Mengenal Latar Belakang dan Tujuan GNOTA

 Latar Belakang dan Tujuan GNOTA

BIBLIOTIKA - Pada tahun 1984, Pemerintah telah mencanangkan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Enam Tahun. Kemudian pada tahun 1994 melalui Inpres Nomor 1 Tahun 1994 ditingkatkan menjadi Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun. Hal ini berarti bahwa setiap anak Indonesia yang berumur 7 s/d 15 tahun diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan Dasar 9 Tahun sampai tamat.

Dalam pelaksanaan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun, masih terdapat kendala yang dihadapi antara lain:

Kondisi geografis wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan menyulitkan penyebar-luasan jangkauan pelayanan pendidikan.

Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, sehingga belum mampu menampung jumlah anak-anak usia sekolah yang ada.

Kurangnya tenaga guru.

Masih adanya keluarga yang hidup di bawah garis kemiskinan, sehingga seluruh anggota keluarga mereka terpaksa bekerja untuk memenuhi keubutuhan hidup sehari-hari.

Berdasarkan data prakiraan dari Departemen Sosial pada bulan Juli 1994, terdapat sejumlah 5.919.290 anak dari keluarga tidak mampu yang rawan putus pendidikan Sekolah Dasar, dan di antaranya ada sebanyak 390.689 anak yang segera perlu dibantu agar mereka tidak putus sekolah.

Sedangkan Data tahun 2005/2006 Anak berumur 7s/d 15 tahun: belum pernah sekolah 6.937.000 anak, tidak melanjutkan ke SMP 2.700.000, drop out SD/Setara 685.000 anak

Adanya berbagai keterbatasan Pemerintah, pelaksanaan penuntasan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun diperkirakan memerlukan waktu minimal 15 tahun, tuntas pada tahun 2008.

Diperlukannya kepedulian, dukungan dan peranserta masyarakat mempercepat penuntasan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.

Diterbitkannya Surat Keputusan Bersama Menteri Sosial, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Agama Nomor 34/HUK/1996, Nomor 88 Tahun 1996, Nomor 0129/U/1996, Nomor 195 Tahun 1996 tentang Bantuan Terhadap Anak Kurang Mampu, Anak Cacat dan Anak yang Bertempat Tinggal di Daerah Terpencil dalam rangka Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun.

Adanya tradisi di kalangan keluarga Indonesia untuk membantu pendidikan anak dari sanak keluarganya yang tidak mampu.

Titik awal pemasyarakatan gerakan nasional orang tua asuh adalah pencanangan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GN-OTA) oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Mei 1996 di Semarang.

Tujuan GN-OTA

Tujuan GN-OTA adalah meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap masa depan anak sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas dalam rangka menunjang program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Peran Departemen terkait dalam GN-OTA sesuai dengan bidang tugas masing-masing Departemen, khususnya dalam program yang berkaitan dengan pendidikan, kesejahteraan anak, serta pengentasan kemiskinan.

GN-OTA mempunyai dua kelompok sasaran yaitu:

Sasaran langsung, yang terdiri dari:
  1. Masyarakat yang mampu untuk menjadi orang tua asuh secara perorangan, keluarga dan atau kelompok, baik yang berada di dalam maupun di luar negeri.
  2. Masyarakat yang telah menjadi orang tua asuh.
  3. Organisasi / Lembaga / Badan / Kelompok Sosial Masyarakat yang menyelenggarakan program bantuan anak asuh.
  4. Lembaga / Instansi Pemerintah.
  5. Badan usaha milik swasta dan Pemerintah, baik selaku perusahaan maupun karyawannya.

Sasaran tidak langsung, yaitu anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu yang terdiri dari: anak usia sekolah, termasuk anak cacat, dari keluarga tidak mampu (Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I), anak yang tinggal di daerah terpencil, termasuk anak dari masyarakat terasing. Mereka adalah:
  1. Anak rawan putus sekolah pada tingkat pendidikan dasar sembilan tahun yang diketahui oleh sekolah, Kepala Sekolah dan fungsionaris Desa / Kelurahan yang bersangkutan.
  2. Anak usia sekolah yang belum pernah mengikuti pendidikan dasar.
  3. Anak yang putus sekolah pada tingkat pendidikan dasar.

Untuk penjelasan lainnya, berikut ini disajikan dalam bentuk tanya-jawab, agar lebih mudah dipahami.

Apa yang dimaksud dengan anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu ?

Anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu adalah anak usia 7 s/d 15 tahun dari Keluarga Pra Sejahtera atau Keluarga Sejahtera I atau dengan kriteria keluarga miskin ukuran setempat.

Bagaimana strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan GN-OTA?

Strategi yang digunakan untuk mencapai maksud dan tujuan GN-OTA adalah sebagai berikut :
  1. Mengupayakan agar dari tingkat pusat sampai dengan tingkat Desa / Kelurahan berperan sebagai penggerak peran serta masyarakat.
  2. Membudayakan tradisi menjadi orang tua asuh.
  3. Menjadikan program GN-OTA sebagai bagian yang terpadu dan tidak terpisahkan dari program Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun serta program Pengentasan Kemiskinan.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk memasyarakatkan GN-OTA antara lain:
  1. Penyuluhan sosial tertulis, yaitu penyampaian informasi tentang GN-OTA secara tertulis, melalui penerbitan leaflet, booklet, pamflet, brosur, spanduk, dan atau media cetak lainnya.
  2. Penyuluhan sosial lisan, yaitu penyampaian informasi tentang GN-OTA, baik secara langsung (tatap muka) maupun tidak langsung (melalui media massa elektronik).
  3. Penyuluhan sosial peragaan, yaitu penyampaian informasi tentang GN-OTA, melalui simulasi atau peragaan (sandiwara, sinetron, kesenian tradisional dan sebagainya).

Upaya memasyarakatkan GN-OTA

Dalam upaya memasyarakatkan Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA), telah ditempuh berbagai upaya, di antaranya:

Jalur keluarga, dengan sasaran kepala keluarga beserta anggota keluarga, dan lingkungan keluarganya.

Jalur masyarakat, dengan sasaran pemuka masyarakat, pemuka adat, pengurus dan anggota Organisasi/Lembaga/Badan Sosial, karyawan badan usaha, serta anggota Kelompok Sosial Masyarakat.

Jalur keagamaan, dengan sasaran pemuka agama, alim-ulama, rumah ibadah, pendeta, pemimpin pondok pesantren dsb.

Jalur pendidikan, dengan sasaran guru, dosen, siswa, mahasiswa serta karyawan di lingkungan sekolah.

Jalur karyawan, dengan sasaran karyawan pegawai negeri dan pegawai perusahaan swasta dan BUMN.

Apa peran pemerintah dan masyarakat secara umum dalam GN-OTA?

Peran pemerintah dalam GN-OTA secara umum adalah sebagai penentu kebijakan, pengatur, pengarah, pembimbing, dan pengendali Pendidikan Wajib Belajar 9 Tahun.

Peran masyarakat dalam GN-OTA secara umum adalah sebagai penyelenggara program bantuan anak asuh, pelaksana pemasyarakatan GN-OTA, dan orang tua asuh.

Apa kriteria suatu daerah dikatakan tuntas Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun bagi anak tidak mampu?

Kriteria Daerah Tuntas Wajar Dikdas 9 Tahun bagi anak tidak mampu adalah:

Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs pada tahun 2008 mencapai 95%.

Memiliki data yang akurat mengenai:
  1. Jumlah anak usia sekolah.
  2. Jumlah anak usia sekolah dari keluarga tidak mampu.
  3. Jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I.
  4. Jumlah Keluarga Sejahtera II, Keluarga Sejahtera III dan Keluarga Sejahtera III+.
  5. Daftar nama dan alamat Lembaga Satuan Pendidikan Dasar 9 Tahun (SD dan SMP atau sederajat, baik negeri maupun swasta).
  6. Identitas lengkap dari anak asuh beserta orang tua asuhnya.

Semua anak usia sekolah telah terdaftar sebagai siswa pada Lembaga Satuan Pendidikan Dasar 9 Tahun.

Di daerah yang bersangkutan telah berperan dan berfungsi penuh di sektor pendidikan termasuk Yayasan Lembaga GN-OTA sesuai dengan tingkat kewilayahannya.

Jumlah Keluarga Sejahtera II, III dan III+, lebih besar daripada jumlah Keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera I, guna menjamin kesinambungan program bantuan anak asuh.

Mempunyai program mobilisasi dana bantuan anak asuh yang jelas untuk menjamin kesinambungan program bantuan anak asuh sampai tamat pendidikan dasar sembilan tahun.

Adanya laporan pelaksanaan kegiatan penuntasan anak asuh secara berkala (minimal satu tahun sekali) yang dapat dipertanggung-jawabkan, untuk kemudian disampaikan kepada Pemerintah Daerah, Yayasan Lembaga GN-OTA serta masyarakat umum.

Tersedia banyak e-book bermanfaat yang bisa Anda miliki
Baca penjelasannya di sini.