Panduan Mengatur Keuangan Keluarga

Keuangan Keluarga

BIBLIOTIKA - Setiap keluarga, baik yang berkecukupan, berkelimpahan ataupun yang berkekurangan, selalu saja akan menghadapi masalah-masalah yang berhubungan dengan uang. Karena, meskipun hidup memang tidak sebatas uang semata-mata, namun betapapun juga kita membutuhkan uang dalam berbagai bentuk kebutuhan hidup yang kita jalani.

Terkadang, kalau tak mau dibilang seringnya, pasangan suami-istri menjadi ribut karena hal ini. Mungkin karena dipicu oleh kurangnya anggaran belanja bulanan, kurang terbukanya masing-masing pasangan, ataupun karena pengelolaan yang tidak benar.

Howard Markman, penulis buku Fighting for Your Marriage, yang menjadi direktur pusat penelitian perkawinan dan keluarga di Denver University, Amerika, menyatakan bahwa uang adalah faktor nomor satu yang seringkali dipertengkarkan oleh pasangan suami-istri. Karenanya, uang juga menjadi faktor nomor satu yang harus dikelola secara baik untuk menghindarkan pertengkaran semacam itu.

Setiap keluarga, idealnya, harus memiliki pengelolaan keuangannya sendiri-sendiri, tergantung barapa banyak yang dihasilkan dalam setiap bulannya, tergantung apakah kedua pasangan bekerja atau hanya salah satunya, juga tergantung pada berapa banyak yang dibutuhkan sebagai pengeluaran dalam setiap bulan.

Nah, berikut ini adalah beberapa saran yang dapat dilakukan untuk melakukan pengelolaan terhadap keuangan keluarga, khususnya bagi suami-istri.

Keterbukaan dan kepercayaan

Kalau memang hanya pihak suami yang bekerja, maka perlu adanya keterbukaan dari pihak suami tentang berapa yang ia hasilkan dari pekerjaannya selama satu bulan. Setelah itu, diperlukan adanya kepercayaan dari pihak istri dalam menerima setiap penghasilan yang diberikan oleh suaminya. Dengan adanya keterbukaan dan kepercayaan seperti ini, maka baik pihak suami ataupun istri akan sampai pada pertemuan dari rasa saling kepercayaan.

Dengan adanya keterbukaan yang dilakukan oleh pihak suami, maka istri pun akhirnya akan menyadari bahwa yang menjadi titik penting dalam hal keuangan keluarga bukanlah jumlah atau nominalnya semata-mata, namun lebih pada usaha dan kerja keras suami dalam mencari dan mendapatkannya. Bukankah kita memang perlu menghargai sesuatu bukan hanya dari tingkat besar kecilnya namun lebih pada perjuangannya?

Selain itu, dengan adanya keterbukaan dan kepercayaan di antara pasangan suami-istri, maka pihak istri akan bisa membantu, setidaknya akan bisa ikut memberikan pikirannya, apabila suatu saat si suami mengalami suatu masalah menyangkut pekerjaannya atau menyangkut tempat kerjanya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.