Misteri Gigi Ratu Elizabeth I, Telinga Van Gogh, dan Telapak Tangan Napoleon

Ratu Elizabeth I

BIBLIOTIKA - Kita mengenal tokoh-tokoh dari masa lampau tidak hanya melalui buku-buku sejarah, tetapi juga dari lukisan-lukisan atau potret diri mereka. Dalam banyak lukisan, beberapa tokoh terkenal ada yang menunjukkan keanehan tertentu, semisal yang terjadi pada lukisan Ratu Elizabeth I, Van Gogh, dan Napoleon Bonaparte.

Dalam banyak lukisan mereka yang disebut di atas, orang tertarik perhatiannya karena beberapa ciri aneh atau pose-pose tak wajar. Ratu Elizabeth I tidak pernah menampakkan giginya dalam lukisan, telinga Van Gogh terlihat diperban dalam lukisan dirinya, sementara Napoleon selalu menyembunyikan telapak tangannya. Ada ada dengan mereka? Berikut ini uraiannya.

Gigi Ratu Elizabeth I

Ratu Elizabeth I memerintah Inggris dan Irlandia sejak tahun 1558. Seperti para tokoh terkenal lainnya, sosoknya juga tampak pada banyak lukisan. Yang khas dari Ratu Elizabeth I adalah kerewelannya dalam urusan lukisan yang menggambarkan dirinya. Jika sebuah lukisan dianggapnya tidak bagus, ia tak akan ragu memerintahkan lukisan itu dihancurkan. Karenanya, dalam setiap lukisan yang menggambarkan dirinya, sosok Ratu Elizabeth I selalu tampak mempesona.

Tetapi di dunia ini cukup banyak orang yang kurang kerjaan, sehingga banyak orang menemukan kejanggalan khas dalam lukisan-lukisan tersebut. Di lukisan mana pun, Ratu Elizabeth I tidak pernah menampakkan giginya! Bahkan ketika ia terlihat sedang tersenyum lebar pun, giginya tetap tidak kelihatan.

Ada apa dengan gigi wanita cantik itu? Pada waktu muda, Ratu Elizabeth I adalah wanita yang elok rupawan. Selain itu, ia juga dikenal sebagai penggila kembang gula. Memasuki usia 64 tahun, ia mulai kehilangan kepercayaan diri, dan menganggap orang berlebihan jika mengatakannya cantik. Pada usia 67 tahun, hidungnya melengkung, dan keriput mulai memenuhi wajahnya. Tapi itu belum seberapa, karena yang paling parah adalah giginya. Gigi sang ratu keropos dan menghitam, karena kesukaannya pada kembang gula.

Karena hal itulah, Ratu Elizabeth I selalu berusaha menyembunyikan giginya, khususnya ketika tampil untuk lukisan. Dalam keadaan apa pun, ia selalu berusaha agar giginya yang jelek tidak terlihat. Pada waktu itu gigi yang membusuk masih sulit diobati, dan sang ratu mau tak mau harus menerima nasibnya.

Selain menyembunyikan gigi, Ratu Elizabeth I juga selalu mengenakan make up tebal, serta selalu berusaha menoleh ke kiri dalam banyak lukisannya. Pose khas itu bukan tanpa alasan. Ia terkena cacar air pada tahun 1562, dan penyakit itu meninggalkan bekas luka pada wajah.

Telinga Van Gogh

Vincent Willem Van Gogh adalah pelukis pasca-impresionis Belanda, sekaligus salah satu pelukis terbesar dalam sejarah seni Eropa. Ia memulai karirnya sebagai pelukis pada tahun 1880, dan mencapai tingkat perkembangannya yang penuh saat tinggal di Arles, Prancis, ketika ia mulai mengenal gaya impresionisme dan neo-impresionisme yang memiliki warna-warna cerah.

Pada 17 Maret 1901, sebanyak 70 lukisan karya Van Gogh ditampilkan di sebuah galeri di Paris, Prancis. Para kolektor dari berbagai belahan dunia rela merogoh uang banyak untuk mendapatkan salah satu lukisannya.

Pada 1987, salah satu lukisan karyanya, Sunflowers, bahkan terjual dengan harga hingga 40 juta dollar di balai lelang Christie. Tetapi Van Gogh tidak menyaksikan semua kesuksesan itu, karena telah meninggal bertahun-tahun sebelumnya… dalam keadaan miskin karena tak mampu menjual karya lukisnya!

Salah satu lukisan terkenal Van Gogh adalah lukisan potret dirinya, yang memperlihatkan perban menutupi telinganya. Ada apa dengan telinga Van Gogh?

Seperti yang disebutkan di atas, perkembangan lukisan Van Gogh mencapai puncaknya ketika ia tinggal di Arles, Prancis. Ia pindah ke sana pada tahun 1888, dan tinggal bersama Paul Gauguin, seniman yang jadi sahabatnya. Sepasang sahabat itu menjalani kehidupan dengan rukun dan menyenangkan, sampai kemudian terjadi perselisihan di antara mereka.

Itu masa-masa buruk bagi Van Gogh, karena pada waktu itu dia mulai merasa dirinya gila. Dua orang dokter yang merawatnya mendiagnosis Van Gogh menderita epilepsi yang cukup parah. Sampai kemudian, dalam suatu pertengkaran, Van Gogh sempat mengancam Gauguin dengan pisau. Pertengkaran itu tidak berlanjut, tetapi Van Gogh sangat menyesali perbuatannya, sehingga memotong telinganya sendiri.

Setelah itu, dengan kebingungan, ia memasukkan potongan telinganya ke dalam amplop, lalu dengan sinting menyerahkannya kepada wanita setempat. Si penerima langsung pingsan begitu mengetahui isi amplop yang diterimanya. Van Gogh selamat dari kecelakaan tragis itu, namun ia harus membebatkan perban pada telinganya yang luka, dan pada waktu itulah ia melukis potret dirinya.

Beberapa bulan setelah kejadian itu, Van Gogh merasa dirinya semakin gila, sampai akhirnya memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya di rumah sakit jiwa Saint Paul-de-Mausole di Saint-Rémy-de-Provence, Prancis. Di rumah sakit jiwa itu ia tetap melukis, bahkan menghasilkan 150 lukisan dalam setahun. Namun, perasaan depresi kemudian membuatnya menembak diri sendiri pada 27 Juli 1890, dan meninggal dua hari kemudian.

Ia mati sendirian, dalam keadaan depresi di rumah sakit jiwa, serta miskin karena tak mampu menjual lukisannya. Seumur hidup, satu-satunya lukisan yang berhasil dijualnya hanya Red Vineyard at Arles—uangnya habis dalam beberapa hari untuk makan. Sering kali kehidupan para genius memang tragis.

Telapak tangan Napoleon

Napoleon Bonaparte, tokoh militer Prancis yang dikenal sebagai Singa Daratan Eropa karena sempat menguasai hampir seluruh Eropa, punya pose andalan di setiap lukisan dirinya. Selain berdiri dengan posisi agak menyamping, telapak tangan kanannya selalu berada di balik jubah kebesarannya. Dalam banyak lukisan, Napoleon seperti sengaja menyembunyikan telapak tangannya, agar tak terlihat. Ada apa dengan telapak tangan sang kaisar?

Dugaan paling umum berhubungan dengan kebiasaan. Budaya pada masa itu menyebutkan bahwa wibawa seorang pemimpin ditunjukkan dengan tidak menampakkan telapak tangannya. Dugaan lain, Napoleon sengaja menyelipkan tangan kanannya untuk memegangi arloji di kantong dalam jubahnya. Tetapi dugaan yang paling banyak diterima dan dianggap paling masuk akal adalah yang berhubungan dengan kondisi kesehatan sang tokoh.

Napoleon mengidap dermatitis kronis, yang membuat tangannya selalu terasa gatal, dan rusak karena sering digaruk. Karena itulah, Napoleon pun selalu berusaha menyembunyikan telapak tangannya dari muka umum, sebagai upayanya untuk “jaim” dan tidak ingin kehilangan wibawa karena ketahuan punya penyakit kulit.

Selain itu, riwayat medis Napoleon menunjukkan ia juga mengidap kanker di lambung. Penyakit itu membuatnya mengalami sakit yang luar biasa pada bagian perut. Karena itu pula, diduga ia selalu menggunakan tangan kanannya untuk memegangi bagian yang sakit tersebut.

Fakta:
  1. Ratu Elizabeth I memiliki 3.000 gaun. Ia juga menderita anthophobia, alias takut pada mawar.
  2. Willem Van Gogh menjadi misionaris sebelum menjadi pelukis.
  3. Napoleon Bonaparte sangat takut pada kucing.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.