Misteri Alis Monalisa

Monalisa

BIBLIOTIKA - Monalisa, lukisan karya Leonardo da Vinci, menjadi salah satu karya lukis paling terkenal di dunia, dan sosok wanita yang memiliki senyum misterius dalam lukisan itu juga menimbulkan perdebatan selama berabad-abad.

Sebagian orang meyakini bahwa model lukisan tersebut adalah wanita Italia bernama Lisa Gherardini, ketika ia berusia 24 tahun, sementara sebagian lain menyatakan bahwa Monalisa sebenarnya adalah potret diri Leonardo yang disamarkan.

Terlepas dari semua kontroversi yang menyelimuti lukisan tersebut, ada satu keanehan pada wajah Monalisa. Dia tidak memiliki alis dan bulu mata. Apa yang terjadi dengannya, dan mengapa Leonardo yang dikenal genius serta sangat teliti bisa melewatkan hal penting pada wajah manusia?

Leonardo da Vinci mulai membuat lukisan Monalisa pada tahun 1503, dan menyelesaikannya dalam waktu empat tahun. Beberapa peneliti yang secara khusus mempelajari alis Monalisa menyatakan bahwa kaum wanita pada masa itu biasa mencabut alis matanya, karena dianggap trendi dan menarik. Karena itulah Monalisa tidak memiliki alis.

Namun, sebagian pakar lain berpendapat—atau menduga—tidak adanya alis Monalisa karena Leonardo belum menyelesaikan lukisannya. Pendapat mana yang benar, hanya Tuhan dan Leonardo yang tahu.

Pascal Cotte, seorang insinyur sekaligus ilmuwan di Paris, termasuk salah satu orang yang sangat penasaran atas tidak adanya alis dan bulu mata Monalisa. Menurutnya, sungguh janggal lukisan itu tidak memiliki alis, padahal Leonardo selalu membubuhkan alis pada lukisan manusia yang dibuatnya.

Pada 1969, ketika berusia 11 tahun, Pascal Cotte telah terbiasa memasuki Museum Louvre dengan meminjam kartu pass milik ibunya, untuk menyaksikan lukisan yang disebut ibunya sebagai lukisan terindah di dunia. Ia berdiri hingga berjam-jam di depan lukisan Monalisa, hingga penjaga museum menawarkan kursi untuknya.

Tiga puluh lima tahun kemudian, Cotte yang telah menjadi insinyur teknik kembali menghabiskan tiga jam setiap hari di depan lukisan tersebut. Kali ini ia membawa sebuah kamera raksasa dan izin untuk mengeluarkan lukisan itu dari bingkai dan kotak pengamannya. Ia memotret lukisan Monalisa secara lengkap, termasuk mata, mulut, dan tangan, yang kemudian diperbesar hingga 20 kali lipat.

Foto mata yang diperbesar itu kemudian menjawab pertanyaan Cotte. Ketika meneliti foto tersebut, ia menemukan selembar rambut di dahi kiri Monalisa, bukti sesuatu yang dulunya alis. Ada kemungkinan alis itu hilang karena pigmen cat memudar, atau terhapus karena upaya restorasi yang ceroboh.

Dengan teknik pemindaian gambar 240 juta piksel yang memakai 13 spektrum warna—termasuk ultraviolet dan inframerah—Cotte bisa menampilkan warna asli lukisan itu ketika baru dikerjakan Leonardo.

Foto-foto hasil jepretan Cotte, yang merupakan reproduksi dengan definisi tinggi dan menurutnya paling akurat dari lukisan Monalisa tersebut, dipamerkan di Metreon, San Francisco, Amerika Serikat. “Saya seorang saintis,” ujar Pascal Cotte, dalam pameran itu. “Bagi saya, semua harus logis. Tidak masuk akal Monalisa tidak punya alis atau bulu mata. Saya menemukan selembar rambut alisnya.”

Faktanya, Cotte telah menghabiskan lebih dari 3.000 jam untuk menganalisis data-data foto yang dihasilkannya.

Jadi, apakah Monalisa sebelumnya memiliki alis, namun kemudian memudar seiring bertambah tua usia lukisannya? Sekali lagi, hanya Tuhan dan Leonardo yang tahu.

Fakta:

Lukisan Monalisa pernah dicuri pada 21 Agustus 1911 dari tempatnya—Museum Louvre di Prancis—meski kemudian ditemukan kembali.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.