Panduan dan Etika Berkirim SMS

Panduan dan Etika Berkirim SMS

BIBLIOTIKA - SMS (Short Message Service), yang menjadi salah satu fitur penting di dalam setiap ponsel, bisa dikatakan sebagai revolusi dalam berkomunikasi. Dengan fasilitas SMS, orang di belahan bumi Jawa dapat bercakap-cakap ringan dengan orang di Kalimantan atau Sumatera dengan cara yang amat praktis sekaligus biaya yang murah.

Karena praktis dan murahnya, orang pun banyak yang memanfaatkan SMS sebagai sarana untuk berkomunikasi dengan orang lain. Penggemar SMS tidak hanya terdiri dari anak-anak muda, tetapi juga orang-orang tua.

Sebagaimana bertelepon, berkirim pesan dalam bentuk SMS juga merupakan sarana komunikasi. Karenanya, sebagaimana bertelepon pula, mengirim SMS juga memiliki aturan serta etika yang selayaknya dipatuhi. Aturan dan etika ini khususnya perlu dilakukan ketika Anda berkomunikasi melalui SMS dengan orang yang Anda hormati atau Anda tuakan, semisal orangtua, atasan, guru, dosen atau setidaknya rekan bisnis.

Aturan atau etika berkirim SMS ini tidak terlalu banyak sebagaimana aturan dan etika menggunakan ponsel untuk bertelepon, sehingga Anda akan mudah untuk mengingat-ingatnya. Berikut ini aturan etikanya.

Hindari menggunakan bahasa gaul

Bahasa yang seringkali digunakan dalam komunikasi lewat SMS adalah bahasa gaul atau bukan bahasa baku. Tentu saja itu tidak masalah selama Anda menggunakannya untuk berkirim SMS kepada kawan-kawan sebaya atau rekan-rekan yang sudah akrab dengan Anda.

Tetapi, mengirim SMS dengan bahasa gaul (misalnya “Lagi ngapain neh?”, “Call aku dong!” dan semacamnya) akan dianggap tidak sopan jika Anda menggunakannya kepada orang yang Anda tuakan. Karenanya, sebaiknya gunakan bahasa yang baik dan kata-kata yang wajar. Tidak perlu menggunakan bahasa yang baku atau kaku, yang penting terdengar sopan.

Hindari menggunakan singkatan atau emoticon

Penggunaan kata-kata yang disingkat bukan hanya akan dianggap tidak sopan, tetapi juga seringkali tidak dipahami oleh orang yang menerimanya. Barangkali kawan-kawan Anda akan tahu bahwa ‘THX’ itu artinya ‘Thanks’ atau ‘Terima kasih’. Anda pun tentunya akan paham jika menerima SMS berbunyi ‘BTW’ yang berarti ‘By The Way’. Tetapi orangtua atau guru Anda belum tentu tahu dan belum tentu paham. Lebih dari itu, atasan atau dosen Anda bisa mengerutkan kening kalau menerima pesan SMS yang berbunyi ‘Bs aja’. Kata-kata itu bisa diartikan sebagai ‘Bisa saja’ atau bisa pula dimaknai ‘Besok saja’.

Karenanya, hindari menggunakan kata-kata singkatan dalam pengiriman SMS kalau orang yang Anda kirimi SMS itu adalah orang yang Anda tuakan. Lebih baik menggunakan kata-kata yang utuh, dan apabila terpaksa harus menyingkat kata, pilihlah singkatan untuk kata-kata yang memang sudah populer yang sudah biasa digunakan dan dipahami oleh semua orang.

Selain penyingkatan kata-kata yang membingungkan, hindari pula penggunaan emoticon. Emoticon (Emotion Icon) adalah tanda-tanda tertentu yang biasa digunakan dalam aktivitas menerima dan mengirim SMS. Beberapa ponsel bahkan telah dilengkapi dengan persediaan berbagai macam emoticon yang dapat digunakan.

Penggunaan emoticon memang dapat menyingkat maksud dan tujuan komunikasi, tetapi itu hanya berlaku apabila SMS itu ditujukan pada teman sebaya yang sama-sama tahu apa arti dari masing-masing emoticon yang digunakan.

Umumnya, orang-orang tua tidak memahami maksud dari SMS yang dilengkapi dengan emoticon. Pastinya orangtua Anda akan kebingungan kalau harus menerjemahkan tanda seperti ini; ‘T_T’ atau ‘:)’. Meskipun mungkin maksud Anda bertujuan positif, tetapi orang yang menerimanya malah mengerutkan kening.

Karenanya, hindari penggunaan emoticon bila orang yang Anda kirimi SMS tersebut adalah orang yang Anda tuakan. Selain mungkin hal semacam itu akan dianggap tidak sopan, penerimanya belum tentu dapat memahaminya.

Perhatikan besar-kecilnya huruf

Menulis SMS itu tak jauh beda dengan menulis surat, hanya saja beda dalam bentuk dan sarananya. Karenanya, sebagaimana saat menulis surat, menulis kata-kata dalam SMS pun seyogyanya juga memperhatikan besar-kecilnya huruf yang digunakan.

Sekali lagi, Anda tentu saja tidak perlu repot memperhatikan masalah ini kalau orang yang akan Anda kirimi SMS adalah teman sebaya atau yang telah akrab dengan Anda. Tetapi perhatian atas besar-kecilnya huruf menjadi penting jika orang yang akan Anda kirimi SMS adalah orang yang Anda tuakan.

Aturan yang satu ini mungkin seringkali terlewatkan oleh orang-orang yang biasa berkirim SMS. Padahal, bila Anda menulis SMS dalam bentuk huruf besar semua, maka orang yang menerimanya akan menganggap Anda sedang berteriak kepadanya.

Sebaliknya, apabila Anda menulis SMS dengan huruf kecil semua, apalagi jika tidak diberi tanda baca dengan benar, maka orang yang menerimanya akan merasa bingung akan maksud dan tujuan Anda. Begitu pun, dosen atau atasan Anda tentunya akan mengerutkan kening kalau Anda mengirimkan SMS dalam bentuk seperti ini, “pAk b3sOk bEr@NGk@t nGGak yA”

Jadi, sebaiknya tuliskanlah pesan dalam SMS dengan baik dan benar, dengan menggunakan huruf besar di bagian yang memang perlu ditulis dengan huruf besar, dan berilah tanda-tanda baca di tempat-tempat yang diperlukan.

Bubuhkan identitas Anda dengan jelas

Bila Anda mengirimkan SMS kepada seseorang yang sekiranya belum mengetahui nomor ponsel Anda, atau apabila orang tersebut kemungkinan tidak atau belum menyimpan nomor ponsel Anda, maka bubuhkanlah identitas Anda (minimal nama) di akhir SMS tersebut, agar orang yang menerimanya tidak bingung dan dapat memberikan respon atau tanggapan sebagaimana yang Anda harapkan.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.