deposito, sehingga kita memiliki risiko yang sangat minim, kalau tak mau dibilang tanpa risiko.

Selain itu, deposito berjangka juga memberikan tingkat penghasilan atau tingkat bunga yang lumayan dan kita bisa menerimanya setiap bulan.

Nah, uang hasil bunga deposito yang kita terima tersebut bisa kita alihkan untuk program investasi yang lain yang menjanjikan hasil yang lebih besar, semisal memasukkannya ke dalam program reksadana yang berpendapatan tetap. Di dalam program reksadana semacam ini, uang kita akan dimasukkan (diinvestasikan) oleh pengelolanya ke dalam berbagai instrumen investasi yang disebut fixed income semisal obligasi, SBI atau deposito berjangka lainnya.

Kunci untuk memecah jumlah dana yang diinvestasikan adalah 80 persen untuk program investasi yang memiliki pendapatan tetap, dan 20 persen dimasukkan ke dalam program investasi lainnya yang bisa dipilih.

Jenis investasi lain yang juga cocok untuk usia 25-an adalah sesuatu yang disebut sebagai unit link. Ini merupakan bagian dari program asuransi, namun tidak semata-mata bersifat proteksi sebagai asuransi lazimnya, karena program ini juga bersifat investasi.

Jadi dengan menggunakan jenis investasi ini kita akan memperoleh dua keuntungan sekaligus, yakni investasi sekaligus juga asuransi. Investasinya akan dilakukan oleh pihak pengelola atau perusahaan asuransi, dan kita nantinya akan tinggal menerima hasil dari investasi tersebut dengan jumlah yang relatif tetap seperti halnya kalau kita berinvestasi dalam deposito berjangka. Tingkat pendapatannya tentu tak jauh berbeda dengan yang berlaku di pasar.

Investasi untuk usia 40-an

Karena usia umum orang jaman sekarang adalah 60 sampai 65-an, maka jika kita telah mencapai usia 40-an itu berarti kita setidaknya masih memiliki waktu produktif antara 20 sampai 25 tahun lagi. Artinya, dalam waktu produktif itu kita masih dapat berusaha untuk bekerja mencari dan mendapatkan uang, sekaligus juga menggunakan uang yang kita miliki untuk berinvestasi dan memperoleh penghasilan dari investasi itu.

Nah, jenis investasi yang seperti apakah yang cocok untuk orang dengan usia 40-an?
Sekali lagi, karena investasi mengharuskan adanya diversifikasi sebagai salah satu syarat memperoleh tingkat pendapatan yang bagus, maka jenis investasi yang dapat dipilih oleh orang berusia 40-an pun bervariatif, dari deposito berjangka, investasi asuransi, reksadana, sampai saham blue chip.

Yang penting, ambillah atau pilihlah dua bentuk investasi yang memiliki tingkat pendapat tetap dan yang memiliki tingkat pendapatan atau kerugiannya fluktuatif. Yang pertama adalah untuk tujuan jangka panjang, dan yang kedua adalah untuk tujuan jangka pendek.

Mengingat usia 40-an adalah usia yang matang dalam memperhitungkan risiko dan kematangan dalam menerimanya, maka jenis investasi yang dapat dipilih pun jadi semakin beragam, setidaknya lebih terdiversifikasi dibanding untuk orang yang masih berusia 25-an. Jenis investasinya bisa yang aman tanpa risiko sampai yang berisiko. Salah satunya adalah jenis investasi reksadana equity.

Reksadaa equity ini adalah bentuk reksadana yang berbeda dengan program reksadana biasa atau reksadana yang berpendapatan tetap, karena dana yang kita masukkan dalam program reksadana jenis ini akan dimasukkan ke dalam investasi saham yang harganya lebih fluktuatif. Namun tentu saja pihak perusahaan pengelola reksadana akan mengukur tingkat risiko dari masing-masing saham yang mereka pilih itu dan kita bisa mempercayakan hal tersebut.

Selain reksadana jenis tersebut, kita juga bisa menggunakan dana yang kita miliki untuk berinvestasi dalam bursa saham. Namun, untuk menekan tingkat risiko yang dihadapi, sebaiknya ambillah saham jenis blue chip yang harganya biasanya akan meningkat seiring dengan pertumbuhan perekonomian.

Nah, selain hal tersebut, orang dengan usia 40-an juga layak memilih jenis investasi asuransi. Ini adalah jenis investasi yang layak dipilih orang yang berusia berapapun karena sifatnya yang protektif.

Prinsipnya, sekali lagi, adalah diversifikasi. Terlepas dari berapapun usia kita ketika akan mulai berinvestasi, gunakanlah tidak hanya satu jenis investasi saja, khususnya kalau kita memiliki dana yang cukup untuk itu. Tujuan dari investasi yang dipecah dalam diversifikasi adalah menghindarkan ketergantungan kita pada satu jenis investasi yang kita pilih tersebut.

Selain itu, sesuaikan jenis investasi yang kita pilih itu dengan usia ketika kita melakukannya. Meskipun ulasan di atas ini hanya menyebutkan usia 25 – 30-an dan 40-an, namun prinsipnya tentu saja dapat digunakan oleh orang yang berusia berapapun. Kesimpulannya, pilihlah program investasi yang sesuai dengan dana yang ada, juga sesuaikan dengan usia kita.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.