Mewaspadai Ledakan karena Handphone

Mewaspadai Ledakan karena Handphone

BIBLIOTIKA - Mungkin bukan hal yang aneh lagi kalau kita sekarang mendengar akan bahaya ledakan yang dapat dipicu dari penggunaan handphone, khususnya penggunaan handphone di tempat-tempat yang tidak tepat. Memang, selain memiliki kecenderungan untuk mempengaruhi kesehatan kita akibat gelombang elektromagnetik yang ditimbulkannya atas syaraf kita, handphone juga dapat memicu ledakan.

Di beberapa perusahaan atau pabrik yang berhubungan dengan aktivitas bahan-bahan kimia, penggunaan handphone bisa dikatakan dilarang, bahkan sekedar mengaktifkannya pun sudah merupakan sesuatu yang dapat memicu bahaya. Hal semacam itu juga terdapat pada pom-pom pengisian bahan bakar.

Beberapa laporan berita menyangkut hal itu pernah memberitakan tentang seorang pengemudi kendaraan yang mengalami luka bakar dan kendaraannya mengalami kerusakan berat di suatu pom bensin karena terjadinya ledakan yang diakibatkan oleh campuran uap bahan bakar yang memperoleh energi panas yang bersumber dari listrik statis yang dipancarkan oleh handphone.

Di berita-berita lain kita juga sempat mendengar akan adanya suatu ledakan yang terjadi di suatu asrama mahasiswa di Aceh yang disebut-sebut karena disebabkan oleh ledakan bom. Polisi mensinyalir ledakan tersebut dipicu oleh sebuah handphone yang masih aktif di lokasi kejadian, karena ditemukannya pesawat tersebut di tempat itu.

Nah, bagaimanakah sesungguhnya ‘cara’ handphone dapat mengakibatkan ledakan? Mungkinkah pesawat yang sedang tren digunakan banyak orang itu memang mengandung potensi bahaya sebesar itu?

Banyak orang yang beranggapan bahwa ancaman ledakan hanya berasal dari handphone untuk menimbulkan percikan bunga api yang dimunculkan oleh high power atau tegangan tinggi baterai yang terpasang pada pesawat handphone. Namun, setelah dipelajari secara lebih lanjut, ternyata juga ada ancaman ledakan yang lebih besar, yaitu yang berasal dari emisi gelombang elektromagnetik yang dimunculkan di sekitar antena ketika handphone diaktifkan.

Lalu bagaimana hal itu menyebabkan terjadinya ledakan?

Seperti yang telah kita ketahui bersama dari ilmu fisika, dua kutub magnet yang berbeda akan mengakibatkan terjadinya aliran arus. Pada penghantar yang baik atau yang disebut konduktor, aliran arus adalah berupa aliran listrik. Sedangkan apabila terjadi pada media udara, maka aliran ini dapat berupa loncatan bunga api atau ‘spark’. Kejadian semacam ini dapat kita lihat ketika ada petir yang menyambar ketika hujan turun.

Nah, pada handphone, gelombang elektromagnetik yang terjadi tersebut menyebabkan ionisasi udara di sekitar antena, sehingga molekul-molekul udara akan terpolarisasi menjadi ion-ion positif dan negatif yang kemudian akan mengakibatkan terjadinya beda potensi di antara keduanya, yang pada akhirnya akan menimbulkan adanya loncatan bunga api.

Secara teoritis, yang dimaksud dengan ledakan di sini adalah suatu pembakaran yang tertunda, yaitu pencampuran bahan bakar dan udara tersedia terlebih dulu ketimbang energi panas atau sumber api.

Dalam hal kaitannya dengan handphone, ledakan tersebut disebabkan oleh adanya loncatan bunga api atau spark yang timbul setelah adanya campuran uap bahan bakar (dapat berupa gas atau bensin) dan udara yang berada dalam konsentrasi yang seimbang untuk terbakar.

Setiap perusahaan handphone besar seperti Motorola, Nokia, dan sebagainya, selalu menuliskan mengenai peringatan terhadap pemakaian handphone di setiap tempat pengisian bahan bakar, atau tempat-tempat rawan lainnya, di buku manual pegangan mereka.

Namun, anehnya, tetap saja masih banyak orang yang sepertinya mengabaikan peringatan itu dan tetap saja melakukan pembicaraan dengan menggunakan handphone di tempat-tempat yang rawan terjadinya bahaya atau ledakan.

Nah, sebenarnya, untuk menghindari terjadinya ledakan, yang perlu dilakukan bukan hanya menghindari pembicaraan di tempat-tempat yang memang rawan ledakan, namun juga handphone perlu dimatikan atau tidak diaktifkan. Begitu pula dengan alat-alat lainnya yang menjadi media pengirim sinyal harus dimatikan di sekitar lokasi pengisian bahan bakar dan tempat penyimpanan atau pengolahan bahan-bahan kimia yang mudah terbakar.

Di samping itu, untuk tujuan keselamatan orang banyak, disarankan juga untuk mematikan handphone ketika berada di dekat peralatan-peralatan yang peka, seperti di rumah sakit dan lapangan udara (bandara) karena dapat mengganggu operasional peralatan di sana.

Pada perusahaan-perusahaan minyak dan gas, keselamatan merupakan prioritas utama. Karenanya, biasanya pada perusahaan-perusahaan tersebut menerapkan standar yang cukup tinggi pada hal itu. Semua peralatan, bahkan pakaian para karyawannya, harus benar-benar memenuhi standar keamanan. Di lokasi-lokasi semacam itu memang merupakan daerah rawan terhadap bahaya ledakan karena eksplosif gas yang ada dimana-mana namun sifatnya tak kasatmata.

Nah, mungkin mulai sekarang kita dapat lebih meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai bahaya yang mungkin mengancam keselamatan jiwa kita maupun orang lain.

Kita bisa memulai dari diri kita sendiri untuk menggunakan handphone sesuai dengan kebutuhan, dan bukan hanya untuk sekedar mengikuti tren dan sekedar bergaya, sehingga tidak sampai mengganggu keamanan dan kenyamanan orang lain.

Dapatkan banyak e-book bermanfaat secara mudah dan aman. Baca penjelasannya di sini.