Panduan Memilih Investasi Berisiko Minim (2)

Memilih Investasi

BIBLIOTIKA - Artikel ini adalah lanjutan artikel sebelumnya (Panduan Memilih Investasi Berisiko Minim 1). Untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik, sangat disarankan agar Anda membaca artikel sebelumnya terlebih dulu. Jika Anda sudah membaca artikel sebelumnya, berikut ini uraian selanjutnya.

Apabila kita telah berusia 50-an dan kebetulan memang memiliki dana yang cukup, kita bisa memilih investasi dalam bentuk reksadana atau deposito berjangka dengan pendapatan yang tetap. Untuk deposito, kita bisa memilih mata uang rupiah yang biasanya lebih menjanjikan hasil bunga yang besar.

Beberapa bank mengiming-imingi hadiah bagi para deposannya, namun kita tidak perlu tergiur dengan iming-iming itu, namun pilihlah bank yang memberikan kemudahan dalam hal ini, semisal tidak mengenakan ‘pinalti’ ketika deposito tersebut kita cairkan.

Investasi dengan membeli emas juga bisa dipilih untuk orang yang berusia 50-an, mengingat emas juga merupakan investasi yang menguntungkan dengan risiko yang minim. Kalau kita memang meniatkan emas tersebut untuk investasi dan bukan sekedar sebagai perhiasan, kita bisa memilih emas batangan yang memang ditujukan untuk investasi.

Selain itu, kita bisa memilih program investasi dalam bentuk asuransi plus. Orang yang berusia 50-an biasanya dikenakan tarif premi yang lebih mahal ketika memilih jenis investasi asuransi ini. Namun jika pertimbangannya program investasi asuransi ini adalah untuk ahli waris, maka ini adalah jenis investasi yang cukup tepat untuk dipilih.

Sektor keuangan dan sektor riil

Ada dua sektor dalam investasi, yakni sektor keuangan dan sektor riil. Sektor keuangan adalah beberapa pilihan yang telah kita ulas di atas, sedangkan sektor rill adalah investasi dalam bentuk riil, semisal rumah atau tanah.

Nah, investasi di sektor keuangan, sebagaimana yang telah kita bahas di atas, secara teoritis lebih mudah karena kita tinggal menggunakan uang yang kita miliki dan memasukkannya ke dalam suatu program atau jenis investasi yang kita pilih dan tinggal menunggu hasilnya tanpa banyak pikiran yang macam-macam. Namun bukan berarti bahwa sektor rill tidak layak untuk diambil.

Berbeda dengan jenis investasi semisal deposito atau reksadana dalam koridor sektor keuangan yang hasilnya bisa dibilang spekulatif, maka investasi di sektor riil akan memberikan nilai investasi yang lebih dapat dipastikan.

Misalnya kita bisa memilih investasi dalam bentuk properti yang kita peruntukkan secara komersial, semisal membeli rumah untuk dijadikan sebagai tempat kost atau dikontrakkan. Dalam hal ini, kita tetap memperoleh hasil atau pemasukan dengan modal yang kita miliki, dan tetap dapat mengelola risiko yang minim.

Nah, keuntungan memilih investasi di sektor rill salah satunya adalah kita tidak perlu menggunakan seluruh uang yang kita miliki untuk membangunnya. Jika kita dapat menemukan lokasi yang cocok untuk properti yang kita inginkan tersebut, dan kita bisa menyusun proposal yang tepat, maka kita bisa menggunakan separuh modalnya dari bank. Jadi kita cukup mengalokasikan separuh uang kita, dan sisanya akan ditutup oleh bank dalam bentuk pinjaman.

Cara yang paling mudah untuk melakukan hal ini adalah dengan menggunakan sistem yang disebut sebagai ‘cash collateral’.

Apa yang dimaksud dengan cash collateral itu? Secara gampangnya seperti ini; kita memiliki sejumlah uang dalam deposito berjangka di bank, dan kita menggunakan deposito tersebut sebagai jaminan uang pinjaman yang akan diberikan oleh pihak bank. Jika deposito yang kita miliki tersebut memiliki bunga, misalnya 8 persen, dan cash collateral dikenakan bunga sebesar 10 persen, maka kita tinggal membayar selisih bunganya saja.

Lalu bagaimana kalau kita tidak memiliki deposito dan juga merasa sulit untuk dapat memperoleh pinjaman dana dari bank?

Jika seperti itu kasusnya, maka salah satu langkah efektif yang dapat ditempuh adalah dengan menggunakan jasa lembaga pegadaian. Namun ada dua syarat yang harus kita miliki jika memang akan menggunakan lembaga pegadaian dalam pengadaan dana ini.

Syarat yang pertama adalah kita memiliki suatu jaminan yang akan digunakan untuk memperoleh dana dari pegadaian, dan syarat yang kedua adalah kita harus yakin bahwa uang yang nantinya akan kita peroleh dari pegadaian itu dapat digunakan untuk berinvestasi yang hasilnya sebagian dapat menutup bunga yang ditetapkan oleh pihak pegadaian.

Biasanya, barang paling mudah yang dapat digunakan sebagai jaminan dalam hal ini (kaitannya dengan pegadaian) adalah emas. Selain mudah dibawa karena ukurannya relatif kecil, emas juga memiliki nilai yang tinggi sehingga dapat menghasilkan dana yang cukup besar dari pegadaian.

Nah, jika dana yang dibutuhkan telah tersedia, maka langkah berikutnya yang harus kita atur adalah mengelola uang yang telah kita peroleh tersebut dengan menanamkannya pada investasi di sektor riil, dan kemudian menggunakan hasil pendapatannya dengan membaginya menjadi dua; separuh untuk membayar bunga dan mempersiapkan pengembalian pinjaman dari pegadaian, dan separuhnya lagi untuk kebutuhan sehari-hari.

Apa yang diuraikan di dalam bab ini tentu saja hanya sebatas memberikan gambaran singkat tentang bentuk investasi berisiko minim yang dapat dipilih. Variasinya tentu saja masih cukup banyak, namun apapun jenis investasi yang kita pilih, sekali lagi; sesuaikan dengan karakteristik pribadi sekaligus kekuatan dana yang kita miliki, sehingga hasil dari investasi itu benar-benar maksimal dan kita bisa terhindar dari risiko kerugian.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.