Panduan Membeli Ponsel Second

 Membeli Ponsel Second

BIBLIOTIKA - Membeli ponsel second hand atau bekas terkadang menjadi pilihan ketika orang hanya memiliki dana yang terbatas, atau bisa pula karena ponsel yang ingin dibeli sudah tak tersedia yang baru. Ada kalanya sebuah ponsel yang diproduksi dua tahun yang lalu sudah tak diproduksi lagi, dan akibatnya orang yang berminat dengan ponsel itu pun terpaksa harus membeli yang second jika menginginkannya.

Nah, kalau kebetulan Anda juga punya rencana untuk membeli ponsel second, ada baiknya kalau mencermati hal-hal berikut ini, agar rencana pembelian Anda tidak membuahkan penyesalan.

Hindari membeli ponsel BM

Apapun alasannya, sebaiknya hindari membeli ponsel second yang tergolong BM (black market). Sebagaimana yang Anda tahu, ponsel BM adalah ponsel yang bisa dikatakan ‘tidak resmi’ atau ponsel yang tidak memiliki garansi pabrik. Jika membeli ponsel BM yang dalam keadaan baru saja sudah berisiko, apalagi membeli ponsel second yang BM. Karenanya, hindari ponsel second yang BM, meskipun mungkin ditawarkan dengan harga yang rendah.

Kasus yang seringkali terjadi pada ponsel BM (khususnya yang second) adalah pada PCB (Printed Circuit Board) di ponsel tersebut. PCB ini memiliki jumper, dan seringkali terjadi kasus dimana jumper pada PCB sudah rusak atau tak berfungsi lagi. Akibatnya, ketika Anda baru menggunakan ponsel tersebut beberapa hari saja, terkadang Anda sudah harus mengeluarkan uang lagi untuk membiayai perbaikan atau penggantian jumper.

Selain itu, ponsel BM juga seringkali mengalami masalah ketika diinstal program flash yang asli. Lebih parah lagi, ponsel second BM juga memiliki kemungkinan kerusakan yang seringkali tidak bisa diperbaiki.

Periksa harganya terlebih dulu

Jangan terburu-buru mencari dan membeli ponsel second yang Anda inginkan kalau tak ingin tertipu. Bisa saja Anda menjadi korban penjual yang tak bertanggung jawab hanya karena Anda tidak tahu berapa harga sesungguhnya sebuah ponsel. Karenanya, sebelum Anda pergi kesana-kemari untuk mencari ponsel second yang Anda inginkan, sebaiknya cek dan lihat dulu berapa harga umum ponsel tersebut.

Mengetahui berapa harga umum sebuah ponsel tidak terlalu sulit. Anda bisa menanyakannya pada kawan-kawan Anda yang lebih tahu mengenai kondisi harga ponsel second, atau bisa pula dengan melihat di media-media yang khusus memberitakan ponsel.

Situs-situs di internet juga banyak yang memberikan informasi mengenai perbandingan harga antara ponsel yang baru dengan ponsel yang second. Dengan mengetahui kisaran harganya terlebih dulu, Anda akan memiliki pegangan yang pasti, sehingga Anda tidak tertipu nantinya.

Periksa kecocokan nomor IMEI

Ini adalah sesuatu yang amat penting, namun seringkali tidak dilakukan oleh orang yang membeli ponsel second. Nomor IMEI (International Mobile Equipment Identity) adalah identitas sebuah ponsel yang tidak bisa disepelekan. Bila Anda membeli ponsel second, pastikanlah nomor IMEI ponsel tersebut cocok antara nomor IMEI yang ada di ponsel (biasanya ada di bagian dalam atau di belakang baterai) dengan nomor IMEI yang tertera di dus (pembungkus) ponsel.

Selain itu, periksa pula kecocokan antara nomor IMEI yang tercatat pada ponsel dengan nomor IMEI yang bisa Anda lihat di dalam program ponsel. (Masing-masing ponsel memiliki menu yang dapat digunakan untuk melihat nomor IMEI dari ponsel tersebut). Kalau Anda merasa bingung mencari menu untuk membuka nomor IMEI ponsel, gunakan saja tombol keypad dengan memencet *#06# kemudian OK. (Sebagian besar ponsel menggunakan kode tersebut untuk keperluan pengecekan nomor IMEI).

Apabila semua nomor IMEI yang ada cocok, berarti ponsel tersebut memang beres. Tetapi jika ada yang tidak cocok, maka sebaiknya urungkan niat Anda untuk membeli ponsel tersebut karena hampir dapat dipastikan akan menimbulkan masalah.

Periksalah kondisi fisik ponsel

Seringkali, ponsel second dijual dengan cara yang ‘menipu’, yakni dengan mengganti casing atau kulitnya. Akibatnya, secara kasatmata ponsel tersebut terlihat masih baru, padahal hanya casingnya saja yang baru.

Karenanya, apabila bagian casingnya dapat dibuka, maka bukalah casing tersebut untuk dapat melihat bagian dalamnya. Cermati apakah ada yang terlihat cacat di dalam, apakah terlihat tanda kalau ponsel tersebut pernah diperbaiki, dan lain-lain. Yang lebih penting lagi, yakinkan diri Anda bahwa mesin ponsel itu masih asli dan bukan palsu atau pernah diganti.

Ketika ponsel dinyalakan, periksalah layar LCD-nya, apakah masih jernih dan terang, ataukah sebaliknya. Apakah LCD-nya masih dalam kondisi baik tanpa ada garis atau noda yang mengganggu, juga periksa apakah LCD tersebut asli ataukah sudah diganti (palsu).

Setelah itu, periksa kondisi keypad. Coba satu persatu keypad dan lihat apakah masing-masing tombol keypad tersebut masih berfungsi dan sesuai dengan fungsinya. Ada kalanya satu atau dua bagian keypad sudah tidak berfungsi, atau bisa pula sebuah keypad yang aslinya berfungsi mengetik tanda * (bintang) tapi malah memunculkan tanda lain di layar LCD.

Selain itu, cobalah menekan sebuah tombol keypad selama berkali-kali, dan lihat apakah ponsel tersebut hang ataukah tidak. Apabila ponsel itu masih dalam kondisi bagus, penekanan berkali-kali terhadap satu tombol keypad tidak akan menyebabkan pengaruh apa-apa.

Terakhir, cobalah buka semua menu yang ada di ponsel itu, dan lihat apakah semuanya masih berfungsi; dari menu getar, menu kamera, ringtone, pemutar musik, sampai pada percobaan panggilan ke nomor telepon lain. Jika semuanya beres, berarti ponsel masih oke.

Periksa kondisi dan ketahanan baterai

Memeriksa baterai ponsel mungkin sesuatu yang cukup sulit bagi orang yang memang bukan ahlinya. Karenanya, apabila Anda masih ragu-ragu, Anda bisa menanyakannya langsung pada penjualnya; apakah baterai ponsel tersebut masih dalam keadaan baik ataukah sudah aus.

Baterai yang sudah aus biasanya hanya bertahan satu sampai dua hari stand by, dan hanya tahan beberapa jam saja jika ponsel sering digunakan. Tentu saja daya tahan baterai dari ponsel second akan lebih pendek dibanding daya tahan baterai ponsel yang masih baru, tetapi apabila baterai tersebut masih dalam kondisi bagus, setidaknya akan bisa bertahan digunakan untuk berbicara (bertelepon) dalam waktu yang lama.

Untuk mengecek hal itu, cobalah gunakan ponsel tersebut untuk menelepon nomor bebas pulsa dalam waktu yang cukup. Lihat apakah baterai tersebut bisa tahan ataukah tidak. Jika kemudian baterai tersebut kehabisan energi dan minta di-charge, berarti kondisinya sudah tidak beres.

Selain itu, cek apakah proses charge baterai dapat berlangsung normal dan baik.

Periksa kondisi sinyal ponsel

Lancar atau tidaknya proses komunikasi Anda menggunakan ponsel akan ikut ditentukan oleh sinyal ponsel tersebut. Jika sinyalnya bagus, maka komunikasi akan lancar. Namun jika sebaliknya, maka komunikasi akan terganggu. Baik atau tidaknya sinyal di ponsel tidak selamanya disebabkan atau dipengaruhi oleh jaringan operator yang digunakan. Ada kalanya ketidakberesan sinyal itu terjadi karena disebabkan oleh masalah yang ada di ponsel.

Karenanya, periksa apakah sinyal ponsel dalam keadaan baik. Cobalah matikan ponsel tersebut dan kemudian hidupkan kembali. Apabila ponsel dapat loading dengan baik dan memunculkan sinyal secara penuh, maka ponsel tersebut memang masih sehat. Tetapi apabila ponsel dinyalakan dan membutuhkan waktu loading yang lama, atau langsung kehabisan energi baterai, atau bahkan kemudian segera mati kembali, maka itu pertanda ponsel sudah ‘sakit’.

Perhatikan charger dan pelengkap ponsel

Setiap ponsel pastilah memiliki charger, karena alat itu memang diperlukan untuk mengisi energi baterai. Karenanya, pastikan ponsel yang akan Anda beli tersebut masih dilengkapi dengan charger, dan pastikan pula charger tersebut adalah yang asli.

Apabila charger yang Anda dapatkan ternyata bukan yang asli atau original, yang seringkali terjadi adalah lamanya waktu pengisian energi baterai nantinya. Cara yang mudah untuk mengecek apakah sebuah charger asli ataukah tidak adalah dengan menimangnya di telapak tangan. Charger yang asli biasanya memiliki berat yang terasa, sementara yang tidak asli terasa ringan di tangan.

Kemudian, cobalah charger tersebut untuk mengisi energi ke baterai ponsel. Jika proses pengisian energinya terlihat normal, berarti kondisinya masih oke. Namun jika terlihat tersendat-sendat (kadang mengisi kadang berhenti), artinya charger sudah tidak sehat.

Selain charger, periksa juga pelengkap ponsel yang lain, apabila ada, semisal kabel data, headset, handsfree, CD software, dus atau bungkus, buku manual dan lain-lainnya. Pastikan semuanya itu ada, dan semua dalam keadaan baik.

Tanyakanlah garansinya, bila ada

Bisa saja terjadi Anda membeli ponsel second yang masih memiliki masa garansi. Ponsel second semacam ini biasanya adalah ponsel yang dijual oleh seseorang sebelum waktu atau masa garansinya habis. Karenanya, coba tanyakan apakah ponsel tersebut masih memiliki garansi, dan tanyakan masih berapa lama masa garansinya. Dan jika memang ponsel tersebut masih memiliki garansi, maka tentunya ponsel itu pun masih memiliki kartu garansi yang bisa dipakai.

Namun, ada kalanya ponsel yang masih bergaransi itu bukanlah garansi dari pabrik, melainkan garansi dari tempat servis. Jadi, bisa saja Anda membeli ponsel yang ternyata baru saja diperbaiki di suatu tempat servis yang memiliki garansi. Jika garansi model kedua ini yang Anda dapati, tanyakan juga masih berapa lama waktu garansinya, kerusakan apa yang menyebabkan ponsel tersebut diservis, dan minta juga kartu garansinya.

Yakinkan diri Anda atas ponsel itu

Jika Anda membeli ponsel second keluaran tahun ini, maka tentunya ponsel tersebut masih dalam keadaan baru. Karenanya, tentunya wajar kalau ponsel tersebut juga masih dilengkapi dengan dus, buku manual dan juga segala perlengkapan atau aksesorisnya. Menjadi tidak wajar jika ponsel yang tergolong keluaran baru tetapi sudah tidak lagi memiliki dus dan perlengkapannya.

Jadi, ketika Anda membeli ponsel second, selalu berhati-hatilah terhadap ponsel yang akan Anda beli tersebut. Jangan langsung tergiur apabila Anda ditawari ponsel second keluaran baru dengan harga yang murah, karena bisa jadi itu merupakan ponsel yang diperoleh dari tindak kejahatan. Selalu yakinkan diri Anda bahwa ponsel yang akan Anda beli tersebut adalah benar-benar ponsel yang ‘tidak bermasalah’, dengan ciri-ciri sebagaimana yang disebutkan di atas tadi.

Lalu bagaimana kalau Anda membeli ponsel second keluaran lama? Bisa saja ponsel itu sudah tidak lagi dilengkapi dus serta buku manualnya, kan?

Jika kenyataannya memang seperti itu, maka yang perlu Anda perhatikan bukan ponselnya semata-mata, tetapi siapa yang menjualnya. Anda harus percaya kepada si penjual ponsel tersebut, sehingga Anda bisa yakin bahwa ponsel yang akan Anda beli itu tidak akan membawa masalah bagi Anda nantinya. Lebih bagus lagi kalau ponsel second keluaran lama yang Anda beli tersebut juga masih dilengkapi dengan dus serta perlengkapannya.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.