Panduan Memilih Investasi Berisiko Minim (1)

Memilih Investasi

BIBLIOTIKA - Karena investasi dan menjadi investor yang berhasil memerlukan pembelajaran dan pengalaman, maka sebaiknya pilihlah investasi berisiko minim terlebih dulu jika memang baru memulainya…

Apakah ada investasi yang berisiko minim? Tentu saja ada, karena secara garis besar investasi terbagi menjadi dua, yakni investasi yang memberikan hasil besar namun juga berisiko besar, dan investasi yang memberikan hasil minim dengan risiko yang juga minim. Ini bisa dikatakan sebagai ‘hukum’ investasi.

Hasil minim yang dimaksud di sini tentu saja adalah lebih kecil dibanding dengan hasil besar untuk investasi yang juga memiliki tingkat risiko yang besar. Kalau kita menginginkan investasi yang memberikan hasil besar namun dengan risiko yang minim, tentu saja kita akan sulit menemukannya.

Nah, mengenai investasi yang berisiko besar namun juga memberikan hasil yang besar ini adalah investasi dengan dana besar yang dapat diatasi tingkat risikonya hingga dapat memberikan hasil yang besar. Di sini yang terjadi adalah tingkat risiko yang besar tersebut dapat dihindari atau setidaknya ditekan.

Hal semacam ini bisa terjadi karena dua hal. Yang pertama adalah karena keberuntungan, sedang yang kedua adalah karena tingkat antisipasi dan penguasaan ‘medan’ yang baik sehingga dapat menghindari risiko (biasanya ini terjadi pada investor yang sudah berpengalaman atau perusahaan investor yang profesional).

Investor yang berhasil memperoleh hasil besar dari investasi jenis ini biasanya adalah investor yang benar-benar memahami lika-liku investasi yang dipilihnya dan dia melakukannya dengan baik sesuai dengan kemampuan dan kelebihannya.

Namun, jika kita tidak yakin dengan dua hal di atas itu (keberuntungan dan pengetahuan yang memadai dalam investasi), maka sebaiknya pilihlah jenis investasi yang berisiko minim—setidaknya hal ini dipilih sebagai bagian dalam tahap pembelajaran jika kita memang benar-benar baru berinvestasi.

Sebagaimana yang telah diuraikan di artikel sebelumnya, pilihan yang paling baik dalam berinvestasi adalah dengan menyesuaikan jenis investasi tersebut dengan karakter pribadi kita. Kalau kita memang tidak terlalu berani dalam menerima risiko dari investasi tersebut, maka jangan pilih investasi yang memiliki risiko besar seperti saham, valas ataupun pasar komoditas. Ini adalah jenis-jenis investasi yang bisa menyebabkan ‘jantungan’, dan apabila ternyata hasilnya adalah kerugian (karena memang risiko untuk itu tergolong besar), maka kita bisa menjadi trauma karenanya.

Kalau kita masih awam dalam hal investasi, kita memang mungkin akan menghindari jenis-jenis investasi seperti yang disebutkan di atas itu, mungkin karena masih merasa asing atau karena merasa belum terlalu paham aturan mainnya.

Selain itu juga karena jenis-jenis investasi tersebut memiliki tingkat risiko kerugian yang cukup besar. Namun sayangnya, orang-orang yang masih awam biasanya justru terpikat pada jenis-jenis investasi yang sesungguhnya lebih berbahaya, lebih berisiko dan lebih meragukan dibanding jenis-jenis investasi yang disebutkan itu.

Tidak jarang kita membaca iklan di surat kabar atau pemberitahuan di media massa yang menyebutkan suatu program investasi tertentu yang menjanjikan keuntungan besar dengan risiko yang kecil, plus dalam waktu yang singkat.

Yang perlu kita lakukan dari tawaran semacam itu biasanya hanyalah memasukkan uang kita ke dalam program investasi tersebut, dan kemudian menunggu hasilnya. Mungkin, karena tergiur oleh janji-janji yang hebat itu kita pun kemudian memilihnya dengan harapan besar dapat memperoleh keuntungan yang sama besarnya. Namun yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa jenis investasi semacam itu lebih berisiko dibanding dengan jenis investasi di pasar yang resmi semisal pasar modal, pasar komoditas ataupun pasar uang.

Karenanya, jika kita memang masih awam dan dana yang kita miliki juga tidak terlalu banyak, hindari jenis investasi yang ‘meragukan’ semacam itu, karena terlepas dari janji-janji besar yang diberikan, jenis investasi semacam itu justru mengandung risiko yang sangat besar.

Nah, pilihan untuk investasi yang minim risiko atau yang berisiko kecil adalah deposito berjangka atau program reksadana. Ini adalah pilihan yang bijak jika kita memiliki dana yang terbatas untuk berinvestasi. Langkah bijaknya adalah tidak mengambil jumlah uang pokoknya, dan hanya mengambil bunganya saja yang diperoleh setiap bulannya. Jadi tidak jauh seperti menanam pohon; kita biarkan pohonnya dan kita bisa menikmati buahnya yang tumbuh.

Namun apabila kita merasa cukup mampu untuk berinvestasi dalam program yang lebih sedikit berisiko, maka kita bisa menggunakan dana yang kita miliki untuk berinvestasi di pasar saham, dengan catatan memilih saham yang tetap minim risiko. Selain itu, hindari untuk menggunakan uang kebutuhan pokok rumah tangga untuk berinvestasi, karena ini akan mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Memilih investasi dalam bentuk saham memang bukan pilihan yang tabu kalau kita memang merasa yakin dengan aturan mainnya dan merasa cukup mampu dalam ‘bermain’ di dalamnya. Namun, jika kita masih merasa ragu tentang hal itu, maka sebaiknya hindari jenis investasi ini. Kalaupun tetap menginginkannya, gunakan batasan antara 20 sampai 30 persen dari total dana yang kita miliki untuk investasi saham, dan sisanya dimasukkan ke dalam program investasi yang benar-benar aman.

Nah, di artikel sebelumnya (Panduan Menyesuaikan Jenis Investasi) kita telah membahas kaitan antara investasi dengan usia. Sekarang, apabila kita telah berusia 50-an tahun, misalnya, maka sebaiknya pilihlah jenis investasi yang tidak terlalu spekulatif. Sebaiknya, jenis investasi yang dipilih bukan lagi investasi yang memberikan hasil besar namun fluktuatif, namun hasil yang tetap atau teratur dan juga stabil.

Baca lanjutannya: Panduan Memilih Investasi Berisiko Minim (2)

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.