Panduan Mengelola Anggaran Belanja

Panduan Mengelola Anggaran Belanja

BIBLIOTIKA - Saat ini, kita seperti dimanjakan dengan banyaknya cara pembayaran belanja yang bisa kita lakukan. Seiring dengan itu, kita pun sepertinya juga dimanjakan dengan banyaknya ragam pilihan belanja yang dapat kita pilih, di berbagai mal dan swalayan, dengan aneka penawaran yang biasanya benar-benar menggiurkan.

Coba saja jalan-jalan ke mal atau supermarket atau swalayan di kota Anda, dan susuri rak-rak atau lorong-lorong perbelanjaan. Mata kita pun biasanya akan akrab dengan tulisan-tulisan menggoda seperti ini, “Diskon Besar”, atau, “Cuci Gudang”, atau “Diskon sampai 50%”, atau “Sale”, atau, “70% Off” dan berbagai tawaran lain yang benar-benar menggoda. Siapa yang bisa tahan?

Tawaran-tawaran yang menggoda seperti itu biasanya paling banyak muncul ketika musim liburan, atau tahun baru, saat lebaran, atau menjelang hari-hari besar lainnya, ketika orang-orang berduyun-duyun mendatangi swalayan atau mall atau supermarket. Sepertinya, masa-masa itu adalah masa-masa dimana orang akan membuang uangnya dengan gampang.

Dengan adanya begitu banyak tawaran serta mudahnya orang berbelanja, banyak orang yang kemudian berbelanja dengan sistem ‘membabi-buta’. Yang dipikirkan ketika berbelanja tidak lagi tentang apakah barang yang dibeli itu memang diperlukan, namun hanya sebatas pikiran, “Kalau tidak beli sekarang, nanti bisa kehabisan!”, atau, “Mumpung masih murah!”. Maka uang tunai pun dihamburkan, kartu kredit digesek, atau kartu debit dipergunakan untuk menggerogoti jumlah rekening yang dimiliki.

Kemudian, biasanya, setelah semuanya itu terjadi, kita jadi terheran-heran sendiri dengan aktivitas yang kita lakukan itu, melihat banyaknya barang yang telah kita beli namun sesungguhnya tidak kita perlukan, dan kemudian seperti tiba-tiba tersadar bahwa ada sejumlah uang yang cukup besar yang telah kita keluarkan.

Bagi pengguna kartu kredit, mereka pun akan dihadang oleh sejumlah hutang yang harus dibayar, sementara bagi pengguna kartu debit, mereka akan dipaksa untuk melihat kenyataan tentang jumlah rekening yang telah banyak berkurang.

Menahan diri adalah sesuatu yang paling diperlukan ketika menghadapi godaan-godaan yang ada di pasar swalayan atau mall itu, dan mengingat bahwa kita masih memiliki kebutuhan dan keperluan lain yang lebih mendesak dan lebih penting untuk dilakukan. Di sinilah perlunya kedisiplinan di dalam berbelanja. Kuncinya, pertimbangkanlah terlebih dulu secara matang sebelum membeli sesuatu.

Bagaimana cara menahan diri

Bayangkan kita memasuki sebuah pasar swalayan dan melihat tulisan besar-besar tentang adanya diskon besar. Ketika menghadapi hal semacam itu, yang masuk ke dalam pikiran kita biasanya bukan lagi mengenai barang yang dijual, melainkan lebih pada jumlah diskon yang ditawarkan. Inilah salah satu trik yang memang biasa digunakan oleh para pedagang dalam merayu calon pembelinya.

Sekarang bayangkan kita menjadi tertarik dan kemudian mendekati barang-barang yang dilampiri tulisan besar diskon itu. Begitu kita mulai menyentuh dan memilih, sesuatu yang biasanya menghampiri kita adalah perasaan ‘euforia’. Rasanya ada banyak sekali pilihan di situ yang dapat kita pilih, barang yang dapat kita beli, dan aneka kebutuhan yang sepertinya muncul mendadak dalam kepala kita; kebutuhan terhadap barang-barang yang didiskon itu. Di sini, kita telah sampai pada nafsu berbelanja.

Kemudian kita pun membelinya dalam jumlah banyak. Ketika kita kekurangan uang tunai, kita bisa mengeluarkan kartu kredit atau kartu debit. Sejumlah uang yang kita miliki berganti dengan barang yang kita beli.

Namun sesampainya di rumah, kebahagiaan berbelanja itu sepertinya tidak berlangsung lama. Memang ada perasaan gembira karena telah berbelanja cukup banyak dengan harga yang didiskon, namun kemudian tiba-tiba kita sepertinya menyadari bahwa beberapa barang yang kita beli tersebut bukanlah barang-barang yang penting atau barang-barang yang memang kita butuhkan.

Ketika kesadaran semacam itu datang, sejumlah uang milik kita telah melayang. Yang lebih parah adalah jika kita menggunakan kartu kredit, karena setelah itu kita akan ‘dipaksa’ untuk membayar kreditnya.

Nah, untuk mencegah hal-hal semacam itu, ada baiknya kita memperhatikan saran-saran berikut:

Patuhi rencana belanja

Setiap bulan, buatlah rencana anggaran belanja secara tertulis, dan kemudian berusahalah untuk dapat mematuhinya.

Selain itu, usahakan pula untuk membawa uang tunai sebesar jumlah belanja yang akan kita lakukan. Artinya, sebelum berangkat ke mall atau swalayan, kita telah memiliki daftar belanja dan telah menyesuaikan jumlah uang yang kita bawa. Dengan begitu, kita tidak akan tergoda untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan karena beralasan masih memiliki uang sisa belanja.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.