Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan GNOTA

Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan GNOTA

BIBLIOTIKA - Artikel ini menjelaskan mengenai kebijakan dalam monitoring yang ada dalam program GNOTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh), mekanisme monitoring, serta tolak ukur keberhasilan GN-OTA dan Yayasan Lembaga GN-OTA. Untuk memudahkan pemahaman, uraian berikut ini disajikan dalam bentuk tanya jawab.

Bagaimana kebijakan Yayasan Lembaga GN-OTA dalam hal monitoring, evaluasi dan pelaporan?

Kebijakan Yayasan Lembaga GN-OTA:

Monitoring dan evaluasi dilaksanakan secara internal oleh Pengurus Yayasan Lembaga GN-OTA dan eksternal oleh masyarakat umum.

Pelaporan kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA dibuat berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi lpelaksanaan kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA.

Laporan yang dibuat harus dapat dipertanggung-jawabkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Secara berkala, Yayasan Lembaga GN-OTA akan mempublikasikan laporan kegiatan dan keuangan sebagai wujud pertanggung-jawaban kepada masyarakat.

Bagaimana mekanisme pemantauan/monitoring pelaksanaan kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA?

Mekanisme pemantauan/monitoring Yayasan Lembaga GN-OTA:

Mempersiapkan instrumen monitoring, termasuk petunjuk penggunaannya.

Menyusun jadwal kegiatan monitoring.

Pelaksanaan monitoring secara berkala dan berjenjang, melalui cara:
  1. Supervisi langsung di lapangan terhadap pelaksanaan GN-OTA.
  2. Mempelajari dokumen pendukung kegiatan operasional pelaksanaan GN-OTA.
  3. Wawancara dengan petugas pelaksana.
  4. Menghimpun masukan dari masyarakat.
  5. Hasil monitoring dievaluasi dan dirangkum dalam bentuk laporan.

Hal apa yang akan dipantau/dimonitor?

Sasaran monitoring:

Monitoring kegiatan perencanaan, program kerja dan evaluasi mencakup:
  1. Cara penyusunan rencana program kerja.
  2. Tingkat keberhasilan pencapaian target program kerja.
  3. Kendala yang dihadapi.
  4. Monitoring kegiatan pendataan mencakup :
  5. Cara teknis pelaksanaan pendataan.
  6. Cara teknis penghimpunan, pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatan data.
  7. Kendala yang dihadapi.

Monitoring kegiatan pengolahan data bagi Mitra yang telah memiliki kemampuan pengolahan data:
  1. Sistem, metode dan teknis pengklasifikasian data.
  2. Sistem, metode dan teknis pengolahan data.
  3. Kendala yang dihadapi dalam pengolahan data.
  4. Monitoring Segmentasi OTA
  5. Cara dan metode segmentasi OTA.
  6. Teknis penggalangan dana.
  7. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan segmentasi & penggalangan dana.

Monitoring kegiatan penghimpunan bantuan mencakup:
  1. Cara penghimpunan bantuan.
  2. Cara pemanfaatan bantuan.
  3. Kendala yang dihadapi.
  4. Monitoring kegiatan penyaluran bantuan mencakup :
  5. Cara penyaluran/penyampaian bantuan.
  6. Cara pengadministrasian penyaluran bantuan.
  7. Kendala yang dihadapi.

Monitoring kegiatan publikasi dan pelayanan informasi mencakup:
  1. Cara pelaksanaan publikasi dan pelayanan informasi.
  2. Tingkat keberhasilan pencapaian sasaran publikasi.
  3. Kendala yang dihadapi.

Monitoring kegiatan kelompok/organisasi penyelenggara program anak asuh mencakup:
  1. Data anak asuh.
  2. Mekanisme penghimpunan dan penyaluran bantuan.
  3. Kendala yang dihadapi.
  4. Mekanisme Pelaporan.

Monitoring kegiatan GN-OTA mencakup:
  1. Cara pemasyarakatan GN-OTA.
  2. Pelaksanaan tugas pokok Yayasan Lembaga GN-OTA.
  3. Peranannya sebagai pusat data dan informasi GN-OTA.
  4. Kendala yang dihadapi.

Monitoring perkembangan anak asuh mencakup:
  1. Perkembangan pendidikan di sekolah.
  2. Perkembangan sosial di lingkungan keluarganya.
  3. Kendala yang dihadapi.

Siapa pelaksana monitoring?

Monitoring dilakukan oleh:
  1. Pengurus Yayasan Lembaga GN-OTA.
  2. Dukungan Aparat Pemerintah yang diminta untuk membantu pelaksanaan monitoring.
  3. Warga masyarakat di lingkungan anak asuh, baik guru di kelasnya maupun warga setempat.
  4. Lembaga Sosial Masyarakat.

Bagaimana mekanisme evaluasi pelaksanaan kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA?

Mekanisme evaluasi pelaksanaan kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA:

Menentukan tolok ukur keberhasilan dari masing-masing jenis kegiatan.

Menyiapkan instrumen evaluasi beserta petunjuk pelaksanaannya.

Melaksanakan kegiatan evaluasi secara berjenjang yang dilaksanakan minimal 1 tahun sekali atau sesuai kebutuhan, dengan cara:
  1. Menyebarluaskan formulir evaluasi.
  2. Observasi ke lapangan.
  3. Melihat dan mempelajari dokumen pendukung kegiatan pelaksanaan GN-OTA.
  4. Menghimpun masukan dari masyarakat.

Yayasan Lembaga GN-OTA menghimpun, menganalisa dan merumuskan hasil evaluasi yang diterima dari Mitra Yayasan Lembaga GN-OTA di Daerah serta masukan dari masyarakat.

Penyusunan hasil evaluasi kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA secara nasional.

Apa yang hendak dievaluasi oleh Yayasan Lembaga GN-OTA?

Poin evaluasi Yayasan Lembaga GN-OTA adalah:

Evaluasi Yayasan Lembaga GN-OTA secara umum dimaksudkan untuk mengetahui:
  1. Tingkat keberhasilan pemasyarakatan GN-OTA.
  2. Tingkat perkembangan kepedulian dan peranserta masyarakat.
  3. Tingkat keberhasilan upaya-upaya Yayasan Lembaga GN-OTA.
  4. Tingkat perkembangan pendidikan dan kondisi anak asuh.

Evaluasi Yayasan Lembaga GN-OTA mencakup:
  1. Evaluasi kegiatan perencanaan meliputi
  2. Keberhasilan pencapaian target program kerja.
  3. Perolehan masukan untuk penyempurnaan dan pemantapan program kerja.
  4. Kendala yang dihadapi.

Evaluasi kegiatan pendataan meliputi:
  1. Akurasi data yang diperoleh.
  2. Pencapaian target pendataan.
  3. Pola kerja dan pelaksanaan pendataan.
  4. Kendala yang dihadapi.

Evaluasi kegiatan penghimpunan bantuan meliputi:
  1. Pencapaian target penghimpunan bantuan.
  2. Pola kerja penghimpunan bantuan.
  3. Kendala yang dihadapi.

Evaluasi kegiatan penyaluran bantuan meliputi:
  1. Pola kerja dan pelaksanaan penyaluran bantuan.
  2. Kendala yang dihadapi.

Evaluasi kegiatan publikasi dan pelayanan informasi meliputi:
  1. Pola kerja dan pelaksanaan publikasi.
  2. Pola kerja dan pelaksanaan pelayanan informasi.
  3. Kendala yang dihadapi.

Evaluasi kelompok/organisasi penyelenggara program anak asuh mencakup:
  1. Data dan jumlah anak asuh.
  2. Mekanisme penghimpunan, pengadaan dan penyaluran bantuan.
  3. Kendala yang dihadapi.

Evaluasi kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA di lapangan meliputi:
  1. Pelaksanaan pemasyarakatan GN-OTA.
  2. Peranannya sebagai pusat data dan informasi GN-OTA.
  3. Pelaksanaan penghimpunan dana dan penyaluran bantuan.
  4. Mekanisme pertanggung-jawaban dan pelaporan.
  5. Pencapaian target sasaran langsung maupun tidak langsung.
  6. Kendala yang dihadapi.

Evaluasi terhadap anak asuh mencakup:
  1. Jumlah penerima bantuan dan anak yang membutuhkan bantuan.
  2. Perkembangan pendidikan anak asuh.
  3. Perkembangan kondisi keluarga anak asuh.

Bagaimana mekanisme pelaporan pelaksanaan kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA?

Mekanisme pelaporan kegiatan Yayasan Lembaga GN-OTA:

Pelaporan oleh Kepala Sekolah meliputi:

Penyusunan dan pembuatan laporan mengenai:
  1. Pelaksanaan penerimaan dan penyampaian bantuan kepada anak asuh di sekolahnya.
  2. Penggunaan bantuan biaya sekolah.
  3. Keadaan dan perkembangan anak asuh yang sedang mengikuti pendidikan pada satuan pendidikan dasar di lingkungannya.
  4. Kondisi ekonomi orang tua / wali anak asuh.
  5. Kepedulian dan peranserta orang tua murid terhadap GN-OTA.
  6. Usulan mengenai calon anak asuh yang memerlukan bantuan.

Pelaporan oleh Mitra Yayasan Lembaga GN-OTA di daerah:

Penyusunan dan pembuatan laporan mengenai:
  1. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Mitra YLGN-OTA di Daerah dalam rangka pemasyarakatan GN-OTA di ruang lingkup kerjanya.
  2. Bentuk dukungan dan peranserta warga masyarakat setempat terhadap GN-OTA.
  3. Pelaksanaan penggalian dan pemanfaatan sumber serta potensi warga masyarakat sebagai orang tua asuh.
  4. Pelaksanaan penerimaan dan penyaluran bantuan anak asuh di ruang lingkup kerjanya.
  5. Hasil penghimpunan data tentang keadaan anak asuh, calon anak asuh, orang tua asuh, serta calon orang tua asuh yang berada di ruang lingkup kerjanya.
  6. Pertanggungjawaban penerimaan dan penggunaan dana Yayasan Lembaga GN-OTA oleh Mitra YLGN-OTA dalam hal diatur dalam perjanjian kerja.
  7. Kendala yang dihadapi.
  8. Saran dan pendapat.

Pelaporan oleh Pengurus Yayasan Lembaga GN-OTA meliputi:

Penyusunan dan pembuatan laporan mengenai:
  1. Upaya-upaya yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga GN-OTA dalam rangka pemasyarakatan GN-OTA secara nasional.
  2. Bentuk dukungan dan peranserta warga masyarakat terhadap GN-OTA.
  3. Pelaksanaan penggalian dan pemanfaatan sumber serta potensi warga masyarakat sebagai orang tua asuh.
  4. Pelaksanaan penerimaan dan penyaluran bantuan anak asuh.
  5. Hasil penghimpunan data tentang keadaan anak asuh, calon anak asuh, orang tua asuh, serta calon orang tua asuh.
  6. Pertanggungjawaban penerimaan dan penggunaan dana.
  7. Hasil pemeriksaan keuangan dan ‘audit’ dari Kantor Akuntan Publik.
  8. Kendala yang dihadapi.
  9. Saran dan pendapat.

Penyebarluasan laporan kegiatan dan keuangan Yayasan Lembaga GN-OTA melalui media massa sebagai wujud pertanggung-jawaban kepada masyarakat.

Penyampaian laporan kepada Pembina Yayasan Lembaga GN-OTA paling lambat pada bulan Mei setiap tahunnya.

Apa yang menjadi tolok ukur keberhasilan Yayasan Lembaga GN-OTA?

Tolok ukur keberhasilan Yayasan Lembaga GN-OTA adalah:
  1. Anak usia sekolah yang membutuhkan bantuan dapat terdata secara akurat.
  2. Anak asuh dapat menerima bantuan pendidikan secara lengkap, utuh dan tepat waktu.
  3. Amanat dari orang tua asuh dapat dilaksanakan dengan baik dan benar.
  4. Semakin berkurang usulan dari masyarakat untuk meminta bantuan ke Yayasan Lembaga GN-OTA.

Apa indikator keberhasilan GN-OTA?

Indikator keberhasilan GN-OTA ditandai dengan:

Semakin banyaknya warga masyarakat yang menjadi orang tua asuh, baik secara perorangan maupun berkelompok.

Semua anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu dapat mengikuti pendidikan dasar sembilan tahun sampai tamat.

Semua orang tua/keluarga telah mampu menyekolahkan anaknya minimal pada jenjang pendidikan dasar sembilan tahun.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.