Panduan Menggunakan Tabungan untuk Investasi

tabungan untuk Investasi

BIBLIOTIKA - Tanya jawab berikut ini hanyalah ilustrasi untuk mendapatkan kerangka pemikiran atau gambaran dalam hal menggunakan tabungan untuk investasi.

Pertanyaan:

Saya adalah seorang lajang, dan bekerja pada sebuah perusahaan yang memberikan penghasilan sekitar Rp. 3,5 juta perbulannya. Karena kebutuhan sehari-hari sebagai lajang tidak memerlukan biaya yang banyak, saat ini saya sudah bisa menyisihkan uang gaji saya dalam tabungan yang kini berjumlah sekitar Rp. 30 juta.

Selama ini saya masih tinggal bersama orangtua, dan pengeluaran bulanan saya hanyalah untuk keperluan pribadi dan transport dari rumah ke tempat kerja, yang total besarnya sekitar Rp. 1 juta.

Saya ingin menggunakan uang tabungan saya untuk berinvestasi, agar lebih memberikan keuntungan yang lebih baik, namun saya masih ragu untuk memilih jenis investasi apa yang sebaiknya saya pilih. Kalau saya memilih investasi dalam bentuk rumah (dengan KPR), bagaimana pertimbangannya?

Jawaban:

Bukti bahwa Anda telah bisa menyisihkan sebagian uang penghasilan Anda hingga berjumlah cukup besar sebagaimana yang digambarkan di atas, itu sudah cukup meyakinkan kalau Anda seseorang yang bisa mengelola penghasilan dengan baik.

Namun, uang yang dibiarkan menganggur jelas hanya akan menjadi dana menganggur atau idle, dan tentu saja kurang memberikan manfaat. Padahal, uang yang terkumpul tanpa adanya rencana dan tujuan sama sekali itu tak jauh beda artinya dengan uang yang dihambur-hamburkan tanpa adanya tujuan.

Fungsi utama kepemilikan uang atau harta adalah untuk dibelanjakan dan didistribusikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia demi kehidupan yang lebih baik. Nah, karenanya, rencana untuk melakukan investasi adalah rencana yang baik.

Alternatif pertama adalah apabila Anda menggunakan uang yang Anda miliki untuk berinvestasi adalah dengan menanamkannya pada suatu bidang usaha. Kalau selama ini Anda hanya menyimpan uang yang dimiliki di dalam bank, kini Anda bisa mengalihkannya pada kepemilikan saham, atau kepemilikan modal usaha dalam suatu bidang usaha yang Anda pilih.

Sebenarnya, uang yang disimpan di bank pun akan digunakan atau diputarkan ke dalam suatu bidang usaha tertentu yang menguntungkan. Namun akan lebih baik kalau Anda memang bisa menginvestasikannya secara langsung, karena itu akan memberikan lebih banyak manfaat dan keuntungan dari dana yang dimiliki, sekaligus juga memberikan hasil yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan hanya menyimpannya secara pasif di bank.

Nah, kalau Anda memilih investasi secara aktif dengan menanamkan uang yang Anda miliki untuk suatu investasi, maka sebaiknya tetap sisakan sebagian atau sejumlah tertentu sebagai semacam dana cadangan. Artinya, meskipun mungkin Anda mendapatkan suatu bidang usaha tertentu yang sepertinya prospektif dan Anda ingin menanamkan uang yang Anda miliki di bidang usaha tersebut, jangan gunakan seluruh uang yang Anda miliki untuk investasi di bidang itu. Tetap sisakan untuk cadangan lain.

Lalu bagaimana kalau memilih rumah sebagai pertimbangan investasi?

Ada dua keuntungan kalau memilih rumah sebagai bagian dari investasi. Keuntungan pertama, rumah tersebut akan memberikan hasil pemasukan jika diperuntukkan untuk komersial, semisal dikontrakkan. Keuntungan kedua, rumah tersebut juga dapat dijadikan sebagai tempat tinggal kelak apabila Anda sudah berumahtangga.

Jika memilih rumah sebagai sarana untuk berinvestasi, maka pertimbangannya adalah lokasi yang cocok dan pemeliharaannya. Sebagaimana yang kita tahu, rumah yang tidak ditempati biasanya akan menjadi cepat rusak dibanding kalau rumah itu ditempati.

Karenanya, setelah memilih suatu rumah di lokasi yang cocok, gunakan rumah tersebut untuk disewakan atau dikontrakkan (apabila Anda memang masih ingin tinggal di rumah orangtua). Pertimbangan untuk hal ini tentu saja adalah mencari penyewa atau pengontrak yang dapat memelihara rumah tempat tinggal dengan baik.

Dilihat dari sudut pandang investasi, pilihan seperti ini akan mendatangkan dua keuntungan sekaligus.

Yang pertama adalah keuntungan dari kenaikan nilai aset. Kenaikan dari nilai aset ini dikarenakan harga rumah dan tanah cenderung mengalami tingkat kenaikan dari tahun ke tahun. Kenaikan harga itu tentu saja tergantung pada tempat atau lokasi dimana rumah tersebut berada, karena rumah yang berada di lokasi yang baik dan mengalami perkembangan yang pesat akan naik nilainya dalam jumlah yang lebih besar dibandingkan dengan rumah yang ada di lokasi yang jarang atau lambat mengalami pertumbuhan.

Karenanya, sebagaimana yang telah disinggung di atas, kalau investasi menjadi salah satu tujuan dalam memilih rumah, maka pilihlah rumah yang ada di lokasi yang baik.

Keuntungan yang kedua adalah dari hasil sewa atau kontrak rumah tersebut. Setelah rumah tersebut mendapatkan penyewa atau pengontrak, maka setiap bulan atau setiap tahunnya Anda akan mendapatkan penghasilan tambahan berupa uang sewa atau uang kontrak.

Besarnya jumlah uang sewa atau uang kontrak ini, sekali lagi, akan bergantung dimana lokasi rumah tersebut berada, dan juga kondisi fisik bangunannya. Nah, dengan adanya uang sewa atau uang kontrak yang diperoleh tersebut, Anda akan memperoleh uang tambahan dalam melakukan cicilan KPR setiap bulannya.

Keuntungan dalam memilih rumah sebagai program investasi bukan hanya keuntungan jangka pendek yang mendatangkan uang sewa atau uang kontrak, namun juga dapat dijadikan tempat tinggal ketika Anda mulai membutuhkan sebuah rumah setelah berkeluarga.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.