Panduan Mempelajari Investasi Berisiko Besar

 Investasi Berisiko Besar

BIBLIOTIKA - Salah satu hukum investasi adalah; semakin besar risikonya, semakin besar hasilnya. Investasi tumbuh dengan risiko, dan bukan dengan keamanan.

Karena investasi adalah permainan uang (secara kasar dapat disebut begitu), maka orang yang melakukan investasi pun tentu saja mengharapkan uang yang ia tanamkan dalam investasi itu menjadi berlipat ganda, setidaknya bertambah jumlahnya.

Namun kegiatan investasi bukanlah kegiatan seperti judi atau semacamnya yang mengandalkan untung-untungan semata. Judi tidak memerlukan pertimbangan atau pemikiran yang matang selain mungkin kelicikan dan kelicinan dalam bermain untuk dapat merampok uang lawan main. Di dalam investasi, kita memerlukan pertimbangan dan pemikiran serta perencanaan yang matang dari segala sisi agar uang yang kita investasikan dapat memberikan keuntungan dan bukannya kerugian.

Di dalam investasi ada dua bentuk; yaitu investasi yang berisiko minim (sebagaimana yang telah kita bahas di bab sebelumnya), dan investasi yang berisiko besar.

Mengapa ada orang yang mau menggunakan uangnya untuk berinvestasi dalam investasi yang berisiko besar? Jawabannya tentu saja karena investasi berisiko besar ini juga menjanjikan hasil yang sama besarnya. Sebagaimana slogan investasi yang terkenal, high return-high risk, maka semakin besar risiko yang ditanggung oleh sebuah investasi, maka semakin besar pula hasil yang akan diperoleh investasi itu. Pendeknya memang tergantung seberapa besar risiko itu ada dalam sebuah investasi, maka sebesar itu pulalah hasilnya.

Investasi dalam bentuk deposito, misalnya. Karena deposito merupakan bentuk investasi yang bisa dibilang aman (berisiko kecil), maka hasil yang diperoleh dari investasi deposito pun juga kecil prosentasenya. Lain halnya kalau investasi dalam bentuk valas atau valuta asing.

Investasi dalam bentuk valas ini memiliki tingkat risiko yang besar, sehingga juga menjanjikan hasil yang sama besarnya. Kalau investasi deposito hanya mampu memberikan hasil sebesar 10 persen, misalnya, maka investasi dalam bentuk valas dapat menjanjikan hasil sampai 100 persen.

Bagaimana hitung-hitungannya? Umpamakan saja kita memiliki uang sejumlah Rp. 200.000.000,- dan uang tersebut kita gunakan untuk membeli dolar AS yang waktu itu memiliki kurs sebesar Rp. 5000,- perdolar. Dengan begitu, artinya kita memegang investasi dalam bentuk dolar AS sejumlah 40.000 dolar. Nah, setengah tahun kemudian, nilai dolar meningkat naik menjadi Rp. 10.000,- perdolar. Pada saat itu kita jual dolar kita, dan secara otomatis kita pun akan memperoleh keuntungan 100 persen dan modal awal kita bertambah 100 persen menjadi Rp. 400.000.000,-

Ini jenis investasi yang memiliki kemungkinan keuntungan yang besar, namun jangan lupa bahwa ini juga merupakan jenis investasi yang juga memiliki risiko yang sama besarnya. Sekarang umpamakan kalau kita menggunakan uang kita yang sejumlah Rp. 200.000.000,- itu untuk membeli dolar yang memiliki kurs sebesar Rp. 8000,- perdolar. Setengah tahun kemudian, ketika kita berencana untuk menjualnya, nilai dolar merosot turun menjadi Rp. 4000,- perdolar. Nah, ini tentu saja sama halnya kita akan mengalami kerugian 100 persen, dimana modal awal kita pun akan berkurang separuh dan menjadi hanya Rp. 100.000.000,-

Karenanya, diperlukan pengetahuan yang lebih ketika kita memutuskan ingin bermain dalam investasi yang berisiko besar ini. Jangan hanya tergiur dengan kemungkinan hasil besar yang mungkin kita peroleh, namun pelajari dulu aturan mainnya sehingga kita tidak terperosok dan menyesal.

Nah, menyangkut investasi yang memiliki hasil besar ini, ada gejala aneh akhir-akhir ini, dimana ada cukup banyak penawaran investasi yang berani menjanjikan keuntungan atau hasil sampai 100 persen dengan iming-iming berisiko kecil atau minim risiko. Penawaran-penawaran ini biasanya disampaikan atau diiklankan di surat kabar dengan kata-kata yang amat menggugah rasa penasaran. Isi iklannya kira-kira seperti ini; “Kalau Anda memiliki dana sejumlah Rp. 10.000.000,- dan menginginkan hasil investasi sebesar 100 persen dalam jangka waktu satu tahun dan tanpa risiko, bergabunglah bersama kami.”

Investasi yang ditawarkan dalam iklan-iklan itu biasanya adalah investasi dalam sektor konkrit seperti real estate atau perkantoran. Jadi secara gampangnya, apabila kita tertarik untuk berinvestasi sesuai dengan tawaran iklan tersebut dan memutuskan untuk bergabung, maka dana investasi kita akan diputarkan (diinvestasikan) oleh pihak pengelola pada bidang usaha mereka, dan kita dijanjikan akan memperoleh keuntungan sebesar 100 persen pertahun sebagaimana isi iklan tersebut.

Tawaran semacam itu tentu saja menggugah rasa penasaran sekaligus minat banyak orang, karena tentunya ada cukup banyak orang yang menginginkan hasil besar semacam itu. Seratus persen hasil dalam waktu satu tahun adalah jumlah yang besar untuk ukuran investasi.
Lalu apakah memang benar valid isi penawaran tersebut? Atau hanya sekedar penipuan berkedok investasi?

Iklan-iklan penawaran investasi di surat kabar itu ada yang menggunakan iklan kecil, iklan baris, namun ada juga yang menggunakan iklan berukuran besar di banyak surat kabar sekaligus. Iklan-iklan itu juga mencantumkan alamat yang jelas serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Pendeknya, iklan tersebut sepertinya memiliki tingkat kredibilitas yang tinggi.

Nah, ada beberapa hal yang patut direnungkan menyangkut hal tersebut.

Tentu saja hasil 100 persen di dalam investasi bukanlah sesuatu yang tak mungkin, karena sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, bisa saja investasi yang kita lakukan memang menghasilkan keuntungan sejumlah 100 persen sebagaimana dalam kasus investasi valuta asing yang telah kita ulas itu.

Namun, sebagaimana yang juga telah dinyatakan di atas, hasil investasi yang besar juga memiliki tingkat risiko yang besar. Karenanya, apabila ada tawaran investasi yang menyatakan dapat memberikan hasil besar namun memiliki risiko yang kecil atau minim, maka ini tidak sesuai dengan logika investasi—atau setidaknya tidak sesuai dengan logika investasi pada umumnya.

Sekarang bayangkan beberapa fakta ini: Seumpama diri kitalah yang menyelenggarakan program investasi yang diiklankan di surat kabar itu. Kita memiliki atau menjalankan suatu kegiatan usaha yang memiliki tingkat hasil besar (100 persen) dengan tingkat risiko yang minim. Mungkinkah kita sebagai pihak investor akan mau berbagi dengan pihak lain?

Umumnya, dalam dunia usaha dan investasi, kalau memang sebuah usaha dapat menghasilkan keuntungan 100 persen tanpa risiko yang besar, maka orang akan lebih memilih melakukannya sendiri dan mendapatkan keuntungannya sendiri tanpa harus repot-repot mengajak orang lain.

Selain itu, kalau memang usaha yang dikelola tersebut mampu menghasilkan keuntungan 100 persen, mengapa pengelolanya tidak mencari pinjaman saja ke bank dan membayar bunga pinjaman yang hanya sekitar 20 persen? Bukankah, kalau memang dia membutuhkan tambahan modal, itu akan jauh lebih menguntungkan karena dapat menghemat 80 persen keuntungannya?

Dan terakhir, kalau memang investasi di sektor riil yang dikelolanya tersebut memang dapat menghasilkan keuntungan sebesar 100 persen, plus minim risiko, maka dia tidak akan repot-repot mencari orang untuk menambahkan modal karena dia pasti akan didatangi oleh banyak bank yang akan mengulurkan bantuan kredit karena bank pasti akan menilai usaha tersebut sebagai investasi yang prospektif.

Jadi, yang kemungkinan terjadi menyangkut iklan-iklan penawaran investasi yang terkesan ‘hebat’ itu sesungguhnya adalah pembagian risiko dan bukannya pembagian keuntungan. Di dalam dunia investasi, hampir mustahil ada kegiatan investasi yang memiliki hasil besar dan risiko minim namun mau dibagikan dengan pihak lain.

Nah, apabila kita memang ingin mencoba berinvestasi dalam investasi berisiko besar karena menginginkan hasil yang juga besar, maka ada beberapa hal yang perlu dicermati terlebih dulu menyangkut beberapa hal dalam investasi itu.

Karena tujuan orang berinvestasi itu berbeda-beda, maka tentu saja tidak aneh kalau kemudian ada orang yang mau berinvestasi pada jenis investasi yang memiliki risiko besar. Beberapa hal yang perlu dicermati menyangkut investasi berisiko besar adalah:

Tujuan investasi

Kalau memang kita memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi dan kita memang berniat untuk melakukan investasi yang memberi hasil besar tanpa merisaukan risikonya yang besar, maka investasi berisiko besar memang bukan lagi pilihan yang berat. Dalam arti; kita memang telah siap untuk menghadapi apapun yang terjadi. Selain itu, uang yang tersedia untuk investasi itu memang ‘uang dingin’ yang tidak ditujukan untuk hal lain selain hanya untuk investasi.

Namun, apabila kita berinvestasi dengan tujuan agar memperoleh pendapatan yang teratur atau stabil, maka investasi berisiko besar adalah sesuatu yang riskan. Jika tujuannya adalah pendapatan yang rutin dari investasi, maka sebaiknya memilih investasi yang berisiko lebih minim, meskipun hasil yang diperoleh juga tidak terlalu besar.

Jangka waktu investasi

Apa yang kita inginkan dari jangka waktu investasi itu? Apakah kita menginginkan investasi yang memiliki jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang? Jawaban dari pertanyaan ini tentu saja akan tergantung pada dana yang kita gunakan, sekaligus juga tujuan dari investasi itu sendiri.

Jangka waktu investasi perlu diperhatikan, karena ada jenis-jenis investasi yang belum dapat memberikan hasil dalam jangka waktu pendek, namun akan memberikan hasil besar dalam waktu yang relatif panjang.

Kalau dana yang digunakan untuk investasi itu memang dialokasikan secara murni untuk investasi, maka investasi jangka panjang akan baik untuk dijadikan pilihan. Mengapa? Karena seringkali sebuah investasi akan semakin memberikan hasil yang lebih besar seiring dengan makin lamanya jangka waktu investasi tersebut. Pada investasi deposito, misalnya, akan terjadi ‘bunga berbunga’ apabila dana yang kita investasikan dalam deposito tersebut kita tanam dalam waktu lama tanpa diusik-usik sedikit pun.

Kemampuan menanggung risiko

Kalau tujuan kita adalah investasi yang memiliki hasil besar, maka yang perlu diingat dan diperhatikan pertama kali adalah seberapa tinggi kemampuan kita dalam menghadapi risiko kerugian yang mungkin akan ditimbulkan dari investasi tersebut. Karena hasil besar diiringi dengan risiko yang besar, maka kita harus menakar terlebih dulu sejauh mana kemampuan kita dalam menanggung risiko kehilangan atas investasi yang kita lakukan, agar kita tidak menjadi ‘kaget’ ketika risiko kerugian itu terjadi.

Mengharapkan hasil besar dengan melupakan risiko yang mengiringinya adalah langkah yang riskan karena tidak selamanya investasi berbuah manis, khususnya dalam hal ini investasi yang memiliki hasil besar. Karenanya, sebaiknya cermati dulu hal tersebut dan batasi jumlah investasi yang kita lakukan itu pada batas kemampuan kita dalam menanggung risiko kerugiannya.

Target hasil investasi

Meskipun semua bentuk investasi menjanjikan keuntungan, namun kita tentunya memiliki suatu target tersendiri menyangkut investasi yang kita lakukan. Nah, kalau memang kita menginginkan hasil keuntungan yang ditargetkan dari investasi itu, misalnya hanya 20 persen pertahun, maka sebaiknya gunakan saja investasi yang minim risiko karena hasil sebesar itu biasanya dapat diperoleh dari investasi-investasi yang berisiko kecil.

Namun kalau memang kita menginginkan hasil yang besar dari investasi yang kita lakukan, misalnya 80 persen pertahun, atau setidaknya 50 persen pertahun, tentu saja kita perlu memasukkan dana yang kita miliki dalam program investasi yang berisiko besar atau cukup besar—selama kita memang merasa yakin untuk sanggup menerima atau menanggung risikonya.

Yakin dengan diri sendiri

Barangkali secara sekilas ini terkesan tak memiliki hubungan dengan investasi, namun ketika kita memutuskan untuk melakukan investasi, khususnya yang memiliki tingkat risiko tinggi, maka tingkat keyakinan kita terhadap investasi itu harus benar-benar matang.

Ketika kita memutuskan untuk melakukan investasi yang memiliki tingkat risiko yang tinggi, kita harus yakin terhadap diri sendiri ketika memutuskannya. Karenanya, hindari investasi yang hanya berdasarkan selera semata-mata, atau karena bujukan rayuan.

Salah satu filosofi yang positif menyangkut investasi adalah larangan untuk bersikap serakah. Karenanya, jika kita memang menginginkan melakukan investasi dengan risiko yang besar karena mengharapkan hasil yang besar, maka landasi hal itu dengan akal sehat, dan bukan sekedar karena keserakahan pada hasil yang besar.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.